Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴜᴅᴀʜ ᴋᴇɴᴀʟ?


__ADS_3

"eh Rik ada info baru"


"yaelah lu mah gosip mulu, eh emang apaan infonya?"


"idih Sa ae lu, Bobby gak ada"


"ha? seriusan emang meninggalnya kenapa?"


"anjir bukan meninggal, maksud gue dia itu gak masuk dua harian ini"


"oh kirain, ya udah bagus dong dia gak ganggu gue lagi"


"tapi lo gak aneh? dia gak masuk setelah lo ngadain konferensi pers, kayaknya ada udang di balik batu nih"


"gak usah ngaco lu, udah lah bahas yang laen males gue bahas tu cowok"


"Rik gue ada cerita jadi..."


Flashback ON


Amel pergi ke toko buku untuk membeli buku yang dia gunakan untuk bimbingan nanti karena memang bukunya telah habis, diperjalanan dia menabrak seseorang. Barang-barang Amel terjatuh di bawah, Amel yang melihat itu langsung merapikan barang bawaannya dan mendongak siapa.yang dia tabrak.


Orang yang dia tabrak hanya menatapnya dengan muka datar dan aura dingin, Amel yang melihat itu langsung marah bukannya bantuin eh malah ngeliatin kan sebel pikirnya.


"heh lo kalau jalan tu liat-liat, jalan tuh pake mata udah nabrak gak bantuin lagi"


"kalau jalan pakai mata terus gunanya kaki buat buat apa?"


"dan tadi lo bilang apa? gak bantuin sorry lo yang nabrak gue dan bukan gue yang nabrak lo" ucapnya sambil menekan setiap kata lalu pergi.


"woy! dasar cowok nyebelin, sumpah demi apa! gue ketemu tu cowok!"


Amel pun tanpa basa basi langsung masuk ke dalam toko buku dan memilihnya, setelah berkeliling dan menemukan semua yang diperlukan Amel pun langsung menuju ke kasir, karena memang Amel tak punya waktu banyak.


Amel langsung menyerobot barisan depan dimana hanya tinggal satu orang, orang yang diserobot menatap Amel dengan tatapan kesal. Bagaimana tidak? dirinya udah antre eh dia nyerobot.

__ADS_1


"woy kalau mau antre dulu bukan nyerobot"


Amel tak menghiraukan omongan orang tersebut dan langsung membayar lalu pergi, tapi langkahnya terhenti orang yang ia serobot seketika memegang pergelangan tangannya. Dengan terpaksa Amel pun menoleh ke belakang.


"lo?" ucap keduanya.


"ck sumpah! demi apa gue ketemu lagi kayak lo"


"cih siapa juga yang mau ketemu sama cewek ngeselin kayak lo, lo ngerti gak sih tata cara buat antre? atau gak pernah diajarin"


"hehn lagian gue buru-buru jadi sorry gue nyerobot lu"


"atau lo ngikutin gue lagi terus lo mau ganggu gue?"


"idih gak usah ke PD an jadi orang, lo kali yang ngikutin gue"


"dih siapa juga yang mau ngikutin cewek kayak lo"


Terjadilah keributan, sampai akhirnya karyawan di sana yang memisahkan mereka, wah kalau gak ya mungkin malem selesainya. Setelah itu Amel langsung pergi karena sudah di telephon terus dari tadi.


Flashback OFF


Rika yang mendengarkan hanya memutar bola mata malas, Amel, Amel dasar gak mau disalahin orang jelas-jelas dirinya yang salah.


"lo ogeb yang salah! orang lo yang nyerobot gimana orang tadi gak marah sama lo"


"lha kok lo belain dia sih! kan sama-sama impas dia nabrak gue dan gue nyerobot dia"


"yayayaya terserah anda!"


Akhirnya guru pun masuk jam pertama di mulai, setelah beberapa jam berkutat dengan buku dan teman-temannya Rika da Amel melanjutkan dengan istirahat dan dilanjutkan dengan mapel berikutnya.


Akhirnya selesai juga pelajaran hari ini, Rika dan Amel berjalan menuju keluar kampus. Rencananya Amel ingin numpang ke Rika karena hari ini dia malas membawa mobil dan supir dirumahnya sedang cuti jadi tadi berangkat menggunakan taksii.


"Rik lo di jemput suami lo?"

__ADS_1


"katanya sih iya tapi gak tau lagi, kita tungguin di depan aja"


"em gak jadi deh, gue naik taksi aja, gue gak mau jadi nyamuk nantinya"


"udah lagian ya gue udah bilang ke kak Ardit dia ngizinin kok, uangnya lo simpen aja. Rezeki gak boleh ditolak!"


Ya udah mau tak mau Amel ikut nebeng, mereka pun menuju ke parkiran dan benar saja Ardit sedang mengobrol bareng di depan mobil sambil menyilang kan kakinya dengan jas kantor.


"kak Ardit!"


Ardit yang mendapatkan namanya dipanggil mencari ke sumber suara, dan melihat Rika yang tersenyum manis ke dirinya dan di balas senyuman yang tak kalah manis oleh Ardit. Rika langsung menarik tangan Amel dan menuju ke mereka berdua.


"kak Amel nebeng gapapa kan?"


"gapapa, ya udah yuk"


Amel yang memainkan handphonenya pun langsung memasukan ke dalam tas setelah di bolehkan oleh Ardit, namun terhenti ketika menatap seseorang yang tak asing darinya. Arko yang melihat pun juga tak asing dengan Amel.


"lo?" ucap mereka berdua.


"kalian saling kenal?" tanya Rika dan Ardit.


"hm dia cowok yang kemarin nabrak gue"


"halo apa? gue nabrak lo? gak salah jelas-jelas lo yang nabrak gue"


Terjadilah perdebatan, Rika yang melihat itu memberi kode ke Ardit. Ardit yang mendapatkan kode dari Rika pun paham lalu mereka berdua memisahkan adu omongan dadi Amel dan Arko.


"udahhhh, kok berantem sih noh diliatin sama yang lain emang gak malu?"


"udah lah Rik, gue pesen taksi aja thanks tumpangannya"


"eh gak! kak Ardit udah izinin kok lo malah pesen sih!"


"ta-"

__ADS_1


"gak ada tapi-tapian! rezeki gak boleh di tolak! lagian uang lo, lo simpen aja buat yang lain"


Lagi-lagi Amel mau tak mau mengikuti, mereka pun masuk kedalam mobil Ardit, Arko sebagai supir Amel di sebelah Arko lalu Rika dan Ardit di belakang. Suasana menjadi hening Rika yang mendapatkan ide tak berhenti-hentinya menganggu Mel dan Arko sedangkan Ardit hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku Rika yang tak berhenti menganggu mereka berdua. Mereka mengantarkan Amel terlebih dahulu dan dilanjut mengantarkan Rika.


__ADS_2