Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴀʀsʜᴀᴋᴀ ᴠɪʀᴇɴᴅʀᴀ ᴀʟᴅᴇʙᴀʀᴀɴ


__ADS_3

Didalam ruangan Lea cukup ramai, Lea serta baby nya sudah dipindahkan ke ruangan VIP. Setelah persalinan tadi.


Disini semuanya berkumpul, Al dari tadi tak berhenti berceloteh dengan bayinya. Walaupun dia tau tak ada balasan dari anaknya.


"Anak papa nanti gedenya mau jadi apa? Hm" Al bertanya, pandangannya tak beralih dari bayinya.


"Jadi napi pa" Jojo berucap, menirukan suara anak kecil.


Al menatap tajam Jojo, astagfirullah telinga anaknya sudah ternodai dengan kata-kata jojo. "Diam lo!"


Deon, Leo, dan Fatur datang. Menghampiri Al sambil memberikan bingkisan. Kayak gini kan enak, datang-datang bawah buah tangan.


"Nih bang, sorry cuma itu doang" Deon, cowok itu memberikan hadiah kepada ponakan gemesnya.


"Tenang aja"


Tak berapa lama Ghea, Danish dan Acha datang. Mulailah kerusuhan di sana. Dimana ada Danish dan Ghea disitulah ada keributan.


"OMO! SAHABAT GUE UDAH JADI MAK DONG! GILA LUCU BANGET. AH BESOK GUE NIKAH AJE LAH BIAR PUNYA ANAK" Teriak Danish memasuki ruangan Lea.


Semuanya serentak menutup telinga. Deon, bocah itu menutup kedua telinga bayi Allea, sumpah! Danish kalau teriak ngalahin toa masjid.


Ghea dan Acha hanya saling lirik. Rasanya mereka ingin menenggelamkan kepala Danish ke rawa-rawa.


"Gak usah treak-treak!" celetuk Jojo.


"Tau nih bocah, kalau treak gak liat tempat lagi" ucap Ghea.


Teriakan Danish tersebut, membuat bayi Al menangis. Membuat semuanya tertuju ke arah bayi Al.


oooeeekkk... oooeeekkk...


"Setan lo!" Al menatap tajam Danish.


...…...


Jam sudah sore, bukannya balik malah tambah rame. Rika, Ardit, Amel dan Arko sudah ada. Amel dan Rika menyambut cucu mereka dengan senang.


Perasaan kemarin mereka baru lahiran, sekarang mereka sudah menggendong cucu.


"Oh iya, udah ada nama belum?" tanya Amel, tangannya menggenggam tangan mungil cucunya.


Al dan Lea saling lirik. Mereka berdua sudah mempunyai nama untuk anak mereka, hampir empat bulan mereka mencari nama yang pas dan akhirnya tiga hari yang lalu mereka menemukan nama yang pas.


"Udah"

__ADS_1


"Siapa?" tanya semuanya dengan penasaran.


"Arshaka Virendra Aldebaran, yang artinya pemimpin bangsawan yang dermawan mulia dan pemberani. Al mau nanti anak Al, bisa menjadi pemimpin yang berani seperti papanya" jelas Al.


"Dan jadi penerus Alvarebos" lanjut Al.


"Gak ada penerus-penerus" tolak Lea.


"Adalah ntar aku buat, palingan Shaka bakal jadi pemimpin Alvarebos generasi 19" paksa Al.


"Gak ada, gak aku ijinin Shaka buat jadi ketua geng kayak kamu. Lagian ya, kita gak tau apa yang Shaka mau nantinya" Lea, cewek itu melarang. Karena ya dia mau apa yang Shaka lakukan, itu dengan kemauannya. Bukan orang lain.


"Harus jadi lah, bapaknya aja bisa. Masa anaknya gak?" tanya Al tak kalah.


"Ya gak lah, mana ada! Orang mak nya ngelarang" ucap Lea.


"Tapi mukanya pas sayang buat jadi penerus Alvarebos" Ucap Al.


Terjadilah perdebatan antara, ibu dan bapak. Lagian Al juga gak mau ngalah, masa iya Al bangun lama Alvarebos terus hilang gitu aja?


Yang lainnya hanya menggelengkan kepala mereka. Perdebatan mereka terhenti, ketika Shaka kembali menangis.


"Kayaknya haus deh, coba kamu kasih ASI-nya" Amel, memberikan kembali Shaka pada Lea.


...…...


Lea bingung mengapa dirinya dibawa kesini oleh Al, bukannya balik ke apartemen malah bablas kesini.


"Al"


"Hm?"


"Kita ngapain kesini? Mending balik aja, panas tau" ajak Lea.


Al menarik lembut tangan Lea yang sedang mengendong Shaka, menuju ke pintu dan membukanya.


"Al kita ngapain? Ini juga rumah siapa?" Tanya Lea bingung.


"Pulang, emang mau ngapain?" Tanya Al balik.


"Kan ke apartemen"


"Gak ada, apartemennya udah aku jual"


Lea melongo, "kok bisa? kamu becanda ya, udah ah balik aja"

__ADS_1


"Ngapain balik, orang ini rumah kita. Masuk, kasian Shaka"


Lea masih tak paham dengan ucapan Al, dirinya hanya mengikuti omongan Al. Masuk kedalam. Betapa terkejutnya Lea, melihat isi dalam rumah.


"Al ini?"


"Ini rumah kita, maaf ya baru kasih tau kamu. Sebenernya udah lama juga rumah ini selesai, tapi aku tau kamu pasti nolak. Makanya, di aniv kita yang pertama udah beberapa bulan juga sih. Tapi gapapa kita rayain sekarang," ucap Al.


"Ini adalah hadiah buat kamu dan Shaka" lanjut Al lagi.


Lea tak bisa menahan air matanya. "Makasih Al"


"Sama-sama sayang, taruh Shaka ke kamar yuk" Ajak Al.


Menaruh perlahan Shaka di atas box bayi, semuanya sudah Al rencanakan. Semuanya sudah ada tinggal menempati saja.


...…...


Al dan Lea, mereka berada di balkon. Menikmati angin sambil meminum teh. Lea masih terpukau dengan interior dan dekorasi rumah ini.


"Suka?"


Lea mengangguk, "Suka banget, makasih buat semuanya"


"Sama-sama, makasih juga udah berjuang buat Shaka. Kita belajar lebih dewasa lagi ya" ucap Al, menarik Lea kedalam pelukannya.


Kebahagiaan Al bertambah dengan kehadiran sangat buah hati, Shaka. Anak pertama dari Al dan Lea, cowok yang nantinya Al mau sebagai penerusnya, penerus Alvarebos.


Anak yang nantinya akan menambah warna dalam kehidupan rumah tangga Al.


Al sangat ingin Shaka sepertinya, namun Lea menolak. Dia ingin nantinya Shaka menjadi seperti apa yang dia mau. Tapi bukan Al namanya, kalau gak mau kalah.


Al berkata, kalau muka baby Shaka sudah mencerminkan seorang pemimpin. Et jangan salah, arti namanya aja pemimpin bangsawan yang dermawan mulia dan pemberani.


...…...



Gimana-gimana episode kali ini. Hm gak kerasa guys mau tamat aja :(


Suka gak sama namanya?


Di cerita Allea ini kalian suka karakter siapa? Komen yuk!


Oh iya, selamat hari raya idul fitri 1442 H semua. Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir batin. Maafkan kesalahan Nana ya semua, baik sengaja atau gak 🙏🏻

__ADS_1


See you next episode guys pay-pay ✨


__ADS_2