
Hari ini tepat satu minggu Ardit mengantar jemput nya, sekarang Ardit sedang menunggu Rika pulang.
Karena hanya satu pelajaran, Rika langsung saja pulang. Rika berjalan Ardit yang menunggu nya di depan mobil.
"Udah selesai?" Tanya Ardit.
Rika mengangguk "Udah kok,"
"Hari ini kita jadi beli cincin?" Tanya Ardit.
Rika mengangguk dua kali, masuk kedalam mobil ketika Ardit sudah masuk terlebih dahulu. Tak terasa tiga hari lagi dirinya akan bertunangan dengan Ardit.
Menghela nafas perlahan, menatap keluar jendela. Diam mereka berdua sama-sama diam, Ardit yang fokus dengan jalanan dan Rika yang fokus dengan pikirannya.
"Gimana latihan olimpiade nya?" Ucap Ardit memecah keheningan.
"Lancar," Rika menjawab dengan singkat, padat, jelas.
Ardit mengangguk, terjadilah keheningan kembali. Sampai akhirnya sampai di tempat tujuan, Di sana mereka di sambut dengan ramah oleh karyawan.
"Selamat datang di toko kami, ada yang bisa kami bantu? Tuan, Nona?" ucap salah satu karyawan di sana dengan sopan.
Rika mengangguk sebagai jawabannya, Rika dan Ardit berjalan melihat-lihat beberapa perhiasan yang terpampang jelas di sana.
Semuanya telah di siapkan, tinggal cincin saja yang belum terbeli. Dan jangan lupakan mental. Rika harus menyiapkan mental nantinya.
__ADS_1
"Mau yang mana?" Tanya Ardit.
"Emm, gue mau yang simpel aja tapi tetep elegan," Ucap Rika.
"Yang simpel aja mbak tapi elegan," Ucap Ardit kepada karyawan tersebut.
"Baik tunggu sebentar ya Tuan," Ucap karyawan tersebut.
Setelah beberapa menit mereka menunggu, karyawan tersebut pun datang dan membawa dua kotak perhiasan.
"Ini tuan nona cincinnya," Karyawan tersebut kembali dengan dua kotak cincin yang berada di tangannya dan memperlihatkannya kepada Ardit dan Rika.
"Mau yang mana?" Tanya Ardit.
"Saya mau yang ini aja mbak dibungkus," ucap Ardit.
"Wah tuan beruntung sekali, ini model keluaran terbaru baru dan hanya diproduksi sedikit" ucap karyawan tersebut sambil membungkus cincin pesanan Ardit.
"Silahkan tuan, di bayar di kasir," ucap karyawan tersebut.
Ardit pun langsung ke kasir dan membayar semuanya, setelah membeli cincin mereka keluar. Mereka berdua jalan-jalan melihat-lihat daerah mall.
__ADS_1
"Ke toko buku boleh gak?" Tanya Rika.
"Boleh, emang kamu mau beli apa?" tanya Ardit.
"Gue mau beli buku, ada belum kebeli jadi beli sekarang," ucap Rika.
"Buku apa?" tanya Ardit.
"Tentang bisnis sih, dan harus besok udah ada," ucap Rika kerena memang Rika menggambil jurusan Bisnis karena dia merupakan ahli waris keluarga Winata.
"Kaya gini?" ucap Ardit melihatkan gambar pada handphonenya.
"Iya,"
"Gak usah beli, aku ada boleh kok kamu ambil," ucap Ardit.
"Gak deh, nanti malah ngerepotin lo lagi," ucap Rika sungkan.
"Gak lah, lagian bukunya juga udah gak ku pakai lagi, ya udah sekarang aku antar pulang udah sore nih," ucap Ardit.
"Ya deh, gue pinjem. Tapi Bukunya gimana masa lo nya bolak-balik dong?" tanya Rika.
"Gak apa-apa sekalian main," ucap Ardit.
"Gue serius, em gini aja deh gue main ke rumah lho aja, lagian gue belum pernah main." ucap Rika.
__ADS_1
"Oke yuk." ucap Ardit.
Merekapun kembali ke parkiran dan berangkat kerumahnya Ardit untuk mengambil buku yang akan Rika pinjam. Setengah jam mereka menelusuri jalanan yang padat, akhirnya mereka pun sampai ke rumah Ardit.