
Berjalan berdua menyusuri jalan yang sepi, di temani kelap-kelip bintang dan lampu jalanan.
Al dan Lea sudah selesai berbelanja. Lea membeli beberapa mie dan beberapa es krim.
Lea sedang memakan satu es krim rasa coklat kesukaannya.
Al hanya melirik sekilas sambil menggelengkan kepala melihat tingkah laku Lea yang menurutnya sangat mengemaskan. Bagaimana tidak? Lea makan seperti anak kecil dengan mulut yang belepotan.
"Kalau makan tuh yang bener" Tegur Al.
"Emang gue biarin, kalau abis bisa gue abisin yang ini" Tunjuk Lea pada mulutnya yang belepotan.
Siapa nih yang seperti Lea? Yang makan suka dibelepotin?
"Al" Panggil Lea masih dengan memakan es krim nya.
"Hm"
"Lo gimana sama Vellix? Udah baikan?" Tanya Lea.
"Lo bloon apa goblok sih?" Tanya Al dengan ngegas.
"Y-ya kan gue tanya gimana sih, jangan ngegas dong ngerem gitu kek"
Al memutar bola mata malas, bentar Al melihat kedua tangannya yang menggenggam kedua kresek yang berisi makanan Lea semua. Bukannya ini punya Lea ngapain dia yang bawa?.
"Nih bawa" Mengalihkan ke Lea.
"Lho-lho berat Al"
"Itu punya siapa? Punya lo kan bukan gue? Dan gak usah bantah jalanin hukumannya" Ucap Al meninggalkan Lea.
"ALVAROO! IH NYEBELIN LO! AWAS AJA LO!" Ucap Lea sambil menghentakkan kedua kakinya dengan kesal.
...…...
Membuka bungkus mie, menyiapkan panci dan mengisinya dengan air. Lea akan membuat makan malam dengan mie, sebenarnya bisa yang lain yang lebih kenyang tapi karena su-ami nya pelit jadi cuma beli mie sama es krim doang. Itu pun ya, dengan berbagai bujukan.
"Buatin dua" Suara bariton membuat Lea menghentikan aktivitasnya sejenak. Menatap Al yang sedang meluangkan air kedalam gelas.
__ADS_1
"Punya tangan kan? Punya kaki kan? BUAT SENDIRI!" Ucap Lea melanjutkan masakannya.
Haha berhasil juga bikin Al kesel salah sendiri siapa suruh bikin orang kesel duluan? Kena kan jadinya.
"Lo tega buat gue kelaparan?"
"Li Tigi biit gii kilipirin, Hilih bacot! Lo gak makan sehari juga gak bakal mati"
Mulai lagi nih berantemnya, gak di sekolah, gak di rumah, gak resepsi berantem terus. Gak dimana pun dan kapan pun pasti berantem.
"Oke, lo tau kan surga lo ada dimana kalau lo gak nurut Oke lo di blokir di surga. Surga lo ada di telapak kaki gue kalau lo gak nurut sama gue lo-"
"Iya tuan saya buatin" Ucap Lea mengambil satu bungkus mie instan.
Nyebelin jadi orang kalau ngomong soal ini kan Lea takut sendiri, ya udah lah ya buatin daripada berantem. Sebenernya males juga tapi kasian dah ah bingung.
Al tersenyum menang, gampang banget buat Lea nurut. Bisa nih kalau buat senapan. Lumayan gitu biar di bolehin.
...…...
Sekarang mereka berdua sedang menikmati mie kuah, malem-malem gini enaknya sih ya makan mie kuah apalagi sekarang lagi hujan, ah nikmat.
Lea melirik sekilas "gak enak terus ngapain lo abisin dodol!" Ucap Lea menyeruput mie buatannya.
"Karena kasian" Dengan tampang tanpa dosa, meneguk habis minumannya dan meninggalkan Lea yang mendelik horor ke Al.
"Hilih kasian, bilang aja kalau buatan gue itu kayak bintang lima. Sok-sok an gak suka gengsi lo ketinggian bro" Batin Lea membereskan piring-piring makanan mereka tadi.
...…...
Mereka berdua sedang duduk santai di ruang tamu, Al yang sibuk dengan gamenya sedangkan Lea yang sibuk menonton TV.
"Al" Panggil Lea.
"Hm" Masih fokus dengan gamenya.
"Lo gak bosen"
"Bosen, bosen hidup sama lo" Yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Lea.
__ADS_1
"Oh oke, lo bosen sama gue? Oke besok gue urus surat cerai"
"Lo mau jadi janda muda?"
"Bodo amat yang penting masih perawan" Ucap Lea dengan santai.
Al langsung mematikan handphonenya, melempar ke sembarang arah, biarin. Rusak beli baru, susah amat!.
Menghampiri Lea, dan membisikan sesuatu "gimana kalau sekarang gue bikin lo gak perawan lagi? Hm, sekalian bikin lo gak bisa jalan seharian" Bisikan Al dengan suara beratnya.
Nafas Al mengenai telinga Lea yang membuatnya Lea bergidik geli. Jangan sampai beneran.
"Hehe gak kok becanda, bisa di mundurin dikit gak mukanya" Mendorong dahi Al agar tak terlalu dekat.
Lea menghela nafas lega setelah muka Al tak terlalu dekat dengannya, berabe kalau Al tau jantung Lea berdetak kencang.
Di lihat-lihat Al tampan juga kalau dari deket, sebentar! Lea baru nyadar? lha terus yang 16 tahun mereka temenan itu apa? Kayaknya mata Lea yang bermasalah deh, soalnya menurut Lea doang yang bilang kalau Al gak ganteng, padahal mah Masya Allah ganteng banget.
"Kenapa? Gak mampu liat muka gue yang ganteng ini?" Tanya Al dengan menaikkan satu alisnya.
"Haha gak mampu? Muka kayak triplek dibilang ganteng? Cih kayaknya ya, yang liat muka lo katarak semua deh. Harus di benerin biar mereka tau gimana muka Alvaro Aldebaran" Ucap Lea dengan tenang.
"Heh yang katarak itu mata lo! Lo bisa gak bedain mana yang ganteng sama yang gak? Orang ganteng sejagat raya juga di bilang gak. Kayaknya gue perlu anterin lo ke rumah sakit deh biar di periksa mata lo" Ucap Al yang langsung membuat Lea diam.
Apa bener mata Lea katarak? Tapi gak deh orang Lea bisa bedain warna nama yang biru sama mana yang hijau? Uang juga mana yang besar sama mana yang kecil?.
Udahlah ya debat sama Al pasti yang menang juga Al, mending diem aja daripada kalah debat.
"Kenapa diem? Gak bisa debat ini gue haha, makanya kalau gak bisa debat mending diem dari pada malu sendiri" Ucap Al menjitak dahi Lea.
Tuk
"Sakit bego!" Teriak Lea sambil mengelus dahinya.
"Jangan treak-treak ke dengar bego!" Ucap Al meninggalkan Lea, sambil mematikan lampu.
"Anjir di matiin" Guman Lea langsung lari ke atas.
...…...
__ADS_1
Jangan lupa buat Komen sebanyak-banyaknya dan juga vote nya. Sayang kalian banyak-banyak ❤