Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴍᴇɴᴊᴀʟᴀɴᴋᴀɴ ᴛᴜɢᴀs


__ADS_3

Amel dan Arko pun pergi dan melaksanakan tugas mereka. Jam menunjukan pukul 08.15 Veni dan Santi pun datang tak lupa membawa baju tambahan untuk Rika dan Ardit.


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam" ucap Ardit lalu menyalimi mereka berdua.


"gimana ada perkembangan?"


"belum Bun, masih sama"


"ya udah gapapa kita tunggu aja"


"iya Bun, tapi Ardit bingung buat jelasin ke Rika gimana?"


Santi dan Veni pun saling pandang, dia juga bingung apa yang akan mereka jelaskan jika nanti Rika sadar. Santi pasti akan tau apa yang akan terjadi jika Rika tau yang sebenernya.


"udah-udah gak usah dipikirin. Kamu udah makan sarapannya?" tanya Santi untuk mengalihkan topik.


"iya Dit, jangan sampai kamu juga sakit"


"iya Ma, Bun, tenang aja Ardit udah makan"


"bener ya? Bunda gak mau kamu sakit juga nantinya"


"iya Bun gak akan"


Di tempat Amel dan Arko, mereka sedang mengawasi setiap CCTV dimana terakhir kali Rika datangi, di sana tak hanya mereka berdua tapi juga Rusdy dan Ardi yang ingin melihat detik-detik Rika kecelakaan.


"stoppp! coba ulangi lagi"


"entar ni orang ngapain? kok.." ucap Arko menunjuk seseorang.


"udah itu yang buat rem mobil Rika blong"


Mereka berempat pun berdiskusi dan memberikan rekaman CCTV kepada pihak yang berwajib, setelah rundingan diskusi selesai mereka semua bersiap-siap berangkat menuju ke suatu tempat.


Mobil terbagi menjadi 3 yaitu mobil pertama berisi Amel, Arko, Rusdy dan Ardi sedangkan untuk kedua mobil lainnya diisi oleh pihak berwajib dan yang lainnya.

__ADS_1


Di tengah perjalanan semuanya terpisah mobil pertama lurus, mobil kedua ke kanan dan mobil ketiga ke kiri. Sekitar hampir satu setengah jam mereka mencari tempat dimana di sana ditinggali orang tersangka yang mencelakai Rika.


Tapi tak ada yang menemukannya karena memang rumah yang ingin mereka temui cukup kecil dan jauh dari para penduduk. Amel telah mengotak atik laptopnya, sedangkan Ardi dan Rusdy keluar dari mobil untuk mencari atau bertanya ke orang sekitar.


"eh ini-ini kete-muu.." ucap Amel dengan girang tapi naas beberapa detik kemudian tak ada sinyal sedikit pun yang membuat Amel kesal.


"sial" umpat Amel.


"napa lu"


"kaga ada sinyal dongg sebel banget" kesal Amel.


"lha bukannya udah ya?"


"iya nemu tapi pas mau di gue zoom kagak bisaaa" rengek Amel.


"ya salah lu lah napa gak lu screenshot sih kan tinggal di zoom nantinya. Dasar be-"


"apa? mau ngomong kalau gue bego gitu?" marah Amel dengan menaruh kedua tangannya di pinggang dengan mata melotot.


"ya emang" ucap Arko tanpa dosa.


"ya gak juga kan ini buat kerja" ucapnya merasa tak ada salah.


Ya memang betul buat kerja tapikan ini lebih gawat kenapa handphone nya tak digunakan yang lebih bermanfaat.


''terserah lo deh Ar gue capek tau gak! gue tau itu pekerjaan lo tapi, lo ngerti gak sih Rika lagi lawan masa kritisnya dan lo sama gue dapet tugas buat cari siapa dalang di balik semuanya dan lo apa? malah scroll sosmed yang buat handphone lo lowbat sedangkan gue yang susah payah buat cari jejak tapi gak ketemu!" ucap Amel dengan mata berkaca-kaca.


Memang dari kemarin Amel dan Arko berusaha untuk mencari tau jejak dimana dalang itu berada. Tapi Arko hanya sebagian dan sisanya Amel yang kerjakan dan itu membuat Amel sedikit kesal.


Arko yang mendengarkan ocehan Amel memahami tiap kata yang di keluarkan dari mulut Amel, beberapa detik akhirnya Arko paham dan langsung meminta maaf kepada Amel.


"Mel sorry gue gak bermaksud"


"terus maksud lo apa? gue tanya deh lo pernah gak sih hah, ketika lo udah berjuang buat keluar dari masa-masa sulit lo dan akhirnya lo bisa keluar dan bahagia. Tapi, tiba-tiba entah dari mana lo dapet masalah baru yang buat semua kebahagian lo itu hancur"


"iyaa gue tau gue salah, tapi lo tau kan kalau tanggung jawab gue gak ini doang Mel gue juga harus urus kantor"

__ADS_1


"ya jangan samain dong! urusan kantor sama urusan ini itu beda jauh, lo juga harus bisa bagi waktu kalau lo gini terus kapan masalah ini kapan selesai"


"gue capek tau gak! bukan gue gak ikhlas atau apa gue capek liat Rika selalu kena masalah, selalu nangis dan selalu pendam semua masalah sendiri tanpa orang lain tau" guman Amel dengan air mata yang menetes.


Arko yang mendengarkan merasakan apa Amel rasakan. Hening itulah yang terjadi di dalam mobil, setelah mendengarkan ocehan Amel keadaan tiba-tiba menjadi hening Amel dan Arko sama-sama membuang muka dan lebih tetap menatap keluar. Ceklek, pintu mobil terbuka Ardi dan Rusdy masuk.


"Mel gimana, udah ketemu?"


"belum om tadi mau ketemu sinyalnya hilang"


"ya udah gapapa Ar, kita jalan aja ya nanti sekitar 15km kita akan ketemu sama yang lain, mereka bilang udah ketemu jejak pelaku"


"maksud om jejak orang yang nabrak Rika?"


"iya Mel, semoga aja benar"


Amel yang mendengarkan pernyataan dari Rusdy pun akhirnya menghela napas lega semoga aja itu orangnya.


"huft semoga aja bener itu orangnya. Lo liat aja kalau itu bener nyokap nya Sania gue pastiin lo bakal nyesel udah bikin Sahabat gue kenapa-napa" batin Amel.


Beberapa menit akhirnya mereka pun sampai di sana sudah ada para polisi dan yang lain yang sedang menunggu kedatangan mereka.


"bagaimana pak?" tanya Ardi setelah turun dari mobil.


"begini pak kita sudah melacak dan benar sekitar 10km dari sini ada sebuah rumah kosong yang mungkin saja disitu tempat mereka"


"baik kalau begitu, sekarang kita kesana?"


"iya Pak tapi kita harus jalan saya takutnya kalau di sana sudah diperketat oleh penjagaan dan kalau kita menggunakan mobil itu akan membuat semakin lama"


"baik pak, sebentar saya kasih info yang lainnya"


Rusdy pun memberi info ke Amel dan Arko, Rusdy menyuruh Arko untuk tetap di sini bersama Amel, tapi Amel yang tak mau pun memaksa untuk ikut dia ingin melihat apa benar pelakunya adalah orang tuanya Sania atau bukan?. Akhirnya setelah perdebatan kecil Amel boleh itu.


Oh iya, Amel tak perempuan sendiri karena di sini juga ada beberapa polwan, jadi itu tak membuat Rusdy dan Ardi khawatir. Toh percuma juga kalau dirinya perempuan sendiri karena dia juga sering bermain dengan laki-laki dan itu membuat Amel lebih suka seperti itu.


Semuanya pun berjalan dan menuju tempat TKP dimana di tempat itu adalah tempat tersangka, tapi kita juga belum tau itu benar atau salah.

__ADS_1


Hay semua jangan lupa buat tinggalkan jejaknya, makasih yang sudah mampir semoga terhibur :)


__ADS_2