Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
sᴀᴛᴜ ᴋᴇʟᴀs


__ADS_3

Sekarang Lea dkk sudah berada di dalam kelas. Tadi setelah upacara mereka semua kembali kedalam kelas. Hari ini tak ada pelajaran karena memang hari pertama jadi jamkos.


"Cha"


"Apa?"


"Itu tadi beneran kevin?"


"Yang lo liat?" Tanya Acha kembali.


"Ya kevin, tapi kok.."


"Felling gue nih ya Kevin pindah sini itu pasti ada niat yang dia rencanain" Bisik Acha.


"Shut! Gak usah ngaco"


"Lha emang bener kan gak mungkin dong dia pindah tanpa alasan? Lo tau kalau Al musuh bebuyutannya gak mungkin dong Kevin kesambet tiba-tiba masuk sini. Toh dia yang paling dendam" Ucap Acha.


"Kalian ngobrol apaan sih? Sampai gue gak diajak" Ucap Ghea penasaran.


"Gak ini nih Lea masih gak percaya kalau Kevin pindah sini"


"Eh tapi kayaknya nih ada rencana lain deh dari Kevin" Ucap Danish.


"Tuh, apa gue bilang Danish aja yang otaknya pas tau. Masa lo gak sih"


"Haduh udahlah males gue mikirnya, berfikir positif aja dulu mungkin mau berubah"


"Kalau dari sono nya udah kayak gitu mah gak bakal berbuah Le" Ucap Ghea.


Lea hanya menggelengkan kepala, dirinya tak mau berprasangka buruk terlebih dahulu. Mungkin aja Kevin mau berubah?.


"Assalamu'alaikum anak-anak" Ucap Miss Desi (Guru Sosiologi sekaligus Bahasa Indonesia).


"Waalaikumsalam Miss" Ucap mereka semua.


"Oke kedatangan Miss di sini mau memberikan info kalau Miss Desi adalah wali kelas kalian untuk kelas 12 ini. Miss Desi mohon kerjasama nya untuk kelas kita"


"Baik miss"


"Oke karena ini hari pertama masuk jadi tak ada pelajaran, kalian bisa baca-baca buku atau hal yang positif lainnya. Miss Desi mau kasih kabar bahwa ada siswa baru untuk kelas kita" Ucap Miss Desi.


Semuanya berbisik satu sama lain, ada yang mengira bahwa itu Kevin dan ada yang mengira bahwa itu murid baru yang lainnya.


Lea dkk satu fikiran bahwa ini adalah Kevin.


"Silahkan masuk nak" Ajak Miss Desi.


Murid tersebut masuk, dan benar saja dugaan mereka dia adalah Kevin. Kelas kembali ribut mereka membicarakan apa yang akan terjadi di sekolah mereka selanjutnya. Apalagi kelas Lea dan Al saling hadap-hadapan.


Entahlah apa yang terjadi nantinya, Lea hanya bisa berdoa supaya tak terjadi apa-apa antara mereka, pastinya akan mustahil kalau tak terjadi apa-apa.


"Kevin, kamu boleh perkenalkan diri kamu" Suruh Miss Desi.


Kevin mengangguk "Kalian pasti udah tau nama gue siapa, Dan bagi yang belum nama gue Kevin Nathanio. Pindahan SMA Jaya Bangsa"

__ADS_1


"Baik, Kevin kamu boleh duduk di tempat yang kosong ya" Dapat anggukan kecil dari Kevin, lalu berjalan menuju ke kursi yang kosong.


"Gila gue gak habis pikir sih kalau Kevin yang bakal masuk kelas kita. Apalagi kelas Al ada di depan gila sih gue gak tau apa yang bakal terjadi nantinya" Bisikan Acha.


"Gue juga, Berdoa aja biar gak kejadian apa-apa"


"Baik anak-anak, Kalau tak ada yang mau di tanyakan Miss Desi pamit dulu lakukan hal yang positif. Assalamu'alaikum semua" Pamit Miss Desi.


"Waalaikumsalam"


Semua murid bersorak, tak ada pelajaran adalah suatu hal yang sangat di nantikan oleh semua.Apalag


Apalagi dengan wali kelas yang kalem. Miss Desi adalah guru terkalem sekaligus guru yang paling pengertian, jadi tak sedikit yang menyukai sifatnya.


Walaupun di umurnya yang sudah berkepala tiga tapi itu tak membuat kecantikannya memudar, malah banyak siswa yang menggodanya.


...…...


5 menit yang lalu, bel istirahat telah berbunyi semua murid berhamburan keluar kelas menuju ke kantin untuk mengisi perut mereka.


Tangan Lea tak berhenti mencari sesuatu, dompetnya tidak ada di dalam tas. Padahal tadi dia masukkan di dalam tas, Acha, Ghea dan juga danish juga berkeliling mencari di setiap sudut kelas tapi tak juga menemukan.


"Gimana udah ketemu?" Tanya Acha.


"Belum Cha, boro-boro ketemu tuh dompet nih malah sampah kertas. Gue bingung padahal baru juga masuk kenapa banyak ya?" Tanya Danish dengan bingung.


"Lo gak tau ulah anak kelas kita gimana?"


"Iya juga ya, kelas kita kan paling banyak sampah kertasnya"


"Woy malah cerita sendiri lo pada" Tegur Acha.


"Eh guys, kalian ke kantin aja dulu. Gue mau ke toilet kayaknya dompet gue emang jatuh di toilet deh. Kalian ke kantin aja, cari tempat duduk"


"Lo serius mau gue antar gak?" Tawar Acha.


Lea menggeleng pelan "gak usah gapapa kok lo aja, sekalian gue kebelet takutnya malah lama" Tolak Lea.


"Ya udah, beneran ya?" Lea mengangguk "Oke kita duluan, nanti kalau ada apa-apa lo bilang ya"


"Lo pikir gue bakal kenapa? Lagian ini juga di sekolah Ghe, tenang aja" Ucap Lea.


"Gue ke kamar mandi bye" Pamit Lea keluar kelas.


Acha, Ghea dan Danish berjalan menuju ke kantin. Sudah dari tadi dirinya di spam oleh Alvarebos.


Lea berjalan menuju ke toilet, lumayan jauh juga paling pojok lagi. Sesekali menjawab sapaan adik kelas dan juga satu angkatan.


Masuk kedalam kamar mandi, mencari setiap sudut kamar mandi membuka setiap pintu yang ada di sana. Tak ada sama sekali.


...…...


Danish, Ghea dan juga Acha sudah berada di kantin. Mereka bertiga berjalan menuju ke meja Alvarebos, banyak sekali murid yang membicarakan mereka bertiga tau sendiri kalau gak iri ya iri.


"Lea mana?" Tanya Al yang tak melihat Al yang biasanya bersama.

__ADS_1


"Tadi ke toilet dompetnya hilang" Ucap Ghea.


"Hilang?" Dapat anggukan dari mereka bertiga.


"Nanti Lea nyusul katanya kayaknya bentar lagi deh" Ucap Acha.


"Mau pesen apaan? biar gue yang pesenin" tanya Jojo yang siap-siap untuk berdiri.


"Samain semua" Ucap Al.


Jojo mengangguk, mengajak Revan untuk membantunya membawa pesanan. Jojo memesan mie ayam dan Revan membeli es teh.


...…...


Sudah tiga kali Lea mencari di dalam kamar mandi. Dirinya sama sekali tak menemukan dompet tersebut, handphone Lea sudah berdering beberapa kali.


Mengambil handphone pada sakunya, beberapa chat dari teman-temannya dan juga Al.


Albino


"Lo dmn?"


"Leanjing! Buruan"


"Gw tunggu 5 mnt gk kesini gw hukum lo!"


Acha 💓


"Lea lo dmn?"


"Gmn udh ketemu blom?"


"Mau gue bantu gak? Lo msh dikamar mandi kan?"


"Gue jemput gmn?"


Memasukkan kembali kedalam saku, Lea berjalan keluar berjalan menuju ke kantin. Nanti setelah pulang Lea akan mencari kembali. Sampai kantin kaki Lea berjalan menuju ke tempat meja Alvarebos.


"Sorry nungguin lama, Ghea mana?" Duduk di samping Acha.


"Ke kamar mandi. Gimana udah ketemu?" Dapat gelengan dari Lea.


"Kok bisa ilang?" Tanya Al.


"Gak tau juga, kayaknya sih tadi... Udahlah ntran aja deh. Lo gak beliin gue Jo?" Tanya Lea.


"Eh buset gue lupa" Ucap Jojo sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Wah parah lo!"


"Tau nih! Parah lo Jo!" Ucap Thony.


"Udah-udah gue becanda kali, gue pesen sendiri aja" Lea bangkit dan menuju ke warung siomay.


Selesai memesan siomay, Lea kembali lagi ke tempat duduknya. Dan tak berapa lama Ghea datang dari kamar mandi.

__ADS_1


...…...


Jangan lupa buat Komen sebanyak-banyaknya dan juga vote nya. Sayang kalian banyak-banyak ❤


__ADS_2