
Sampai di kantin Rika dan Amel memilih tempat duduk yang ada di pojok karena di sana tak terlalu ramai dan berisik.
"pesen apaan lu? biar gue yang pesen" ucap Amel.
"gak usah deh lo aja" ucap Rika.
"eh entar, tapi gapapa kan?" tanya Rika dan mendapat anggukan oleh Amel.
"kalau boleh gue pesen air + es + kopi + susu itu aja makasih" ucap Rika diakhiri tawa.
"kenapa gak sekalian es kopi susu sih ribet amat!" kesal Amel lalu pergi memesan makanan.
Sambil menunggu Rika membuka buku yang diberikan oleh Ardit dan membacanya. Tapi tak berlangsung lama brukkk! Rika hanya melirik dan memutar bola mata malas.
Dia lagi dia lagi gak ada capeknya ganggu hidup orang.
"woy! masih berani lo ada di sini" ucap Sania tapi tak dibalas oleh Rika.
"hayy guys lihat deh seorang j****g dateng lagi ke kampus dan yap pastinya gak punya malu, gue sih mendingan keluar dari kampus dari pada cuma cuti doang" ucap Sania, lali Rika hanya diam, dia menganggap ucapan Sania hanya angin lewat.
Sania yang melihat Rika tak menjawab ucapannya pun di buat marah, bisa-bisanya dia gak jawab.
"berani-beraninya ni cewek gak jawab omongan gue" batin Sania.
Amel pun datang sambil membawa nampan yang berisi pesanan mereka, tiba-tiba Sania langsung merebut dan..
__ADS_1
byrurr, baju Rika basah dan pastinya buku yang diberikan Ardit terkena juga. Amel yang melihat itu langsung menyiram sisa minuman yang di tumpahkan ke Rika kepada Sania.
"maksud lo apa! lo berani ngelawan gue" ucap Sania.
"kenapa takut? sama cewek yang cari masalah kayak lo? hah!" ucap Amel.
Terjadilah adu omongan, semua murid yang hanya sebagian melihat sekarang semuanya melihat ke arah Rika dan yang lain, Rika yang sudah muak dengan pertengkaran mereka terpaksa memisahkan mereka.
"STOPPP!" ucap Rika yang membuat Sania dan Amel berhenti.
"udah lah Mel, lo gak usah dengerin gue gapapa" ucap Rika.
"ta-" ucap Amel terpotong oleh Sania.
Rika langsung menatap tajam Sania dan menghampiri Sania, Sania yang melihat Rika maju menghampiri dirinya dengan tatapan yang mengerikan pun segera mundur namun sialnya badan Sania sudah menatap ke meja.
"l-lo mau apa?" tanya Sania dengan gugup.
Rika tak menjawab pertanyaan Sania, Rika menatap seluruh muka dan maju, hingga jarak antara mereka hanya beberapa senti. Amel hanya tersenyum miring sedangkan, Fita dan Fila sudah gemetaran melihat marahnya Rika.
Lagi-lagi Sania bertanya namun tak ada jawaban dari Rika, Rika sibuk mengotak-atik handphonenya, setelah menemukan pesan suara yang dia dapat akhirnya Rika langsung mendekatkan tangannya dan menaruh handphonenya ke telinga Sania.
"iya saya disuruh seseorang untuk menjebak anda" ucap seseorang yang ada didalam pesan suara tersebut.
Sania yang mendengarkan suara itu langsung melotot dan nafasnya langsung tercekat, keringat dingin telah keluar di pelipisnya, Rika dan Amel yang melihat ekspresi Sania yang berubah menjadi pucat pun tersenyum meremehkan.
__ADS_1
"dari mana Rika tau, gak mungkin tuh orang udah.." batin Sania.
"lo kenal sama suara seseorang yang tadi?" tanya Rika pelan namun terdengar menyeramkan di telinga Sania
"gu-gue gak tau" sahutnya dengan cepat.
Rika hanya terkekeh pelan, dan dia menatap matak Sania dari samping dia tau Sania pasti akan bohong. Kali ini Rika akan memberikan kesempatan ke Sania, tapi jika dia menganggu ketenangan Rika.
Maka bersiap-siap lah Sania untuk Rika tendang keluar dari kampus dan pastinya omongan Rika tak akan main-main kali ini, karena Rika telah muak dia ingin membongkar kebusukan Sania sampai ke darah daging.
"gue kasih kesempatan sama lo sekali lagi, dan jika lo melanggar omongan gue gue pastiin lo keluar dari ini kampus dihari itu juga, jam itu juga dan detik itu juga. Dan gak itu aja perusahaan lo bakal turun drastis di hari itu juga dan jangan harap setelah itu keluarga lo bakal hidup tentram! Semuanya ada di pilihan lo" bisik Rika lalu menepuk pipi Sania dan berlalu pergi di susul dengan Amel.
"camkan yang di omongin sama Rika, Rika masih baik sama lo kali ini, dan masih buat lo hidup. Tapi jangan harap besok lu bakal hidup lagi" bisik Amel lalu pergi menyusul Rika.
Tubuh Sania merosot, Fila dan Fita pun menghampiri Sania yang tergeletak di bawah. Apa benar yang dikatakan Rika? sepertinya benar, terlihat dari sorot mata Rika dan omongannya yang meyakinkan.
"San lo gapapa?" tanya Fita.
Sania langsung mengangkat kepala dan menatap dua temannya itu dengan senyum yang tak bisa diartikan. Sania melihat sekeliling, semua murid melihat dirinya yang duduk dilantai pun langsung berdiri, mau di taruh mana muka gue?.
"ngapain lo liat-liat udah sana pergi mau gue keluarin lo hah" ucap Sania sambil melotot ke semua murid.
Mau tak mau semua Murid pergi dari pada mereka dikeluarkan, setelah kantin sepi Sania berfikir keras untuk membalas perlakuan Rika yang membuatnya malu, seakan-akan peringatan yang baru Rika sampaikan hilang begitu saja dan berubah menjadi balas dendam.
wah sepertinya hati Sania udah ditutup oleh dendam nih, apakah benar Sania akan melanggar atau tidak? ikutin terus jangan lupa tinggalkan jejaknya 🤗
__ADS_1