
...Tak sadar bahwa kita sudah melewati banyak hal...
...--------------------...
Tak menyangka sekarang Rika dan Ardit sudah menjalani bahtera Rumah Tangga selama 1 tahun, banyak hal yang mereka lewati bersama, berantem, salah paham, kebohongan serta yang lain.
Rika dan Ardit sedang melaksanakan sarapan bersama. Hari Ardit ingin mengajak Rika ke suatu tempat.
"sayang, buruan ganti baju ya" ucap Ardit.
"mau kemana by?" tanya Rika bingung
"nanti kamu tau, sekarang buruan ganti bajunya yang gak usah cantik-cantik nanti ada yang naksir"
Rika beranjak dari duduknya, naik ke atas untuk menganti baju. Sebelum itu Rika kembali lagi mandi. Padahal dirinya sudah mandi. Gak tau kenapa Rika merasa udara kali ini sangat panas. Beberapa hari ini Rika mudah mengeluarkan keringat.
Selesai melakukan ritual mandinya Rika menuju ke walk in closet. Menganti pakaian dengan kaos putih oversize, celana leging hitam serta tas tote bag. Mengoles tipis make up pada wajahnya dan selesai.
Rika pun turun kebawah menghampiri Ardit yang sudah rapi begitu pun dengan Ardit, memakai celana jeans hitam, kaos putih serta kemeja cream.
"let's Go" mengandeng tangan mungil Rika.
"by kita kemana sih?"
"nanti kamu juga tau" mengelus rambut Rika dengan tangan kirinya.
Ardit menjalankan mobil dengan kecepatan sedang, membelah padatnya kota Jakarta, lumayan jauh tempatnya jadi Rika memulai memutuskan untuk memainkan handphonenya.
Tiba-tiba Ardit memberhentikan mobil yang membuat Rika mengerutkan dahinya bingung.
"kok berhenti? emang udah sampai ya?" menoleh ke kanan dan ke kiri.
"belom, sini dulu" ucap Ardit menyuruh Rika mendekatinya.
Ardit mengambil kain yang berada di sakunya. sedangkan Rika menatap bingung apa yang Ardit lakukan pikirnya. Ayo jangan bingung Rika berfikir keras lagi.
"itu buat apa? by kamu jangan ngadi-ngadi ya" menunjuk kain yang dipegang Ardit.
"gak sayang, kamu balik badan aku mau tutupin mata kamu" membalikkan badan Rika.
Udahlah Rika ikut aja, dari pada otaknya berfikir keras mending nurut. Rika pun berbalik, Ardit perlahan menutup mata Rika dengan kain yang dia bawa.
"udah" melepas kan tangan saat kain tersebut telah terpasang.
Ardit kembali menjalankan mobilnya, memasuki pekarangan rumah.
__ADS_1
Hingga sampailah mereka berdua di depan sebuah rumah yang lumayan besar. Ardit memarkirkan mobil, turun dan membantu Rika untuk berjalan.
"by gak aneh-aneh kan?"
"gak sayang pegangan ya takut jatuh" Rika pun mengangguk.
Ardit membantu Rika berjalan, Rika memegang erat tangan Ardit dirinya takut jatuh nantinya. Ardit menghentikan langkahnya perlahan membuka kain yang terpasang di mata Rika.
"aku buka" membuka kain.
Rika membuka mata perlahan, matanya mengelilingi sekitar terdapat banyak dedaunan yang membuat Rika tersenyum. Tapi Rika bingung kenapa Ardit membawa dirinya ke sini?.
"yuk masuk" mengandeng Rika menuju ke pintu.
"by kita ngapain ke sini?"
"masuk dulu nanti kamu tau"
"silahkan di buka" memberikan kunci kepada Rika.
Rika menerimanya dengan bingung. Sebentar kenapa Rika jadi lola (loading lama) gini? Rika memasukan kunci tersebut ke knop dan memutar kunci.
Membuka perlahan pintu, sepi dan gelap itu pertama kali yang Rika lihat. Menoleh ke Ardit yang tersenyum manis ke Rika.
Duarr!
"akhh" kaget Rika menutup kedua telinga.
Lampu menyala, Rika menatap sekeliling terdapat Mama, Papa, Bunda dan Ayah. Serta Amel, Arko dan kak Clara. Santi menghampiri putri kesayangannya tersebut dan memeluknya.
"selamat ya sayang" memeluk Rika yang masih diam.
Entar Rika langsung berfikir, OMG Rika ingat sekarang hari jadiannya dengan Ardit. Astaga kenapa baru ingat padahal kemarin Rika sudah menunggu hari ini.
"makasih ma" membalas pelukan sang mama.
"Ardit selamat ya, semoga kalian berdua langgeng terus" memeluk Ardit.
"Aamiin ma, makasih"
Veni pun berlari kecil menghampiri menantu kesayangannya dan memeluknya "selamat sayang, semoga samawa ya. Cepet-cepet kasih cucu bunda"
"iya bunda makasih"
"Sama-sama sayang"
__ADS_1
Setelah berpelukan dengan semua mereka semua melanjutkan dengan mengobrol ria di taman belakang. Menikmati semilir angin sambil nyemil dan minum es jeruk.
"Rik"
Rika menoleh ke belakang menghampiri nya dan memeluknya "kak Clara kangen" memeluk Clara.
"sama kakak juga, selamat ya Rik. Gak nyangka kakak kalian udah satu tahun"
"iya kak Rika juga sih, Cie yang bakal ulang tahun" goda Clara.
"kak Clara kok tau, atau kak Clara cenayang ya?"
"apaan sih, ya kali kakak gitu. Kakak tau dari Amel"
"wah bener-bener tuh anak ck, ck, ck" ucap Rika menggelengkan kepalanya.
"ehem iya, gue di diemin bae jahat amat gak ngajak-ngajak"
"iri bilang sahabat!"
"selamat Rik, cie bentar lagi nambah umur"
"lo juga ya"
"haha iya, iya makin tua kita"
"kita? lo aja kali" ucap Rika diakhiri kekehan.
Semuanya merayakan dengan gembira, tak menyangka juga umur Rika akan bertambah kali ini ya umur Rika akan menjadi 21.
... ---------------------------...
Arika
Ardit
...--------------------...
Selamat buat Rika & Ardit semoga samawa!!!
Jangan lupa tinggalkan jejaknya karena satu jejak berarti banget buat author!
__ADS_1