
...Hai kembali lagi sama author!...
...siapa nih yang nungguin author up...
...Jangan lupa jejaknya!!!...
...Happy reading...
...----------------...
Empat bulan kemudian
Di tempat Amel berada, Amel yang sedang membersihkan kamar tiba-tiba merasa perutnya begitu sakit.
"Arkoo!" teriak Amel.
Arko yang mendengarkan teriakan dari Amel buru-buru menghampirinya "kenapa?"
"pe-perut gw sa-sakitt!" ringis Amel memegangi perutnya.
Tiba-tiba keluar cairan yang mengalir deras pada kaki Amel "lo ngompol Mel?" beo Arko.
Amel hanya menggeleng, suaminya ke buat dari apa sih astaga. Arko berfikir hingga dirinya tau itu cairan apa.
"air ketuban!" teriak Arko dengan khawatir.
Arko langsung mengendong Amel, membawanya menuju ke rumah sakit. "sabar ya, jangan brojol di sini"
"gak usah becanda lo, pe-perut gue sakit" menggenggam erat tangan Arko.
...---------------------...
Suara brankar menggema di rumah sakit. Dokter dengan sigap menanggani Amel. Walaupun mereka sering berantem setiap hari entah dimana dan kapan aja, tapi Arko tak bisa menahan harunya.
Melihat Amel yang mempertaruhkan nyawanya demi anak mereka. Semuanya sudah berada di rumah sakit, semuanya telah berkumpul sudah ada keluarga Arko dan juga Ardit dan Rika.
"Ar sa-sakitt.." lirih Amel.
"lo kuat Mel please, lo bertahan" ucap Arko memberi semangat.
Arko mengusap wajahnya kasar saat dokter menghentikannya.
"APALAGI!" sentak Arko.
"hanya satu orang yang boleh masuk dan menemani pasien" ucap dokter tersebut.
Arko menoleh ke semuanya, Ayah Arko mengangguk memberikan izin ke Arko "kamu masuk aja, Mel butuh kamu sekarang"
__ADS_1
Arko mengangguk, menerobos masuk tanpa memperdulikan dokter tersebut. Menghampiri Amel lalu menggenggam tangan Amel dengan kuat.
"Ar gak kuat" rintih Amel
"Mel kamu kuat, kamu bisa demi anak kita aku gue mohon!" mengecup kening Amel.
Amel mengangguk sambil tersenyum.
...---------------------...
Dokter Lusi menghampiri Amel, memposisikan dirinya di depan kaki Amel. Memberikan instruksi ke Mel untuk menarik napas dalam-dalam dan membuang napas perlahan.
"sekarang bisa dimulai. Tarik napas dalam-dalam lalu buang ya? ayo!" instruksi Dokter Lusi kepada Amel.
"gak kuat Ar! sakit" rintih Amel.
"Mel kuat ya, please gue mohon" mengecup tangan Amel.
"sekali lagi, tarik napas lalu buang" Dokter Lusi memberi instruksi kembali.
Amel menarik napas dalam-dalam membuang perlahan dan mendorong. Amel semakin mempererat genggaman kepada Arko.
Hingga akhirnya suara tangisan keluar, membuat Amel dan Arko tak bisa menahan air matanya. Begitupun diluar semuanya bernapas lega mendengarkan suara tangisan bayi.
oooeeekkk.. oooeekkk.. oooeekkk.
"selamat tuan, anak kalian lahir sempurna cantik dan tak kurang apapun" ucap dokter Lusi.
"gimana keadaan Amel Ar?" tanya mami Amel.
"keadaan nona baik-baik saja, dirinya tak sadarkan diri karena kehilangan tenaganya beberapa menit pasien akan sadar" ucap dokter Lusi lalu pamit pergi.
...-----------------...
Amel mengerjapkan matanya, dirinya terbangun mendengar banyak sekali suara yang ada di dalam. Arko masuk kedalam, menghampiri Amel yang baru sadar.
"gue haus"
Arko mengangguk, memberikan gelas kepada Mel. Membantunya duduk.
Mami Amel mendekat, memberikan cucunya kepada Amel. Amel menerima dengan perlahan takut kenapa-napa nantinya.
"ehem, udah ada nama belum buat anak lo?" tanya Rika memecah keheningan.
"ada dong pastinya"
"Siapa?" tanya semuanya dengan penasaran.
__ADS_1
"biar Mel aja yang kasih namanya" ucap Arko memandangi wajah princess cantiknya mirip dengan Amel.
"em, Alexa Louis yang artinya wanita penjaga dan penolong bagi setiap orang serta pembela orang lain. Gue mau nanti anak gue akan jadi orang yang bisa membela kebenaran serta bisa menolong orang yang butuh bantuan" ucap Amel mengecup pipi sang putri.
"bagus banget namanya"
"ya dong, masa anak lo doang. Anak gue juga kali"
Semuanya tertawa, nama yang bagus serta memiliki makna yang sangat luar biasa.
Rika menghampiri Mel dan memeluknya "selamat buat kakak gue yang udah jadi ibu juga. Gue gak nyangka lho padahal kemarin Al baru juga lahir sekarang Lea yang lahir"
"ck kenapa harus Lea gitu lho! kenapa gak Lexa"
"lha kok lo yang marah kan lo yang kasih nama gimana sih"
"ya bukan Lea juga Rika"
"bodo terserah gue! mau panggil apa"
"gak gue gak terima, orang bagus-bagus Lexa juga"
Debat lagi nih, semuanya hanya menggelengkan kepala mereka. Sampai akhirnya Clara mengajak mereka berfoto bareng. Gak afdol dong kalau gak ada momennya.
Meminta salah satu suster yang memeriksa Amel. Mereka semua berfoto ria.
"fix no debat anak lo harus dipanggil Lea"
"gak ada, gue gak mau"
"bagus juga Mel jarang tau nama Lea" ucap Arko membenarkan omongan Amel.
"mampus lo" ucap Rika tanpa suara.
"tau ah, ngapain lagi lo dukung Rika ish sebel" kesal Amel memajukan bibirnya.
...-----------------------...
Alexa Louis
...----------------------------------------...
Halo-halo!
oh iya guys author mau tanya nih, ada yang bilang beberapa kalau author korban sinetron IC. Emang ada apa sama IC author gak paham, author gak pernah liat :(
__ADS_1
Gimana cocok gak namanya?
Jangan lupa tinggalkan jejaknya karena satu jejak berarti banget buat author!