Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴍᴇʀᴇsᴀʜᴋᴀɴ


__ADS_3

Menjalankan kembali motor dengan kecepatan sedang, setelah menjenguk Zayn dan ayahnya serta shalat maghrib di rumah sakit. Mereka melanjutkan perjalanan kemabli.


Tak begitu lama, hingga akhirnya mereka sampai di sebuah kafe yang cukup rame mungkin karena malam minggu juga jadi banyak sekali pasangan yang menikmati malam minggu di sini.


...…...


Sambil menunggu pesanan mereka semua mengobrol bersama. Meja di pisah, cowok sendiri dan cewek sendiri. Biasalah! Cewek kalau gak ghibah ya ghibah. Yang cowok palingan bahas geng atau gak game.


"Eh Le, Danish mau tanya dong" Ucap Danish.


"Apa?"


"Gi-" Ucap Danish, terpotong ketika pesanan mereka datang.


"Ini kak pesanannya, selamat menikmati" Ucap pelayang tersebut menghidangkan pesanan mereka.


"Makasih mbak" Ucap Lea sambil tersenyum.


"Sama-sama Kak" Ucap pelayan tersebut.


Mengambil pesanan mereka masing-masing, dan memakan pesanan mereka. Pertanyaan Danish membuat Lea tersedak.


"Gimana malam pertama lo sama Al?" Tanya Danish tanpa dosa.


Mulai lagi, polos-polos meresahkan nya keluar. Udah polos plus bego plus meresahkan. Kenapa sih Lea punya temen kayak gini, polos banget sampai melebihi batas.


"Uhukk uhuk" Lea tersedak dengan makanannya, Acha menepuk punggung Lea dan memberikan minuman.


Al menatap Lea yang tersedak, dan kembali lagi melanjutkan gamenya, gak ada gitu niatan buat bantuin? Biasalah! Al mana mau.


"Thanks" Menaruh kembali minuman dan menatap Danish tajam.


"Gimana? Eh iya kata mama sih itu sakit" Ucap Danish kembali.


Lea menutup kedua telinga nya, hatinya tak berhenti menyumpah serapah Danish, sialan emang punya temen kayak gini.


"Terus kata mama-"


"STOP!" Teriak Lea yang membuat semua menatap kearahnya.


Acha dan Ghea tak bisa menahan tawanya melihat muka Lea seperti kepiting rebus. Seru juga punya temen kayak Danish gini. Bisa buat mood jadi baik, tapi ada minusnya yaitu meresahkan.


Untung aja di lantai dua hanya Alvarebos serta ciwi-ciwi, Al memesan tempat ini sampai nanti malam jadi tak ada yang bisa masuk kecuali anggota Alvarebos.


"Ish kenapa sih? Kan Danish penasaran" Ucap Danish.


Iya penasaran boleh tapi gak gini juga Danish, beneran deh pingin banget Lea buang Danish entah kemana yang penting jauh-jauh dari dirinya.

__ADS_1


"Danish udah dong, lo gue bunuh ya lama-lama" Ucap Lea.


"Jangan dong, Danish penasaran sumpah" Ucap Danish mengangkat tangannya membentuk huruf 'V'.


Lea menahan kesalnya, ya tuhan baru aja kesal Lea hilang, sekarang nambah lagi gara-gara bocah gak ada biadab ini. Plis butuh pengangkatan otak sekarang juga!.


"Udah-udah, Danish udah ya. Kamu masih kecil gak boleh tanya gitu-gitu dosa" Lerai Acha sambil menahan tawanya.


"Gak mau! Tau gak? Danish penasaran tau, Danish gak tidur satu harian buat mikir ini"


Lea menganga lebar, a-apa? Satu harian? Ayolah Danish please, come on. Jangan buat Lea jadi kepikiran dong! Sudah cukup beban Lea sebanyak itu dan sekarang lo malah nambahin?.


Udahlah buang aja Danish ke sungai Amazon sekalian, biar gak bisa balik ke sini.


"Terus tau gak apa yang Danish temuin?" Tanya Danish yang membuat mereka bertiga menggeleng serempak.


"Yang Danish temuin itu..."


"Suara aa---" Ucap Danish terpotong ketika Ghea menutup mulut Danish.


Untung aja, Ghea cepat tanggap. Kalau gak nih ya dikit lagi suara itu bakal keluar. Acha dan Lea menganga lebar dan saling tatap.


Tatapan mu~


Senyuman mu~


Kayaknya Danish kerasukan dah, perasaan dulu normal-normal aja gitu enjoy gak ada masalah. Dan paling polos diantara mereka berempat. Ini kenapa kelas 11 jadi kayak gini?.


"Stoppp! Udah ah gue mau pulang" Rengek Lea yang sudah tak tahan dengan omongan Danish yang menurutnya ngelantur.


Al dan yang lain menghampiri meja Lea yang dari tadi ribut, entah ribut apa yang membuat mereka menghentikan gamenya.


"Kenapa?" Tanya Al.


"Al pulang ya, please"


Al mengangkat satu alisnya bingung, kayaknya ada yang gak beres nih. Soalnya tumben banget gitu Lea minta pulang biasanya dia paling semangat buat ikut ginian. Kenapa kali ini..


"Ada apa sih?" Tanya Jojo yang penasaran.


"Al... Ayo balik, please" Ucap Lea dengan memohon.


"Ck Lea mah, pertanyaan Danish belom di jawab lho. Jangan pulang dulu jawab dulu please" Mohon Danish.


"Kenapa sih?" Tanya Thony yang juga penasaran.


"Jadi, Danish tanya gi-"

__ADS_1


"Lo goblok banget jadi orang! Lo tuh ih kok gue yang jadi gemes sih, lo kalau tanya yang berfaedah dikit gitu lho! Kenapa malah nanya ginian" Potong Ghea.


"Ish tapikan Danish penasaran Ghe, lo tega ama gue"


"Iya kenapa? Gak terima? Lo sih jadi orang aneh banget"


Lho kok malah mereka yang ribut? Di pertemanan meraka itu gak ada yang namanya gak ribut pasti ada aja bahan buat ribut, entah itu sepele atau gak.


"Emang dia tanya apaan?"


"Udah-udah, kok kalian sih yang berantem. Lo juga polos-polos meresahkan!" Lerai Acha.


"Tau nih bocah nanya tuh yang bener, contoh nih kayak bagaimana cara melebarkan otak biar tidak goblok?" Ucap Ghea sambil menekan kata goblok.


Lea dan yang lain tak bisa menahan tawanya melihat muka Danish yang menahan kesal. Kenapa harus dia yang jadi bahan penistaan, apalagi sama Ghea. Gak akan berhenti menistakan dirinya.


"HAHAHAHAHA" Tawa mereka semua.


"Ck puas banget lo nistain gue" Ucap Danish mengerucutkan bibirnya.


"Ish ngambek, jangan ngambek dong kalau ngambek bibir lo makin panjang tau gak" Ucap Ghea.


"Sialan lo!" Kesal Danish.


"Udah-udah jangan berantem, lo Dan please ilangin meresahkan lo" Ucap Lea.


"Emang meresahkan kenapa sih?"


"Gak tau tuh mereka, padahal kan Danish tanya gimana malam pertamanya? Kata mama sih sakit, terus waktu Danish cari di internet malah keluar gitu dan ada suara a~" Ucap Danish dengan polos menjelaskan apa yang ingin dia tanyakan.


Yang pasti membuat semuanya melongo dan menepuk jidat mereka. Al, Thony, Revan dan juga Jojo. Please mereka juga laki normal, come on Danish.


"DANISH!" Teriak mereka semua.


"Bukan temen gue" Batin Ghea.


"Bukan kawan saya, kawan kau Le" Batin Acha.


"Temen pungut" Batin Lea.


"Hadir" Ucap Danish sambil mengangkat tangannya membentuk huruf 'V'.


...…...


Ada yang mau buang Danish gak?


Komen dan vote nya dong biar Nana semangat buatnya. Makasih yang udah baca 🤗

__ADS_1


__ADS_2