Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴇxᴛʀᴀ ᴘᴀʀᴛ


__ADS_3

Satu tahun kemudian


Al, Lea dan Shaka sudah siap dengan pakaian mereka masing. Hari ini tepatnya hari Minggu, Al serta keluarga kecilnya sedang bersiap-siap akan pergi ke rumah Thony.


Sahabat paling gak bener antara mereka berempat, sedang melaksanakan pernikahan. Setelah hampir empat setengah tahun menjalin hubungan. Akad kecil-kecilan dirumahnya.


Thony dengan gadis polos yang sangat sangat sangat meresahkan akan mejadi keluarga. Siapa sih yang tak kenal.


Danish Madison.


Cewek yang paling meresahkan diantara yang lain. Sebenarnya yang lainnya itu bingung. Kok bisa Thony berjodoh dengan bocah satu itu.


Pakai pelet apa coba?


Pagi-pagi mereka disibukkan dengan kebutuhan mereka masing-masing, apalagi kebutuhan Shaka. Shaka sedang duduk di kursi menunggu kedua orang tuanya yang dari tadi ribut.


Entah ribut apa? Shaka hanya melirik sekilas, kembali menatap TV yang menurutnya lebih asik. Dengan muka lempengnya sambil memegang minuman kesukaan nya.


Susu kotak, dengan rasa coklat. Sesekali menyeruput minumannya.


"Shaka sini nak, ganti baju." Panggil Lea, membawa satu stell pakaian.


Shaka menoleh, dirinya mengangguk. Menurunkan dirinya pada kursi dan menghampiri sang Mama yang menunggunya.


Lea mengendong bocah itu ke atas pangkuannya. Membuka pakaian Shaka dan menggantikannya dengan pakaian baru.


"Udah siap?" Tanya Al, cowok itu turun dari atas sambil melipat kemejanya sampai lengan.


Gimana gak ganteng coba?!


"Udah, sebentar aku mau ambil sepatu Shaka sama sepatu ku" Lea menurunkan Shaka dari pangkuannya dan naik ke atas.


Tak berapa lama Lea turun dengan dress yang menempel pada dirinya. Menghampiri Shaka dan Al yang berada di depan sambil bermain dengan ikan ****** dan juga burung.


Sudah dua bulan terakhir keduanya memelihara hewan itu, apalagi dengan ikan ******, masih ingat dengan satu tahun kemarin. Setelah pulang dari pantai waktu itu Shaka minta untuk memelihara ikan.


Tapi karena Al dan Lea sibuk kuliah, takutnya tak bisa mengurus nantinya. Baru dua bulan ini akhirnya keduanya mengizinkan Shaka untuk memelihara ******.


"Al ayo berangkat." Lea menutup pintu dan menguncinya.


"Let's Go!" Teriak Shaka dengan gembira.


...…...


Keadaan rumah Thony begitu ramai, banyak sekali tamu yang berdatangan. Tak hanya teman-teman lama serta sahabat melainkan para pebisnis juga berdatangan mengucapkan selamat.


Di sana sudah terlihat sahabat mereka. Ada Acha dan Revan yang sedang mengobrol ria. Dan ada Jojo serta Ghea yang sedang adu mulut.


Memang kedua sejoli itu tak akan pernah akur sampai kapan pun. Padahal sudah empat tahun lebih mereka berdua lulus. Tapi tetap saja Jojo tertolak mentah-mentah.


Hal itu membuat Jojo despresot, karena tak mendapatkan balasan sedikit pun dari Ghea.


Jojo seganteng itu aja ke tolak, gimana yang....


Shaka, bocah itu langsung lompat dari gendongan Al dan lari menuju ke Jojo. Yang membuat Lea serta Al menggelengkan kepalanya.


Untung gak nyungsep


"Shaka hati-hati awas jatuh!" Teriak Lea.


"Iya mama!"


"Om Jojon,"


Jojo serta ghea menghentikan perdebatan ketika suara panggilan terdengar ditelinga keduanya. Jojo menoleh kebelakang mendapatkan Shaka yang berdiri dengan kedua tangan yang melibatkan kedua tangannya dibelakang.

__ADS_1


"Shaka."


"Om Jojon." Panggil Shaka sekali lagi.


Jojo mendelik, menatap Shaka yang tersenyum tanpa dosa. Yakinlah Shaka dan Al adalah perpaduan antara dua orang yang terbelah dua.


Bedanya Al udah gede, sedangkan Shaka masih bocah.


Jojo mengelus dada sabar, nama udah bagus-bagus dipanggil Jojon lagi! "Sabar Jo, sabar. Napa gue punya ponakan kek gini?" Batin Jojo.


Sedangkan Ghea, cewek itu sudah menahan tawanya dari tadi. Percaya atau gak, muka Ghea sudah merah menahan tawa.


Jojo berjongkok menyamakan tingginya dengan bocah itu. "Jojo Shaka bukan Jojon." Koreksi Jojo.


Shaka mengangguk polos. "Om minta duit," Shaka mengulurkan tangan ke depan.


"Kemarin kan udah,"


"Kurang Om, minta lagi. Ya?" Dengan mengerjapkan mata. Gemas..


"Kenapa gak minta Papa aja, kan Papa kamu kaya. Mending minta Papa."


Suruh Jojo.


"Gak mau!" Tolak Shaka. "Maunya minta Om Jojon. Ayo Om" paksa Shaka.


"Nih bocah, udah minta maksa lagi. Mana nama gue diganti lagi, lo anak siapa dah tong-tong" batin Jojo.


"Ya udah Shaka minta berapa?"


"Minta tiga," ucap Shaka mengangkat kelima jarinya.


"Itu lima Shaka, kalau gini tiga." Melipat kedua jari Shaka.


"Nih"


"Yeay makasih Om Jojon!"


"Jojo Shaka." Gemas Jojo mencubit kedua pipi Shaka dengan gemas.


...…...


Semuanya duduk, mendengarkan Thony yang melantunkan ijab kabul. Kata 'SAH' terdengar keras. Thony berhasil melafalkan akad dengan satu tarikan.


"Anjrot pingin nikah gua!" Teriak Jojo.


Semuanya berjalan menuju ke tempat Danish dan Thony. Kedua sejoli itu terlihat sangat cocok, yang satu tampan yang satu cantik. Perpaduan yang hakiki.


"Danish selamat."


"Makasih, eh Shaka ganteng banget." Danish mencubit kedua pipi Shaka dengan gemas.


"Iya dong, Shaka ganteng. Kan keturunan papa," ucap Shaka dengan bangga.


Baru kali ini Al dipuji oleh anaknya!


Bicara tentang kegantengan nih, Al. Cowok itu tak pernah mendapatkan pujian dari anaknya yang satu ini.


Nyaris emang, padahal kan bapaknya ganteng banget gitu. Kok iya anaknya gak ngakuin kalau bapaknya ganteng.


Miris!


"Baru kali ini gue denger Shaka muji lo," ucap Jojo, ngeselin!


Al mendelik, menatap tajam temannya itu. Mimpi apa semalem dirinya punya teman seperti Jojo?

__ADS_1


"Selamat bro!" Jojo memeluk Thony, begitupun dengan yang lainnya.


Satu pertanyaan yang membuat semuanya menoleh serempak. "Ghe lo kapan nikah? Semuanya udah punya pasangan lho. Masa iya lo nyendiri mulu. Gak bosen apa?" Tanya Danish. Menyebalkan.


Kenapa Ghea ada diposisi ini?


Kenapa pertanyaan itu harus ditanyakan padanya?


Kenapa semua orang menganggapnya jomblo? Emang iya!


Ghea berdecak, pertanyaan itu terus terdengar di telinganya, entah dari sahabat, keluarga. Apalagi nih kalau kumpul sama keluarga besar satu pertanyaan yang membuat Ghea malas bertemu mereka.


"Ghea gak bawa pasangan?"


Benar-benar menyebalkan bukan?


Apa salahnya sih buat nge-jomblo? Gak ada kan!


"Ntar gue masih mau menikmati masa-masa sendiri." Ghea berucap yang membuat semuanya mengangguk paham kecuali satu gadis yang menatapnya sinis.


Siapa lagi kalau bukan, Acha. Cewek yang sekali ngomong langsung ngejleb ke ati.


Katanya jangan masukkan ke hati masukkan ke ginjal biar enak.


"Gaya lo nyendiri, tiap hari curhat gimana cara buat nolak Jojo. Cih." Acha berdecih. Sungguh Acha nyebelin, kok dibuka sih?


Tolong! Kalau mau curhat sama Acha mending gak usah, dari pada kena imbasnya kayak Ghea.


"Udahlah Ghe, ilangin gengsi lo. Nih kasian si Jojo despresot karena cintanya lo tolak. Gak kasian lo?" tanya Danish menatap Jojo sekilas. "Lagian lo berdua kan gamon nih, udah balikkan." Dukung Danish.


Mempunyai teman seperti Acha dan Danish adalah paling nyebelin seumur hidup Ghea. Sumpah nih ya, kalau bukan teman udah gelud Ghea nya.


"Udah Ghe, balikkan aja lah. Biar lo gak menyendiri, kasian gue liatnya." Sekarang giliran Lea.


Besok siapa lagi?


"Balikan!"


"Balikkan!"


"Balikkan!"


"Ngapain lo dukung mereka sih Le! Ah, nyebelin lo pada!" Kesal Ghea.


"Balikan Ghea! Biar lo gak jomblo. Kita semua udah mau nikah lho. Masa iya lo jomblo sendiri." Ucap Lea, menurunkan Shaka dari gendongannya.


"Hah, emang siapa yang mau nikah lagi?" Tanya Ghea, bingung.


Semuanya menatap kearah Acha dan Revan. Keduanya sama-sama menunjukkan cincin tunangan yang berada di jari tengah.


"HAH! LHO KOK BISA? KALIAN TUNANGAN?" Tunjuk Ghea.


"Bisalah, ngapain gak bisa."


Fix besok Ghea harus ke biro jodoh biar nemuin jodohnya. Udahlah mau meninggoy ae.


"Ke-kenapa temen gue udah pada nikah semua sih?" Batin Ghea bertanya-tanya.


"Udah langsung nikah aja, biar sah" ucap Al yang dapat anggukan setuju dari yang lain.


...…...


Kalian setuju gak buat cerita tentang Jojo dan Ghea? Komen yuk! Ntar nana buatin xixi


Jangan lupa jejaknya!

__ADS_1


__ADS_2