Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴜᴅᴀʜ ɢᴜᴇ ᴍᴀᴀғɪɴ


__ADS_3

..."Udahlah, semuanya udah terlanjur. Bayangin aja kejadian waktu itu gak pernah terjadi." -Alexa Louis...


...…...


Hari ini adalah hari terakhir Al dan Lea melaksanakan Ujian semester. Setelah satu minggu menatap buku-buku akhirnya sekarang adalah yang terakhir untuk mereka ujian.


Selesai dengan pakaian seragamnya, Al turun kebawah menyusul Lea yang berada di dapur.


"Masak apa?" Tanya Al, menuangkan air pada gelas.


"Aku buatin sup aja ya, gak ada yang lain soalnya. Bahan-bahan udah abis. Nanti habis pulang kita belanja" Lea mengaduk-aduk sup jamur buatannya.


"Hm"


...…...


Menggandeng tangan Lea, berjalan menuju ke kelas. Langkahnya terhenti ketika handphone Al berdering.


"Sayang, kamu ke kelas sendiri bisa? Aku ada urusan sama anak-anak" Ucap Al, selesai mengangkat panggilan.


"Iya gapapa Al, lagian udah deket kok"


"Maaf ya, atau aku suruh Acha jemput kamu"


Lea menggeleng. "Gapapa kok, udah sana ditungguin yang lain lho"


"Aku pamit ya, kalau ada apa-apa bilang ke aku" Mengecup kening Lea singkat, dan pergi meninggalkan Lea.


Lea hanya bisa menggelengkan kepala, melanjutkan kembali jalannya menuju ke kelas.


"Lea!"


Menoleh kebelakang, mengetahui orang yang memanggilnya dengan cepat Lea berbalik, berjalan cepat. Meninggalkan seseorang yang mengejarnya.


"Lea, dengerin gue dulu"


Tangan Lea tercekal, membuatnya berbalik kebelakang. Menatap orang yang sudah tiga hari ini mengejarnya.


"Apa?"


"Please dengerin gue dulu, gue-"


"Sorry gue buru-buru" Menepis pelan, dan meninggalkan orang tersebut.


Sandra menghela nafas kasar. Dia Sandra sudah tiga hari ini dirinya mengejar Lea. Dirinya ingin meminta maaf pada Lea, rasa bersalah itu menjalar pada hatinya.


Yeee sekarang baru minta maap kemarin kemana neng?!

__ADS_1


Tapi Lea malah menghindar untuk bertemu Sandra, entah apa yang membuatnya menghindar dari Lea. Yang pasti Lea lagi beradaptasi seseorang.


Trauma nya begitu besar.


...…...


Al menatap tajam seseorang yang ada terduduk bersimpuh di depannya. Tangannya mengepal ketika mengetahui anggotanya bekerja sama dengan kelompok yang lain.


Penghianat! Bisa dibilang.


Semuanya diam, tak ada yang bersuara, Revan tak kalah tajam menatap orang tersebut. Amarahnya begitu tinggi, bisa-bisanya mereka kecolongan!


"Jujur! Lo bagi informasi apa ke mereka?" Tanya Al dengan nada dinginnya.


Tangannya sudah gatal ingin menghabisinya, tapi masih Al tahan dia ingin mendengar, tak ingin gegabah walaupun tak bisa ditahan.


Cowok itu diam, cowok ber-bad hijau, dan ber-name tag Candra Aryuda. Adik kelas yang Daniel dan Jojo temukan di belakang sekolah sedang mengobrol dengan anggota Alfa, musuh Alvarebos.


Sebenarnya mereka juga udah curiga dari awal, tapi karena masih berpositif thingking. Eh ternyata dugaan mereka benar, Adik kelas mereka bekerja sama dengan yang lain.


Baru jadi adik kelas aja udah penghianat gimana nantinya? Mau jadi apa lo nantinya?!


Candra diam, membuat yang lainnya mengeram kesal. Jujur napa sih? Kenapa takut? Kan salah lo sendiri yang bongkar rahasia Alvarebos.


"Jawab anjing! Diem mulu lo, gak punya mulut lo hah!" Geram Jojo, dirinya udah gedek sendiri sama adik kelasnya.


"Baru jadi adik kelas udah penghianat lo! Mau jadi apa lo hah!"


Amarah Al sudah tak bisa terkendali. "Jawab sama gue informasi apa yang lo ke mereka anjing!" Menarik kerah Candra.


Muka Candra udah babak belur, darah segar keluar dari hidung dan pelipisnya.


"Jawab! Kalau ditanya! Diginiin diem, kemarin kemana aja lo? Untung kepergok kalau gak udah berapa banyak rahasia kita yang lo bongkar" Ucap Jojo.


Mendorong Candra yang membuat tubuh nya terbentur tembok, membabi buta. Al tak peduli dengan yang lainnya. Mati? Bodo amat! Bukannya penghianat harus mati?


Al paling benci dengan yang namanya pembohong. Sekali lo bohong akan terus berbohong! Dan pembohong adalah penghianat.


Candra tak bisa melawan tubuhnya merasa remuk, darah segar keluar dari mulutnya. Al menghentikan pukulannya. Memundurkan diri beberapa langkah.


"Urus dia, jangan sampai mati. Buat dia koma di rumah sakit" Ucap Al.


Candra tak kuat lagi, dirinya ambruk seketika.


Mengambil tas dan meninggalkan yang lain, jam ulangan sudah dimulai sepuluh menit yang lalu. Mereka masih berada di gudang.


"Eh tungguin!" Mereka semua mengejar Al yang sudah berjalan meninggalkan gudang.

__ADS_1


...…...


Lea kembali ke kelas, begitu sepi dan sunyi semuanya sudah pulang. Lea baru selesai mengerjakan tagihan tugas yang numpuk karena masalah kemarin.


Mengambil tas, mematikan lampu dan berjalan keluar. Al sudah menunggunya di parkiran.


"Lea!"


Suara itu lagi-lagi terdengar di telinga Lea. Membalikkan tubuh dan menatap Sandra yang berjalan kearahnya.


"Le" Menarik kedua tangan Lea. "Please maafin gue"


Lea menghela nafas lelah. "Udah gue maafin"


"Ya emang gue yang rencanain buat lo celaka tapi sumpah Demi apapun. Gue gak bikin rencana buat bunuh lo"


"Tapi buat gue pergi" Ucap Lea santai yang membuat Sandra diam.


"Gue udah maafin lo, sekarang gue mau pergi" Ucap Lea yang siap-siap pergi meninggalkan Sandra.


"Lea"


"Makasih ya, lo udah maafin gue. Gue tau sih kelakuan gue sebenarnya gak pantas buat dimaafin" Lha itu tau terus?


"Lo baik, Al pantes dapatin lo. Makasih ya sekali lagi" Ucap Sandra.


Menatap kedua mata Sandra yang berkaca-kaca membuat Lea melangkah mendekat, memeluk Sandra.


"Maafin gue Lee, gue selalu jahat sama lo, gue selalu cari masalah sama lo" Isak Sandra membalas pelukan Lea.


"Gue udah maafin lo, jadi gak usah nangis lagi" Lea melepas pelukan, memegang kedua pundak Sandra.


"Udahlah, semuanya udah terlanjur. Bayangin kejadian itu gak pernah terjadi" Ucap Lea.


Sandra mengangguk, hatinya lega ketika sudah mendapatkan maaf dari Lea. Lea baik, bahkan sangat baik, disaat orang-orang melakukan kejahatan padanya.


Lea hanya diam, dirinya tak ingin menyakitkan orang lain. Walaupun ada rasa untuk membalas, tapi Lea tak ingin membuat masalah memanas.


Penyesalan memang berada di akhir, kalau diawal bukan penyesalan namanya melainkan awalan. Memang sedikit susah untuk memaafkan tapi masa iya sih kita gak maafin.


Tuhan aja pemaaf masa hambanya gak?


...…...


Episode kali ini sampai sini ya guys. Garing? Maaf ya..


Semangat puasanya! Spam lanjutnya kakak 🤍

__ADS_1


__ADS_2