Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴛᴜʀᴜɴ ᴛᴀɴɢᴀɴɴʏᴀ ᴀᴍᴇʟ ᴅᴀɴ ʀɪᴋᴀ


__ADS_3

..."Percayalah musuh yang paling berbahaya ada teman kita sendiri"...


...…...


Lidya tersenyum, berlari ketika tugasnya telah berhasil. Berhasil membunuh Lea, sahabatnya sendiri.


"Good bye Lea-! Semoga lo gak akan pernah hidup lagi hahaha" Lidya tersenyum, berlari meninggalkan tempat itu.


Al berlari menghampiri gadisnya, hatinya bagikan di tusuk ribuan jarum. Dengan cepat Al membuka ikatan dibantu juga dengan yang lainnya. "Lea, hey wake up! Sayang bangun, Lea bangun" Al mencoba membuat Lea sadar, ya walaupun hasilnya-


Al langsung bangkit, ketika ikatan pada tubuh Lea terlepas. Lea dengan setengah kesadaran, tersenyum menatap Al yang sudah menyelamatkannya.


"Ugh" Degus Lea ketika benda tajam itu terlepas. Mengangkat gadisnya dan membawanya pergi dari tempat ini.


...…...


Melangkah memasuki rumah sakit dengan buru-buru, darah yang keluar makin banyak. Dokter datang dengan beberapa suster, tak lupa membawa brankar. Membawa Lea ke ruang UGD.


"Mohon tunggu di sini tuan" Suster tersebut berucap, menutup pintu UGD.


Badan Al merosot, menunduk dalam. Shock? Jangan ditanya, apalagi melihat kejadian itu di depan mata kepalanya sendiri. Revan datang di susul dengan Acha, Thony dan Jojo.


Menatap iba pada Al, tak berapa lama Ardit, Rika, Amel dan Arko datang. Rika berjongkok, menatap putranya sedih. Sedih karena melihat Al seperti ini.


"Al" Panggil Rika dengan suara parau nya. Mengusap rambut putra semata wayangnya.


Al mendongak "Bunda" lirih Al yang langsung memeluk Rika.


"Lea bunda, Lea" Cicit Al.


Rika hanya bisa mengangguk, mengusap punggung Al untuk memberikan ketenangan. "Iya, Bunda tau sayang. Lea gak akan kenapa-napa. Lea itu kuat, kamu tenang aja ya!"


"Maafin Al, Al gak bisa jaga Lea bunda" Al untuk pertama kalinya meneteskan air mata.


"Gak Al gak salah" Al semakin memeluk bundanya, rasanya begitu berat baginya. Berat sekali, melihat orang yang kita cintai terluka. Dan pelakunya orang terdekat.


Ternyata orang yang paling dekat adalah musuh yang paling berbahaya. Dan benar saja, itu terjadi sekarang.


Marah, kecewa, sedih semua campur aduk. Semuanya karena cinta, cinta yang tak terbalaskan.


Andai, jika Lea tau kalau Lidya menyukai Al. Mau gimana lagi? Semuanya juga udah terjadi. Lidya teman yang sudah Lea anggap sahabat, bahkan saudara. Bahkan rela melakukan hal yang diluar nalar mereka.

__ADS_1


Al bangkit, menghampiri Amel yang menangis di samping Arko. "Mama" Al menggenggam erat kedua tangan Amel.


"Maafin Al, maafin Al yang gak bisa jaga Lea"


Amel tersenyum paksa, memeluk menantunya. "Al gak salah, ini udah takdir" Hati dan mulut berbeda.


Mulut berkata tak apa, hati berkata berbeda. Sedikit kecewa pasti, siapa yang tak kecewa jika anaknya tak bisa dijaga dengan baik. Entahlah mau marah juga tak bisa.


Memegang kedua pundak Al. "Sekarang kamu ganti, pakaian kamu udah kotor semua. Disini ada yang lainnya juga. Kalau ada apa-apa Mama akan kabarin kamu"


Al mengangguk, benar pakaiannya sudah kotor, banyak bercak darah yang mengenai pakaiannya. Menerima papper bag dari Rika, Al berjalan gontai menuju ke kamar mandi.


"Cari keberadaan Lidya sampai dapat, gue tunggu secepatnya" Bisik Al pada Revan.


...…...


"Seneng banget gue, akhirnya Lea mati ditangan gue. Sekarang gue harus pergi, jangan sampai gue ketangkep sama Al atau anggota Alvarebos lainnya. Mampus kalau gue ketangkep sama mereka"


Lidya sekarang berada di rumahnya. Dirinya langsung saja mengemasi pakaiannya tak banyak hanya sebagian. Melangkah keluar, di depan rumahnya sudah ada Bara yang menunggu nya.


"Ayo kita jalan sekarang"


Dengan kecepatan di atas rata-rata. Bara mengendarai mobilnya, meninggalkan kediaman Lidya.


...…...


"Keadaan pasien kritis, pasien banyak mengeluarkan darah. Tapi untungnya pasien segera dibawa disini" Jelas dokter ber-name tag Maya.


"Untuk luka tusukan?"


"Untuk tusukan, tak begitu masalah. Untung saja tidak mengenai organ dalam. Doakan pasien semoga bisa melewati masa kritisnya. Kalau begitu saya akan memindahkan pasien ke ruang rawat beberapa jam. Saya permisi" Pamit dokter Maya.


...…...


Berjalan angkuh memasuki basecamp. "Dimana?" Tanya Al to the point, dan tak lupa dengan wajah datarnya.


"Ruang eksekusi" Ucap Revan, Al mengangguk berjalan menuju ke ruang eksekusi.


Al masuk kedalam, ruangan menjadi sunyi. Hanya suara sepatu dan lantai yang saling bersautan.


Tak berapa lama pintu terbuka, semuanya menoleh ke ambang pintu. Semuanya terlonjak kaget. Di sana berdirinya Rika dan Amel. Berjalan masuk menghampiri Lidya yang terikat di atas kursi.

__ADS_1


"Bunda, Mama"


Tap


Tap


Langkah demi langkah terdengar, Revan, Jojo dan Thony saling tatap. Bahaya nih kalau Rika turun tangan apalagi ada Amel. Pilihan ada 2, keluarga hancur atau kamu mendekam di penjara.


"Lidya Putri, anak pertama sekaligus pewaris utama dari perusahaan Lion Gruop. Sebenernya tante gak mau buat ikut campur, tapi di lihat-lihat kurang seru kalau gak ada yang namanya kehancuran" Ucap Rika menyandarkan dirinya pada meja.


Amel maju. "Gimana jadinya kalau Papa kamu tau dengan kebusukan kamu? Lionando Putra, memiliki penyakit jantung"


"Saya kasih dua pilihan, mau hancur atau masuk penjara?" Tanya Amel, tak ada bantahan.


Lidya hanya diam, pelipisnya sudah berkeringat dari tadi. Dia tak ingin mendekam dipenjara, tapi dia juga gak mau keluarganya hancur lebur.


"Dua-duanya aja, biar dia jera" Timpal Rika.


Amel mengangkat dagu Lidya dengan kasar. "Tujuan kamu membuat Al dengan Lea pisah bukan? Gimana kalau saya bikin kamu dan Papa kamu pisah untuk selamanya?" Ucap Amel, menghempaskan dagu Lidya dengan kasar.


"Oke tak ada bantahan, kamu liat aja satu jam ke depan. Kamu akan mendapatkan apa yang kamu lakukan!" Amel dengan wajah datarnya.


Bisa-bisanya orang didepannya ini membunuh anaknya, dan sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri. Kecewa? Tentu.


"Bunda dan Mama pamit, urus dia" Rika dan Amel pergi meninggalkan ruangan tersebut. Al, Revan, Thony dan Jojo saling pandang.


Ngeri bro!


...…...


Gimana? kesel ga? Seru gak? Apa masih kurang?


Spam Lanjutnya kakak 🤍


Cie yang tadi di gantung 😆


...…...


...Amel...


__ADS_1


...Rika...



__ADS_2