Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴋᴇʀᴊᴀ sᴀᴍᴀ


__ADS_3

Tanpa mereka semua sadari Sania, Fita dan Fila melihat kejadian itu di mana Rika menolak Bobby mentah mentah, setelah melihat keadaan sekitar sudah mulai lengang Sania dkk pun menghampiri Bobby.


"gimana kalau kita kerja sama" ucap Sania.


"maksud lo?" tanya Bobby bingung.


"ya, gue bisa buat Rika malu dan lo bisa dapetin Rika" ucap Sania.


"ya gini aja deh lo mau atau gak intinya nanti lo bisa dapat Rika" ucap Sania.


yap, Sania sudah memikirkan langkah untuk mempermalukan Rika karena masalah kemarin, sekarang Sania sedang mencari partner untuk kerja samanya agar lancar.


"gue gak mau" ucap Bobby.


"yakin?" tanya Sania.


"iya lah ngapain juga kerja sama sama orang licik kayak lo" ucap Bobby.


"sialan ni cowok pake hina gue lagi, oke gapapa kali ini lo boleh nolak tapi liat aja nanti" batin Sania.


"oke gapapa kita liat aja nanti lo atau gue yang bakal sujud buat kerja sama ini" ucap Sania.


"gak bakal terpengaruh" ucap Bobby lalu meninggalkan Sania.


"oke gapapa awas aja kalau sampai lo yang minta" guman Sania.


Sania dan Rika sekarang ada di kantin, setelah beberapa jam mereka memutar otak untuk tugas kampus.


"gimana soal kemarin?" tanya Amel sambil menyeruput minumannya.


"ya gak kenapa-napa, untung sih kak Ardit ngerti dan gue udah ceritain semua masalahnya" ucap Rika.


"lo serius terus gimana?" tanya Amel.

__ADS_1


"ya dia mau bantuin tapi gue tolak gue gak mau rencana yang udah gue susun lama hancur gitu, sekarang kan cuma tinggal gue keluarin tu cewek'' ucap Rika.


"kela-" ucap Amel namun terpotong oleh kedatangan Sania dkk.


"hay Rika, gimana kemarin lancar kan ngej****g nya?" tanya Sania.


"oh iya guys gue ada berita nih, kemarin gue liat Rika jalan sama abang-abang, mungkin keluarganya udah bangkit kali ya" ucap Sania dengan remeh.


"dan kalian tau siapa cowoknya?" tanya Sania dengan sedikit teriak.


"Ardit Pamunggal wow" ucap Sania yang membuat semua murid kembali membicarakan Rika dengan bisik-bisik.


"ha? seriusan Ardit pamunggal yang gans itu kan yang pernah nganter dia?" bisik mereka.


"gila pake pelet paan tuh Rika sampai dapet Arditya pamunggal" bisik yang lainnya.


"dengan cara di jodohin" ucap Rika dalam hati.


"emang udah gesrek, gak gesrek lagi sih kayaknya udah lebih di atasnya" bisik Rika.


"terus napa kalau gue sama Arditya Pamunggal? terserah gue dong kalau gue mau jual diri gue, emang masalah sama situ? gak ada kan?" ucap Rika lalu pergi.


Sebelum itu dia membisikan kalimat ke Sania. "sorry ucapan lo gak mempan ke gue, kalau mau maluin orang mending dipikir deh dua kali dari pada malu" bisik Rika.


"mampus malu" bisik Amel.


Sania yang mendengarkan itu mengertakan kakinya dengan kesal bisa-bisanya Rika gak malu atau pun marah ke dia.


"sialan kenapa tu cewek gak malu sih? tapi gapapa gue masih punya yang lain" guman Sania tanpa dia sadari dia telah melanggar ucapan Rika kemarin.


"kita cabut" ucap Sania kepada Fita dan Fila.


Sedangkan Rika dan Amel sekarang berada di taman kampus, Amel tak berhenti-hentinya tertawa karena tadi di kantin bisa-bisanya Sania bilang kalau Rika jalan buat ngejual diri? oh ayolah San berfikir lah sebelum berbicara.

__ADS_1


"eh sumpah gue ngukuk dong sama tadi, gila tu cewek lu dikira jual diri sama suami lo hahah" ucap Amel diakhiri tawa.


"udah ah, ketawa mulu lo" ucap Rika.


Sebenarnya Rika juga tertawa, menurutnya ini tak memalukan dirinya buat apa memalukan dirinya sedangkan yang di katakan Amel juga benar buat apa coba ngelakuin itu ke suami sendiri?.


"hahaha -bukan gitu, tapi ngukuk aja sih, bisa-bisanya lu itu kayak gitu ke suami lo kan boom aneh gitu" ucap Amel.


"eh entar tapi mending lo bongkar deh Rik, lo gak bosen apa atau enek gitu liat tu muka?" ucap Amel.


"iya juga sih, tapi-" ucap Rika sambil berfikir.


"kelamaan, udah gini aja... " bisik Amel yang membuat senyum Rika mengembang.


"bagus juga rencana lo, oke nanti deh kita lanjutin sekarang kita ke kelas, entar lagi mikirnya" ucap Rika.


Mereka pun ke kelas dan melanjutkan sisa belajarnya di kampus, setelah selesai dengan belajar mengajar mereka berdua pulang tapi langkah mereka berdua terhenti ketika seseorang memanggil nama Rika.


"Rika" ucapnya.


Rika menoleh sambil mengerutkan dahi.


"eh lo Rika kan?" tanyanya dan membuat Rika mengangguk.


"lo di suruh ke cafe pelangi" ucapnya.


"ngapain gue ke sana?" tanya Rika.


"Bobby minta lo nemuin dia ada yang mau di omongin sama lo" ucap nya.


"gak deh, lo bilang aja gue gak mau" ucap Rika.


"ya kalau itu gue gak bisa, gue ada kelas dan kalau lo mau nolak mending lo temuin dia, ya udah gue pergi" ucapnya lalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2