
Seperti biasa, Al menjemput Lea. Padahal pagi ini dirinya ingin membahas bagaimana caranya kevin meminta maaf pada keluarga Zayn -anggota Alvarebos.
Zayn telah koma selama 6 bulan terakhir, semua terjadi karena Zayn di serang habis-habisan oleh Vellix, untung saja nyawanya masih bisa tertolong tapi itu tak berarti sekarang.
Nyawa Zayn bertaruh antara mati dan hidup. Teman, sahabat serta keluarga Zayn menunggu keajaiban selama ini tapi naas Tuhan belum memberikannya.
Entah sudah berapa lama Al menunggu kedatangan Lea, memandangi jam tangan yang bertengger manis di pergelangan tangannya. Dan beberapa kali Al menghela nafas sabar.
"so-"
"Lama! Buruan naik"
Lea hanya mengangkat bahu acuh, bodo amat Al marah malah itu buat Lea senang.
...…...
Memasuki kawasan SMA Trisatya, banyak kaum hawa yang berhenti dan berjejer manis untuk mendapatkan sembako, eh bukan maksudnya Al ya mereka ingin melihat wajah tampan Alvaro Aldebaran.
Lea hanya memutar bola mata malas, ngapain sih cowok triplek diliatin gw aja malah bosen, pikir Lea.
"gue duluan"
Belum juga satu langkah, langkah Lea terhenti ketika Al menarik tangannya.
"Apa? Diliatin noh sama fans lo" Kesal Lea.
"gue tunggu nanti di taman belakang, waktu istirahat" bisik Al, lalu pergi.
Tentunya itu membuat para siswi berteriak histeris. Mereka iri dengan persahabatan Al dan Lea ya walaupun sahabatan, gak pernah akur.
Lea yang mendengarkan ucapan Al barusan, mengerutkan dahinya. Ngapain tuh bocah ngajak ke taman belakang? Aneh!
Lea yang tak mau menambah beban pun mengangkat bahu acuh dan meninggalkan lapangan sekolah.
...…...
Bel istirahat telah berbunyi, membuat seluruh murid berlarian ke kantin untuk mengisi perut mereka. Tak terasa memang sekarang mereka akan mendekati ujian tengah semester, jadi itu membuat mereka semua harus belajar ekstra.
__ADS_1
Begitupun dengan Lea, dia masih duduk manis membaca buku tentang geografis. Ghea sudah lelah membujuk Lea, gini nih kalau terlalu rajin.
"Le! Ayo dong kita laper tau"
Lea menghela nafas lelah, lelah dengan mereka canda lelah "kalian aja gue gak laper"
"ck! Lo mah terlalu rajin jadi anak. Sekali-kali gitu lho di bawah kkm. Napa sih!" ucap Ghea.
Yang membuat Danish dan juga Acha mengangguk.
Bentar apa bawah kkm? Oh tentu saja gak ada di kamus Lea, kalau ada pun sebenarnya juga gak ngaruh juga sih sama nilainya orang nilainya gede-gede.
"iya Le, kata Mama gapapa kok nilai kecil yang penting udah usaha, dan kata Mama nilai gak di bawa mati juga" ucap Danish dengan muka polos.
Y-ya emang bener nilai gak di bawa mati tapi, gak gitu juga konsepnya munaroh! Ini demi masa depan ngerti gak?.
"Iya Danish nilai gak di bawa mati kok, tapi kita juga harus belajar. Karena apa? karena bentar lagi kita kelas 12, bukan lagi main-main"
"tapi buat apa belajar kalau udah ada internet buat nyonto"
Tapi karena Lea masih punya hati jadi gak akan Lea buang.
Lea menghela nafas sabar "Sekarang gue tanya kenapa kita sekolah?"
"ya biar pinter"
"ya udah, berarti buat apa kita belajar?"
"biar pinter, tapi-"
"udah-udah gak usah di jawab, ya, gak usah sekarang kita ke kantin oke" merangkul pundak mereka bertiga.
"Ish Lea kan Danish mau jawab, kata mama kalau ada yang tanya ya di jawab gak baik tau!" kesal Danish melipat kedua tangannya didepan dada.
Lea menggaruk kepalanya yang tak gatal, ingin sekali Lea mencakar Danish sekarang juga. Untungnya Lea sabar, sabar masih satu tahun lagi buat hadapin Danish.
"eh tapi kalau lo gak belajar lo bakal diketawain dong sama Al" tanya Danish yang membuat Lea memejamkan matanya.
__ADS_1
Mulai lagi, nih anak bener-bener bikin emosi. Tapi ada benarnya juga sih, kalau nilai Lea kecil kan bisa diketawain abis-abisan sama Al.
Walaupun Al nakal tapi dia juga pintar di sekolah, dari dulu mengikuti lomba entah akademis atau non-akademis. Tapi semuanya tak terlihat karena ketutup oleh kenakalan Al.
Lea dan juga Al selalu bertarung dengan nilai, makanya Lea giat banget buat kali ini.
"ngapain nih bocah ngingetin tentang hal itu, ah sumpah, gue buang lama-lama lo!" batin Lea.
Sebentar-sebentar Lea keinget kalau dirinya.... Ada janji dengan Al di taman belakang, Lea menepuk keningnya.
Gara-gara Danish jadi gini nih, debat sama Danish gak akan pernah selesai. Ingat gak pernah selesai.
Lea langsung lari, menghiraukan jeritan sahabat nya.
...…...
Mata Lea mengamati setiap sudut taman, hingga akhirnya matanya tertuju pada cowok yang menatapnya tajam.
"dari mana lo! lumutan tau gak nungguin lo!"
"ya sorry tadi gue habis ulangan makanya lama"
"alasan!"
"ya emang bener kalau tadi ulangan! lo jangan bikin kesel gue ya lama-lama" Kesal Lea yang tak terima. Emang bener ulangan kok sekarang.
"heh sebenernya gue yang kesel, nungguin lo lama banget! Lo udah buang waktu berharga gue tau gak?"
"ya kan gue ulangan Alvaro!"
"Udah, jawab mulu lo"
Lea langsung menganti ekspresi dirinya menjadi datar, sudah dari tadi dirinya menyumpah serapah Al dalam hati. Gak di jawab marah di jawab katanya jawab mulu kan bingung.
...…...
Jangan lupa buat Komen sebanyak-banyaknya dan juga vote nya. Sayang kalian banyak-banyak ❤
__ADS_1