Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴘᴇɴᴄᴜʟɪᴋᴀɴ ʟᴇᴀ


__ADS_3

..."Kehilanganmu membuatku menjadi sosok Al yang lemah. Bukan yang kuat.. " -Alvaro Aldebaran...


...…...


Sudah satu jam kepergian Ghea, sampai sekarang Ghea belum kembali. Pikirannya teringat pada Al, gimana keadaan Al sekarang? Apa baik-baik aja, atau sekarang Al sedang mencari keberadaannya?


"Al aku kangen, aku butuh kamu sekarang, kamu dimana? Apa bener kita gak bisa ketemu lagi?" Lirih Lea.


Menatap sekitar, sunyi tak ada orang hanya ada suara burung yang berterbangan. Mendadak tubuh Lea menjadi kaku, ketika ada seseorang memegang pundaknya.


Deg


Jantung Lea berpacu dua kali lebih cepat, apa dia Ghea? Bukan telapak tangan Ghea kecil Lea tau besar kecil tangan teman-temannya. Ini bukan telapak tangan Ghea.


Terus ini siapa?


...…...


Al mengusap wajahnya frustasi, frustasi karena tak menemukan keadaan Lea. Sudah dua hari dirinya tak melihat Lea, sudah dua hari dirinya tak tau keadaan Lea.


"Anjing" maki Al semakin kasar memukulkan tangannya pada pohon yang ada didepannya.


Revan, Jojo dan Thony menarik Al agar tak melanjutkan lagi, tangan Al kembali berdarah dengan darah yang mengalir pada tangannya.


...…...


Ghea tersenyum mendapatkan apa yang dia inginkan, mengambil beberapa buah dan menaruhnya pada jaket yang sudah dia lepas terlebih dahulu.


Dengan semangat Ghea mengambil semua dan mengikatnya pada jaket, meninggalkan tempat tersebut dan kembali pulang.


"Akhirnya dapat juga, gue harus cepat-cepat datangi Lea"


...…...


Di lain tempat seorang wanita dengan senyum smirk-nya menatap seseorang yang sudah lama ingin dia bunuh. Siapa lagi kalau bukan Lidya. Bangga? tentu saja, usahanya berbuah hasil..


"Akhirnya sekian lama gue susun rencana, semuanya berjalan mulus. Lea maafin gue, andai lo gak memiliki hubungan dengan Al mungkin aja gue gak lakuin ini, tapi karena lo punya hubungan sama dia. Terpaksa.. gue lakuin hal ini" Lidya dengan bangganya mendapatkan seseorang yang telah lama dia incar.


Tak peduli dengan kata orang. "Kayaknya seru kalau gue buat lo trauma terlebih dahulu, terus gue bunuh lo dengan cara yang mengenaskan" Lidya menyandarkan diri pada meja dan menatap sahabatnya yang tergeletak di atas kursi dengan kedua tangan dan kaki yang terikat.


"Bara!"


Orang yang dipanggil namanya pun datang. "Kenapa?"


Bara? Itu lho musuh Al, tangan kanan Vellix, dia berkerja sama dengan Lidya. Mereka berdua memiliki tujuan yang sama, yaitu Bara ingin membuat Alvarebos tunduk padanya. Sedangkan Lidya membuat hubungan Al dan Lea hancur berantakan.


"Jaga dia jangan sampai ada orang yang masuk, gue pergi dulu. Kalau dia udah sadar kasih dia makan, jangan sampai mati dulu sebelum dia dapat siksaan. Ngerti?"


Bara mengangguk. "Ngerti, tenang aja sama gue semuanya aman kecuali ada bayarannya"


Lidya memutar bola mata malas, merogoh saku dan memberikan beberapa uang lembar kepada Bara. "Nih, awas aja kalau lo gak becus. Lo akan tau akibatnya" Lidya dengan cepat meninggalkan tempat tersebut dan meninggalkan mereka berdua.


"Kasihan gue sama lo, gak ada salah tapi lo yang kena" Bara meninggalkan Lea yang masih tak sadarkan diri.


...…...


Di sebuah ruangan, tak begitu luas tapi lengkap dengan berbagai barang. Pintu terbuka membuat gadis itu tersenyum.


"Apa yang lo lakuin ke Lea?" Tanya Kevin yang baru saja masuk.

__ADS_1


"Lo bodoh apa gimana?"


"Lepasin dia!" Ujar Kevin.


Memutarkan kursi, tangannya menyangga dagu, menatap tajam lawan bicaranya. Apa lepas? Tak semudah itu.


"Kalau gue gak mau gimana? Udahlah gimana kalau kita kerja sama?" Tawar Lidya.


Lidya bangkit. Berjalan menghampiri Kevin "Gue tau lo suka sama Lea" Ucap Lidya. "Maka dari itu, gue mau ajak lo kerja sama. Lo untung gue juga untung" Ucap Lidya kembali.


"Lepasin dia!"


"Gak mau, gue susah payah susun semuanya dan lo tiba-tiba datang buat hancur semuanya? Gak semudah itu Kevin"


"Lo gila Lidya! Jangan sampai rasa iri lo nguasai diri lo! Sadar, dia sahabat lo!" Ucap Kevin dengan nada tinggi.


"Dia bukan sahabat gue!" Teriak Lidya yang tak kalah tinggi.


Kevin terdiam, menatap Lidya bingung.


"Stop Lid! Sadar sama apa yang lo lakuin. Lo buat Lea celaka, dia sahabat lo Lidya dia sahabat lo! Dimana hati nurani lo!"


"Emang itu tujuan awal gue, culik Lea dan buat dia celaka" Ucap Lidya dengan santai.


"Kalau lo sayang sama Al, bukan gini caranya! Lo malah buat dia ilfil sama lo!" Kevin mencoba memberitahu Lidya agar menghentikan semuanya.


Percuma juga, Lidya kan gila.


"Gue gak peduli Al bakal benci atau gak suka sama gue! Yang terpenting Lea hilang terlebih dahulu"


"Gue gak habis pikir sama pikiran lo! Lo cuma obsesi bukan cinta!"


...…...


Lea mengerjapkan matanya berkali-kali. Padangan yang awalnya buram, kini kembali normal. Menatap sekitar.


Asing.


Dia dimana?! Bagaimana bisa dia disini?!


Pikirannya kembali teringat waktu di-hutan, kejadian itu berputar di kepalanya. Membuatnya terhenti ketika seseorang menepuk pundaknya. Setelah itu- dirinya tak tau apa yang terjadi.


Dirinya semakin panik ketika dirinya diikat di atas kursi. Lea berusaha melepas tali tersebut, bukannya lepas malah tangannya yang semakin sakit.


Nafasnya naik turun, tubuhnya lemas. Ahh dia lupa dia belum makan dari dua hari yang lalu.


Lea terdiam, seketika tubuhnya menegang ketika sadar bahwa dirinya-


Disekap!


Ghea? di-dia dimana? Jangan bilang kalau dirinya juga di culik.


Tubuh Lea kembali menegang ketika mendengar suara langkah kaki yang mendekat.


Tap


Tap


Al!

__ADS_1


Kriettt!


Pintu terbuka, seorang gadis dengan langkah angkuhnya berjalan menghampiri Lea yang sudah panas dingin di tempat. Matanya menatap tajam kearah Lea, mata Lea menyipit menatap kedua mata gadis tersebut.


Mata itu-


Lea kenal mata itu, tapi siapa?


Perlahan gadis tersebut berjalan menghampiri Lea. Gadis tersebut berdiri tepat satu langkah di keberadaan Lea.pp


"Lama tak berdua bersama, Lea" Ucap gadis tersebut.


Suara ini? Lea kenal suara ini. Matanya menyipit menatap lawan bicaranya.


Gadis tersebut membuka hoodie-nya melempar ke sembarang arah. Mata Lea terbelalak, pikirannya tiba-tiba loading. Kenapa ada Lidya?


"Gak usah kaget gitu dong, santai aja" Ucap lidya.


"Lo pasti bingung kenapa gue culik sekarang" Ucap Lidya tersebut. "Karena gue benci sama lo!" Lanjut Lidya kembali.


"Lo emang gak salah, yang salah kenapa lo hidup di dunia ini! Lo udah rebut semuanya. Mulai dari anak-anak, prestasi, lomba, dan Al Lo udah ambil Al, lo itu parasit di hidup gue! Lo udah rebut semuanya dari gue. Gue benci sama lo gue benci!" Teriak Lidya yang menggema di setiap sudut ruang.


Hah?!


Jadi, Lidya suka sama Al? Lidya cinta sama Al? Al suaminya?


Lea berusaha untuk membuka tali, Lidya tersenyum. Tersenyum melihat Lea yang terduduk lemas di atas kursi. berjongkok dihadapan Lea.


"Kenapa? Mau ngomong, oke" Lidya langsung saja membuka lakban dengan paksa. Membuat Lea menahan perih.


"Kenapa lo lakuin ini Lid? Gue punya salah apa sama lo!" Lea tak bisa menahan air matanya.


"Salah lo, lo hidup di dunia ini! Seandainya lo dan Al gak nikah mungkin aja, gue gampang buat singkirkan lo"


Tau darimana kalau Lea dan Al nikah? Apa selama ini Lidya mengikutinya.


"L-lo tau darimana kalau gue sama Al nikah?" Tanya Lea, gugup.


"Gue ikutin lo" Benar saja dugaan Lea. "Awalnya gue kira kalian sahabat, tapi kok aneh ya. Sahabat satu apartemen, gue kira lo open BO. Haha, tapi dugaan gue salah, ternyata lo dan Al nikah. Pupus deh harapan gue"


"Maaf, gue gak maksud buat sembunyiin ini semua, gue, gue cu-"


"Shut! Stop ngomong nya. Gue gak butuh penjelasan lo. Yang gue butuhkan adalah lo mati ditangan gue" Potong Lidya.


Mati? Lo harus mati?!


Lea harus mati ditangan sahabatnya sendiri?


Lea meneguk salivanya susah payah, Lea tak menyangka bahwa Lidya akan melakukan hal seperti ini. Tubuhnya bergetar ketika Lidya mengambil di saku celananya, memutar benda tajam tersebut dengan senyum.


Takut? jangan ditanya.


Lidya menatap kebencian kearah Lea. Memutar-mutar benda tajam tersebut, senyumnya semakin mengembang ketika mendengarkan isakan Lea. Berhasil!


"Gue mohon lepasin gue"


...…...


Yang tanya siapa pelakunya tuh udah ada. Lanjut gak? Lanjut gak? Lanjut lah masa gak! Spam lanjut yuk kakak 🤍

__ADS_1


Semangat puasanya! See you next episode guys


__ADS_2