
Sudah tiga puluh menit Pak Botak menjelaskan materi tentang iklim. Padahal materi tersebut sudah dibahas dari minggu kemarin.
Sedangkan Acha mulutnya berisi kacang yang tadi dia beli di kantin sebelum masuk. Acha dari tadi mengunyah jajannya. Padahal Pak Botak sedang menerangkan materi eh dia malah makan.
Lea hanya bisa menghela nafas sabar, kenapa Lea punya sahabat seperti ini, yang dua alasan ke UKS. Yang ini jajan. Untungnya bangku Lea dan Acha berada ditengah jadi cukup aman.
Krauk.. krauk.. krauk..
"Ca, pelan dikit napa kalau lo makan, kedengaran Pak Botak mati kau" Ucap Lea dengan bisik-bisik.
Lea cukup terganggu dengan suara kunyahan Acha, gimana gak Acha kalau makan rame banget.
"shut, gue laper tau gak. Lagian tuh guru ngocehnya gak selesai-selesai. Itu mulu yang dibahas" Ucap Acha.
"Tapi kalau ketauan bisa dihukum lo nya. Nanti lagi aja"
"Lea! Acha! Kenapa kalian dari tadi ngobrol mulu?"
"Mampus" Guman Acha dan Lea.
"Eh gak Pak ini tadi saya tanya itu tulisannya agak gak kelihatan makanya saya tanya Lea, ya gak Le?"
Lea mengangguk "iya Pak Acha gak keliatan, makanya tanya ke saya"
Pak botak menatap Lea dan Acha dengan ragu, menghampiri meja mereka berdua. Dengan cepat Acha menyembunyikan cemilannya kedalam kolong meja.
"Apa yang kamu sembunyikan?"
Acha menggeleng dengan cepat "gak Pak gak ada"
Tangan Pak Botak mengeledah kolong meja, mengambil sesuatu dan menaruh di depan Acha "ini apa?" Tanya Pak Botak.
"Itu anu Pak"
"Keluar! Saya gak terima alasan apapun" Tunjuk Pak Botak ke pintu.
"Pak kan yang salah Acha jadi saya gak keluar kan pak?"
Acha menoleh kearah Lea, wah gak kalau dia kena, Lea juga kena buat adil, masa iya Acha doang yang keluar kan gak seru.
"Gak kalian berdua sama-sama keluar, sekarang!" Ucap Pak botak.
"Iya Pak kita keluar, permisi" Ucap Acha menarik tangan Les untuk keluar kelas.
Kevin dan Lidya dari tadi menatap kearah Lea, kenapa Lea jadi suka melanggar bukannya Lea termasuk anak rajin.
...…...
Dan di sinilah Acha dan Lea sedang berdiri didepan tiang bendera. Tadi waktu mereka enak-enak istirahat menunggu jam istirahat tak sengaja ketemu dengan bu wiwik.
Bu wiwik mengira mereka sedang bolos pelajaran, emang maunya gitu tapi malah ketahuan bu wiwik. Mereka ingin menghampiri Ghea dan Danish yang pastinya sekarang sedang tidur di UKS.
"Sialan tuh guru botak kenapa gak mati aja sih, jahat banget jadi guru. Tuh bu wiwik juga kenapa gak keluar aja pensiun gitu kalau hukum orang gak nanggung-nanggung"
"1550, lo udah ucapin hal itu sebanyak 1550. Lagian lo juga yang salah udah dibilangin juga udah dibilangin ngeyel"
"Kan gue laper, nyokap gak masak jadi gue gak sarapan"
Lea menoleh kearah Acha "udah lah percuma juga lo ngedumel sampai kapan pun gak akan bikin kita kelar jalanin hukuman, mending jalanin aja".
"Tap-"
"Diem!" Tegas Lea.
"Kalian berdua!" Ucap seseorang yang membuat Acha dan Lea menoleh.
Lea dan Acha membelalakkan mata mereka kaget, kenapa ada Acha dan Danish juga di belakang, jangan bilang kalau mereka ketahuan lagi.
"Kalian berdua, berdiri hormat sampai jam istirahat selesai. Jangan sampai kalian kabur kalau saya liat kalian kabur, Siap-siap saya tambah hukuman kalian!"
Ghea dan Danish hanya bisa mendegus, sialan kenapa bisa ketahuan sih. Orang enak-enak tidur malah ketahuan.
Flashback ON
Setelah menghukum Acha dan Lea, Bu wiwik berkeliling mencari apa masih ada siswa-siswi nya yang berkeliaran di jam pelajaran.
Bu wiwik berhenti di depan UKS, memutar kenop pintu. Ceklek bu wiwik masuk kedalam mengecek, matanya mendapatkan Ghea dan Danish yang tertidur di atas kasur.
"Ghea! Danish!" Tegur Bu Wiwik dengan suara kerasnya.
Membuat mereka berdua yang setengah sadar kaget, kenapa ketahuan sih.
"B-Bu Wiwik"
"Ngapain kalian di sini?"
"Ini bu saya-saya pusing"
Bu wiwik mengerutkan dahinya, bu wiwik salah satu guru yang tak bisa dibohongi. Menghampiri Lea dan Danish.
"Gak usah bohong, saya tau kalian sedang bohong! Sekarang kalian ke lapangan, jangan sampai kalian kabur" Ucap Bu wiwik.
__ADS_1
"Sekarang bu?"
"Gak, tunggu nanti lebaran!"
"Oh lebaran, masih tahun depan bu lebarannya. Berarti nanti ibu hukum kita waktu kita udah lulus dong? Kalau gitu itu gak usah hukum kita aja. Ya gak Ghe" Ucap Danish dengan polosnya.
Ghea hanya bisa menyumpah serapah temannya tersebut, kenapa polos banget, haduh-haduh.
"Ya sekarang! Cepat ke lapangan"
Mau tak mau mereka menuruti ucapan bu Wiwik, memakai kaos kaki dan sepatu.
...…...
"Kalian napa kena hukum?" Tanya Ghea.
"Tanya noh sama Acha"
"Ya elah, masih marah aja lo"
"Emang kenapa sih?"
"Ketahuan makan di kelas"
"Tapi gapapa kita gak berdua doang, kita ada temennya" Ucap Acha.
Di ujung koridor, Laki-laki sedang menatap mereka berempat sambil menggelengkan kepalanya. Wah daebak! Bisa pas gitu.
Jika kalian mikir itu Al kalian salah, itu Jojo ya Jojo yang tadi mau ke toilet tapi tak jadi ketika melihat empat orang yang dijemur dibawah matahari.
Dengan cepat Jojo kembali ke kelas, memberitahu Al dan yang lainnya.
"Al"
"Apa?"
"Ikut gue" Ucap Jojo yang langsung menarik Al keluar, diikuti oleh yang lainnya.
"Kenapa sih?" Tanya Al.
"Tuh liat" Menunjuk kearah lapangan. Al mengikuti tangan Jojo, matanya melotot melihat Lea yang dihukum di sana.
Baru juga beberapa hari kemarin dibilangin, sekarang kena lagi, kayaknya harus di hukum nih biar kapok sekalian.
"Siap-siap gue hukum" Batin Al.
...…...
Padahal mereka keringetan, tapi mau gimana lagi udara hari ini sangat-sangat panas. Untung gak item.
Meneguk ludes es yang mereka pesan, bu wiwik kalau hukum anak gak nanggung-nanggung. Untung aja Lea dan yang lain sempet sarapan kecuali Acha doang.
"Kalian gapapa kan?" Tanya Lidya yang duduk di samping Ghea.
"Gapapa apanya, tuh guru bener-bener"
"Iya sorry"
Al dkk datang, duduk di samping Lea dkk. Menatap kearah Lea dengan datar. Lea yang tak paham hanya diam, bangkit dari kursi dan menuju ke tempat es teh.
"Ada yang titip gak?"
"Nih titip" Ucap Ghea memberikan gelas nya kepada Lea.
"Gak deh udah perut gue kembung lama-lama" Ucap Danish.
"Gue titip, sama sekalian dong gorengannya"
Dih kok nambah, Lea mengangguk memesan es teh kemabli. Setelah memesan Lea kemabli lagi dan membagikan es kepada Acha dan juga Ghea. Tak lupa dengan anggota Alvarebos lainnya.
Al dari tadi menatap Lea tanpa berkedip, lihat saja waktu pulang, Siap-siap Al hukum, salah sendiri langgar.
Lidya dari tadi tak hentinya melirik Al yang menatap kearah Lea dengan intens, kenapa Al liat Lea sebegitu nya ya?.
"Kenapa Al liat Lea terus ya?. Apa beneran mereka punya hubungan?" Batin Lidya bertanya-tanya.
Mereka pun mengobrol ringan, Jojo tak henti-hentinya menggombal Ghea.
"Eh gue ada pertanyaan" ucap Jojo.
"Apaan?"
"Apa?"
"Nih ya, ibunya dari Batam dan bapaknya dari Bogor. Kalau anaknya lahir jadi apa?"
"Jadi bayi" Ucap Thony.
"yayalah jadi bayi aneh lo, tapi salah"
"Keturunan batam dan bogor?" Tanya Danish.
__ADS_1
"salah"
"Gak tau lah, gak usah nambah beban pikiran lo" Ucap Lea.
"Ya elah masa nyerah sih, gak tau jawabannya?" Semuanya menggeleng.
"Jadi.... Batagor (Batam+Bogor)"
"Sialan lo!"
"Gue kira apa njir"
"Tau nih"
"Ada lagi gak?" Tanya Thony.
"Ada, lo mau?" Tanya Jojo dan dapat anggukan dari Thony.
"Oke, kenapa lo harus lahir ke dunia?"
"Tanya aje noh sama mak gue kenapa gue bisa lahir" Ucap Thony.
"Ye kan lo anaknya"
"Kan lo yang tanya, kenapa gue?"
"Ya kan gue yang kasih pertanyaan kenapa lo tanya balik"
Mulai nih, mulai lagi berantemnya. Semuanya hanya bisa menggelengkan kepala, udah gak hari untuk gak berantem oke.
...…...
Lealou_
Lealou_ ✨
.
.
.
.
Achacaca__
Achacaca__ Muka serius chek!
.
.
.
.
Dnsih_mdsion
Dnsih_mdsion Capek? Sama kok gue juga.
.
.
.
.
Gheaa.atn
Ghea.atn Main sepatu roda yuk!
.
.
.
.
...…...
lanjut gak?
__ADS_1