
"Gue ke kelas duluan, bye" Pamit Lea meninggalkan Al.
"Lea, Lea" Panggil Jojo yang membuat langkah Lea terhenti.
"Jangan lupa.." Ucap Jojo yang menggantung membuat yang lainnya menatap ke Jojo dengan penasaran.
"Apa?"
"Bilang ke Ghea kalau gue masih sayang sama dia" Ucap Jojo.
"Oke gue sampaikan ke Ghea, semangat perjuangin nya, gue duluan bye" Pamit Lea.
Lea pergi meninggalkan, Al, Revan, Thony dan Jojo. Semuanya menatap kearah Jojo dengan penasaran, apa Jojo masih suka sama Ghea? Kalau iya berita bagus sih toh mereka juga sempat berhubungan cukup lama.
"Lo masih suka sama Ghea?" Tanya Al.
"Kagak, cuma kabarin aja"
"Wah parah lo Jo anak orang lo mainin" Ucap Thony sambil menyenggol tangan Jojo.
"Ya gak lah ya kali, ntar kalian tau sendiri" Ucap Jojo.
"Bau-bau balikan" Ucap Revan.
"Doain"
"Udah yuk kelas" Ucap Revan.
Mereka berempat meninggalkan parkiran dan berjalan menuju ke kelas mereka.
...…...
"Pagi guys" Sapa Lea.
"Pagi Lea" Ucap mereka bertiga.
"Tumben gak telat?" Tanya Lea.
"Gak gue kan anak rajin" Ucap Ghea dengan bangganya.
"Rajin gak ngerjain tugas" Ucap Acha.
"Enak aja, gue ngerjain ya sekarang. Tapi ketinggalan di rumah"
"Sama aja"
Mereka melanjutkan kembali obrolan mereka, tapi Lea masih memikirkan satu hal kayaknya dia ketinggalan barang deh tapi apa?.
Hingga akhirnya Pak Botak (Guru geografi) masuk, member mereka semua kembali ketempat duduk masing-masing dan diam.
"Selamat pagi" Ucap Pak Botak memasuki kelas.
"Pagi pak"
"Oke sebelum pelajaran kita mulai, bapak kemarin sudah memberikan tugas. Semua tugas dikumpulkan di depan yang tidak mengerjakan silahkan keluar sekarang juga!" Perintah Pak Botak.
Semuanya mengambil buku mereka masing-masing dan berjalan ke depan mengumpulkan tugas. Sedangkan Lea masih mengobrak-abrik tas nya mencari buku tugasnya.
"Ini buku kemana lagi, kok gak ada sih. Perasaan tadi pagi udah gue siapin kok gak ada sekarang" Batin Lea sambil mengobrak-abrik tas nya.
"Kenapa Le?" Tanya Acha.
"Buku gue kok gak ada ya? Perasaan tadi udah gue bawa kok, kok sekarang gak ada" Ucap Lea.
"Kenapa Le?" Tanya Danish.
"Bukunya gak ada, coba cari pelan-pelan" Ucap Acha sambil membantu Lea mencari bukunya.
"Ini kenapa ada 27 anak aja yang kumpulin? Yang 2 nya mana?" Tanya Pak Botak.
"Ghea kamu gak ngerjain lagi?" Tanya Pak Botak menatap Ghea tajam.
"Saya ngerjain Pak tapi ketinggalan tadi di rumah. Jadi.." Ucap Ghea namun terpotong oleh Pak Botak yang menyuruhnya keluar.
__ADS_1
"Gak ada jadi-jadian, keluar kamu bersihkan WC putri sekarang" Perintah Pak Botak.
"Sekarang Pak?"
"Besok! Ya sekarang, keluar!" Ucap Pak Botak yang membuat Ghea lari keluar.
"Lea" Panggil Pak Botak.
"Kamu ngapain berdiri terus?" Tanya Pak Botak yang melihat Lea dari tadi tak duduk-duduk.
"Em ini Pak saya cari buku saya"
"Kamu gak kerjain tugas?"
"N-nggak Pak saya ngerjain tapi gak tau kemana bukunya" Ucap Lea sambil menggelengkan kepalanya.
"Saya gak terima alasan, keluar sekarang! Jangan lupa bersihkan WC putri sekarang juga!" Perintah Pak Botak menunjuk ke arah pintu.
Lea mau tak mau harus keluar kelas, baru pertama kalinya Lea kena hukum. Dengan langkah malas Lea keluar kelas, matanya mendapatkan Ghea yang duduk di depan kelas sambil mengayunkan kakinya.
"Ghea" Panggil Lea yang membuat Ghea menoleh.
"Lho kok lo keluar?" Tanya Ghea dengan bingung.
Tumben banget, kan yang paling rajin itu Lea tapi kenapa sekarang keluar?.
"Buku gue ketinggalan, mau gak mau gue keluar" Ucap Lea dengan malas.
"Alhamdullilah gue ada temennya" Ucap Ghea dengan girang.
Di kelas Al melihat Lea yang keluar kelas membuat Al mengerutkan dahi. Untung di kelas Al jam pertama kosong karena gurunya sedang ada acara. Jadi dirinya bisa keluar kelas.
"Lea ngapain keluar?" Batin Al dengan bertanya-tanya.
Al melangkahkan kakinya keluar kelas membuat ketiga sahabatnya saling tatap. Dan membuat mereka juga mengikuti Al keluar kelas.
"Udah yuk jalanin tugasnya biar cepat selesai" Ajak Lea menarik tangan Ghea menuju ke arah toilet.
"Iya nanti kalau udah selesai, sekarang kita jalanin tugasnya ya?"
"Gak mau lo mau gue pingsan di kamar mandi nanti? Gak mau kan ya udah yuk ke kamar mandi eh kantin maksudnya"
"Mau kemana?" Tanya seseorang yang membuat Lea dan Ghea menghentikan langkah mereka dan menoleh ke sumber suara.
"Cabut?"
"Gak ini anu kita kena hukum, udah yuk Ghe takut ketauan Pak botak mati kau ayo!" Ucap Lea menarik tangan Ghea.
"Gue laper Le"
"Nanti aja, yuk biar cepet selesai Ghea. Lo jangan ngajak ribut di sini ya!" Ucap Lea dengan kesal.
"Ih bukannya gi-" Ucap Ghea namun terpotong oleh suara bariton yang membuat mereka semua menoleh ke suara tersebut.
"Ghea! Lea! Kenapa masih di sini? Atau mau saya tambah hukuman kalian?" Tanya Pak Botak.
"Gak Pak, ini kita mau jalan kita duluan Pak. Permisi" Pamit Lea sambil menarik tangan Ghea.
"Kalian berempat masuk kelas gak ada bolos" Perintah Pak Botak lalu menutup pintu kelas dengan keras.
Bruk
Bukannya masuk Al dkk malah keluar menuju ke kantin. Daripada di kelas gosip mulu mending di kantin lumayan buat isi perut.
Di tempat Lea dan Ghea, dari tadi Ghea tak berhenti menyumpah serapah Pak Botak.
"Sumpah tuh guru kenapa gak mati aja sih nyusahin banget jadi guru" Gerutu Ghea.
"Ghe mulut lo!"
"Biarin, jadi guru tega banget masa gak ngerjain tugas doang suruh bersihin WC"
"Ya mungkin aja Pak botak ngelakuin gini biar kita gak bikin masalah, biar kita tertib dan disiplin" Ucap Lea.
__ADS_1
"Iya juga sih tapi udah ah kantin aja yuk beneran Le perut gue laper banget" Ucap Ghea.
"Emang lo gak sarapan?" Dapat gelengan dari Ghea.
Dengan kasihan Lea gak menuruti Ghea. Mereka pun meninggalkan kamar mandi dan menuju ke kantin.
...…...
Suasana kantin begitu sepi, ya emang sepi kan belum istirahat. Lea dan Ghea mengambil posisi duduk paling ujung agar tak begitu ketahuan.
Tanpa mereka ketahui dari jarak yang tak begitu jauh. Mata tajamnya dari tadi sudah menatap mereka berdua. Siapa lagi kalau bukan Al dari tadi dirinya menatap gerak-gerik Lea.
"Berani juga bolos" Batin Al.
...…...
Bel istirahat sudah berbunyi, Ghea masih saja anteng dengan memakan bakso yang sudah ke tiga kalinya. Ini laper apa doyan? Tumben banget Ghea makan segini banyak paling banyak juga dua.
"Ghea pelan-pelan kalau makan, lo kayak gak makan berhari-hari aja" Ucap Lea yang memperingati.
Ghea menghentikan makannya menatap ke arah Lea sebentar lalu melanjutkan makannya kembali.
"Emang gue belum makan dari kemarin" Batin Ghea.
Al dkk berjalan menghampiri Lea dan Ghea, dan duduk di samping Lea.
"Lo gak makan?" Tanya Al.
"Udah nih, masih nunggu Ghea" Dan dapat anggukan kecil dari Al.
"Ghe lo laper apa doyan sih buru-buru banget" Tegur Jojo.
Membuat Ghea tersedak "Uhuk.. Uhukk." Dengan cepat Lea memberikan es jeruk milik Ghea.
"Pelan-pelan" Ucap Lea sambil menepuk punggung Ghea.
"Berisik setan" Ucap Ghea.
"Selow dong"
Ghea kembali melanjutkan makan baksonya, sedangkan Joko dan Revan memesan makanan. Tak berapa lama Acha dan Danish datang dan duduk di samping Thony.
"Di tungguin di kelas juga malah di sini" Ucap Danish.
"Sorry kita tadi langsung di sini"
Jojo dan Revan datang membawa pesanan, mereka pun memakan pesanan mereka masing-masing. Hingga suara seseorang membuat mereka menghentikan makanan mereke sejenak.
"Hai"
Semuanya menoleh kearah suara tersebut.
"Lidya!" Ucap Ghea, Acha dan Danish secara bersamaan membuat seluruh murid yang ada di kantin menoleh ke arah meja Al dkk.
"Hai apa kabar?" Tanya Lidya dengan senyum manisnya.
"Baik, sini-sini duduk" Ucap Danish menggeser posisi duduknya agar Lidya bisa duduk.
"Kapan dateng nya?" Tanya Acha.
"Kemarin lusa"
"Kenapa gak bilang kita?" Tanya Ghea.
"Udah bilang ke gue" Ucap Lea.
"Lha berarti lo udah tau?" Dapat anggukan dari Lea.
Lidya memesan makanan setelah datang pesanannya mereka pun melanjutkan makan mereka yang tertunda. Sesekali Lidya melirik ke arah yang lain terutama ke Al.
...…...
Jangan lupa buat Komen sebanyak-banyaknya dan juga vote nya. Sayang kalian banyak-banyak ❤
__ADS_1