Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴛᴇʀᴀᴋʜɪʀ ᴅɪ sᴜʀᴀʙᴀʏᴀ


__ADS_3

Sinar matahari menampakan dirinya, menerangi alam dan bumi. Membuat semua orang mau tak mau harus membuka mata dan melakukan aktivitas mereka.


Tapi, tidak dengan gadis yang satu ini. Dirinya masih menutup rapat-rapat tubuhnya. Padahal jam sudah menunjukan pukul sebelas siang.


Setelah bertempur semalaman, Lea baru bisa tidur nyenyak pukul 5 pagi. Lea merasa terusik ketika sinar matahari menerpa wajahnya, membuka mata perlahan.


Al menatap Lea yang baru bangun, "Selamat pa-" melirik jam yang tergantung dinding. "Siang" Lanjut nya.


"Siang" Ucap Lea sambil mengikat rambutnya asal.


Bangkit dari kasur, dirinya meringis. Sakit. Melihat Lea yang kesulitan membuat Al menutup laptopnya dan menghampiri gadisnya.


Menggendong Lea menuju ke kamar mandi. Menaruhnya perlahan di atas bath up. "Sana mandi, aku tunggu di bawah. Sarapan udah siap" Al pergi keluar meninggalkan Lea yang menatapnya.


Memastikan Al telah pergi Lea melepaskan pakaian dan merendamkan tubuhnya yang terasa lengket.


...…...


Mata Lea menatap sekeliling apartemen. Mencari keberadaan Al.


"Al"


"Al"


"Iya? Aku di balkon Lea!" Teriak Al dari balkon.


Lea langsung saja menghampiri Al yang berada di balkon. Melihat Lea yang datang, membuat Al menghentikan aktivitasnya sejenak.


"Sini" Menarik lengan Lea yang membuatnya terduduk di atas pangkuan Al.


"Kenapa? Masih sakit?" Tanya Al mengelus pipi Lea dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya memeluk pinggang Lea.


Lea menggeleng. "Gak" Menyadarkan pada dada bidang Al.


Lea masih tak menyangka bahwa- semalem udah gak perawan! Mengingat hal tersebut membuat muka Lea menjadi panas.


Ahh kenapa jadi malu sendiri


"Lea"


"Kenapa?"


"Kalau tahun baru di Jakarta gimana?" Tanya Al membuat Lea menatapnya bingung. "Kok gitu? Emang ada apa?" Tanya Lea balik.


"Barusan Papa Arko telpon. Ada masalah di perusahan Papa, dan harus aku yang urus. Mau gak mau aku harus nerima. Kita balik ke Jakarta lagi mau gak?" Al menata anak rambut yang Lea yang berantakan kebelakang telinga.


"Ohh, ya sudah gapapa kalau gitu"


"Yakin?" Tanya Al sekali lagi. "Yakin banget" Ucap Lea.

__ADS_1


"Jadi tahun ini tahun barunya gak berdua doang, di Jakarta kan ada Bunda, Mama, Papa sama yang lain. Lebih seru juga" Ucap Lea kembali.


"Maaf ya, nanti kalau ada waktu lagi kita ke sini lagi. Kita ajak sekalian sama yang lain" Al merasa tak enak, apalagi dia berjanji dengan Lea untuk menghabiskan waktu liburan mereka disini.


"Iya, lagian ada banyak waktu. Emang mau pulang kapan?" Tanya Lea sambil mengerahkan tangannya pada dada Al menggambar abstrak.


"Besok, Papa udah siapin tiketnya" Ucap Al.


"Sebagai gantinya, kita jalan-jalan gimana? Kamu mau pergi kemana?" Tanya Al.


Lea menggeleng, "gak! Mau di rumah aja. Lagian pekerjaan kamu juga belum selesai. Kita di rumah aja, sekalian beres-beres buat besok" Lea melirik sekilas laptop Al dan beberapa map yang berisi berkas-berkas.


Bangkit, Lea menuju ke dapur perutnya sudah meminta jatah dari tadi. "Aku ke dapur ya? Al udah sarapan?"


"Belum tadi cuma bikin teh"


"Aku ke dapur sebentar, sekalian ambil sarapan" Lea meninggalkan Al yang melanjutkan kembali kerjaannya.


Tak lama Lea datang dengan nampan berisi susu dan roti selain coklat dan keju. Menaruhnya di samping meja laptop Al. Mereka berdua memakan sarapan bersama, di temani dengan angin sepoi:sepoi.


Selesai dengan sarapannya. Lea membantu sedikit pekerjaan Al, yang hanya dia bisa saja. Sisanya Al yang melanjutkan.


...…...


Memasukkan pakaian kedalam koper, Lea memijat ujung alisnya. Kenapa pakaiannya jadi sebanyak ini? Perasaan kemarin cuma satu koper doang! Kenapa sekarang jadi lebih banyak lagi.


"Huft, banyak bener nih pakaian perasaan kemarin dikit dah gue bawanya. Kenapa jadi sekarung gini?" Guman Lea bertanya-tanya.


"Astaga, kok gue lupa sih" Lea menepuk jidat nya sediri. "kan gue mau ke Gramedia. Aish kok bisa lupa gini"


Mengganti baju, Lea berjalan menghampiri Al yang sibuk dengan laptopnya, sambil nyemil. Mendudukkan bokongnya pada sofa.



"Kenapa?" Al melirik sekilas, matanya kembali menatap layar laptop. Tangannya menari-nari di atas keyboard.


"Al"


"Apa?"


"Anterin Lea dong" mengedipkan matanya beberapa kali, membuat Al tersenyum gemas. Kenapa makin kesini makin menggemaskan?


"Mau kemana emang?"


"Gramedia depan, anterin bisa gak? Kalau Al sibuk gapapa biar Lea aja yang keluar"


Al menggeleng, "gak! Gak ada jalan sendiri. Tunggu sini jangan kemana-mana!" Tegas Al, meninggalkan Lea.


Tak berapa lama Al telah selesai dengan pakaian santainya. Mengulurkan tangan yang langsung diterima dengan senang hati oleh Lea.

__ADS_1


...…...


Lea mengelilingi Gramedia. Bertepuk tangan ketika melihat deretan buku yang berjejer. Mencuci mata, dan tentunya mencuci duit.


Membaca salah satu novel bergenre Romansa. Menoleh kearah Al yang juga membaca buku tentang bisnis. Entahlah itu buku apa, yang Lea tau itu buku untuk memulai usaha.


"Al"


Menoleh ke kanan, "Kenapa? Udah ketemu bukunya?"


"Iya udah nih bukunya, tinggal satu lagi tapi" Lea menunjukan buku yang barusan dia baca.


"Cari aja, aku tunggu di sini"


Lea meninggalkan Al, mencari buku yang belum dia temukan. Sudah tiga puluh menit Lea memutari Gramedia ini tapi buku yang dia cari tak ada. Lea bertanya pada salah satu karyawan sana. Katanya buku yang sedang Lea cari kosong.


"Makasih mbak" setelah mengucapkan Terima kasih, Lea menghampiri Al.


"Ketemu?" Tanya Al.


Lea menggeleng lesu, "Belum, katanya stoknya kosong"


"Kita cari di tempat lain aja, kita bayar sekarang" Mengambil alih buku novel yang Lea bawa dan membawanya ke kasir.


Menggandeng tangan Lea, mereka berjalan keluar dari Gramedia. Karena sudah jam makan siang. Al mengajak Lea ke kafe.


"Kita ke kafe sebentar ya, udah jam makan siang" Lea mengangguk menerima uluran tangan Al.


Sampai kafe, mereka berdua memesan beberapa cake dan juga cola. Tak berapa lama makanan pesanan mereka datang.


Cekrek



"Al"


"Hm?"


"Ih kok main foto aja, jelek tau sini liat" Ucap Lea berusaha mengambil handphone Al.


"Gak kamu cantik sayang" Al memasukan handphonenya pada saku celana. Menikmati cake yang ia pesan.


"Kok bengong? Hm" Tangannya mengelus pipi kanan Lea.


"Ah, oh e-enggak kok" Lea langsung mengalahkan pandangannya pada cake stroberi.


...…...


See you next episode guys

__ADS_1


Jangan lupa spam lanjutnya pay-pay 🤍


__ADS_2