Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴀʟᴜɴ-ᴀʟᴜɴ ʙᴀɴᴅᴜɴɢ


__ADS_3

Setelah memberitahu Bu Jum Ardit pun kembali ke kamarnya. "Kamu sudah kasih tau Bu Jum?"


"Udah sayang"


"Keluarnya jam enam aja, nangung banget kalau jam segini" ucap Rika.


"Boleh, sekalian aja jam tujuh."


Selanjutnya keduanya mengobrol ringan, namun tak lama terhenti ketika pintu kamar terketuk. Membuat Ardit melangkah mendekat dan mengecek keluar. Ternyata Bu Jum yang datang, wanita itu memberitahu kalau pesanan Ardit sudah tiba.


"Oke Bu! Makasih ya" Ardit kembali masuk ke dalam dan menarik Rika keluar, mengajaknya makan.


"Bu Jum makan sini aja. Bareng sama kita, gak masalah kan by?" tanya Rika pada Ardit.


"Boleh dong, ayo Bu gabung sama kita." Ardit tersenyum pada Bu Jum mengajaknya bergabung.


"Gak usah Non, saya makan sama Bapak aja" tolak Bu Jum dengan sopan.


Akhirnya dengan paksaan, mereka berempat makan bersama di meja makan, Rika hanya memakan siomaynya saja dan tak pakai saus kacang, setelah selesai Rika membantu Bu Jum mencuci piring sedangkan Ardit mengobrol dengan Pak Yanto.


"Bu Jum kita pamit ke atas," pamit Rika setelah membantu membereskan piring kotor.


"Baik Non, silakan"


Rika naik menyusul Ardit yang sudah berada di atas, melihat Ardit yang sibuk menatap benda pipih ditangannya membuat Rika mengendap-endap masuk dan...


"Dor!" Ardit terperanjat kaget, dengan wajah tanpa ekspresi Ardit menatap Rika yang saat itu tertawa puas.


"B-by?" Rika menghentikan tawanya kala Ardit berdiri dan berjalan kearahnya membuat Rika perlahan mundur ke belakang, namun belum sempat kakinya melangkah Ardit menarik tubuh Rika membuat tubuhnya terbentur dengan dada bidang milik Ardit.


"Ampun!" Ardit tiba-tiba menggelitik perut Rika membuat Rika tertawa. "Hahaha, ampun!" pekik Rika memohon, meminta Ardit untuk berhenti menggelitik perutnya.


"Udah udah!" Rika mengatur napas setelah Ardit menghentikan kegiatannya menggelitik perut Rika dan berbaring di samping Rika, keduanya lantas sama-sama menatap langit-langit kamar.


Rika melirik jam dinding, lalu mengubah posisinya menjadi duduk. "Ini bajunya," ujar Rika menyerahkan sepasang pakaian pada Ardit.

__ADS_1


"Makasih sayang" balas Ardit sambil mengecup pipi Rika dan mengedipkan sebelah matanya kemudian berlari masuk ke kamar mandi, sebelum akhirnya pekikan Rika terdengar.


"MODUS!"


Tak lama Ardit keluar dengan pakaian santainya, berjalan mengarah pada Rika yang sibuk mengikat rambut.


Rika hanya tersenyum simpul menatap wajah Ardit dari pantulan kaca. "Jangan digigit" tegur Rika ketika Ardit mengigit kecil pipinya.


"Cantik banget" puji Ardit membuat Rika tersipu malu. "Jangan cantik-cantik, nanti dilirik cowok lain" ucap Ardit cemberut.


Rika tertawa. "Emangnya ada yang berani sama kamu?" ujar Rika membuat keduanya tertawa.


"Ayo turun," Ardit menggandeng tangan Rika mereka pun turun ke bawah.


"Malam bu" ucap Rika dan Ardit.


"Malam non, den, wah mau kemana serasi banget" ucap bu Jum.


"Mau keliling bu, oh iya bu Jun ikut ya sama kita biar gak bosen di rumah" ajak Rika.


"Aduh non, gak usah biar ibu di sini aja, sama bapak jaga rumah. Biar non sama aden aja saya gak mau ganggu" ucap Bu Jum.


"Gapapa Non, biar Ibu di rumah aja, biar non sama aden aja yang keluar" ucap Bu Jum.


"Ya udah bu kita berdua pamit, mau ada yang dititip gak?" tanya Ardit.


"Nggak usah Den" tolak Bu Jum.


"Ya udah kita pamit bu, assalamualaikum, oh iya ini bu kalau ada apa-apa ibu tinggal telephon aja" ucap Ardit memberikan kartu namanya dan dapat anggukan dari Bu Jum.


"Waalaikumsalam" ucap Bu Jum.


Mereka berdua pun keluar, dan meminta kunci ke pak Yanto serta tak lupa untuk berpamitan ke pak Yanto.


"pak kita pamit ya, kalau ada apa-apa atau mau titip tinggal telephon saya aja" ucap Ardit memberikan kartu namanya.

__ADS_1


"iya den, ati-ati di jalan" ucap pak Yanto.


"Assalamualaikum" ucap Ardit dan Rika.


"Waalaikumsalam" ucap pak Yanto.


Ardit pun menjalankan mobil dan meninggalkan pekarangan villa, di dalam mobil cukup hening Ardit lebih fokus ke jalan sedangkan Rika menatap keluar jendela, tak lupa mereka saling berpegangan tangan.


"By" ucap Rika.


"Iya sayang kenapa?" tanya Ardi.


"Ke alun-alun bandung ya by" ucap Rika.


"Siap laksanakan nyonya Aldebaran" ucap Ardit.


Mereka berdua sama-sama tertawa, Rika memeluk lengan Ardit dari samping sambil menikmati perjalanan, tak lupa Ardit mengecup puncak Rika.


Setelah dua puluh lima menit akhirnya mereka berdua sampai di alun-alun Bandung, Ardit pun mencari parkiran yang kosong, setelah memarkirkan mobil mereka berdua turun. Keadaan sekitar cukup ramai ya mungkin di sini cocok untuk para pasangan.


"Yuk masuk" ucap Ardit merentangkan tangan Rika yang melihat itu pun tak menolak dan menerimanya.


Mereka berdua pun berkeliling daerah alun-alun, mereka berdua pun mencari tempat duduk. Rika dan Ardit sama-sama diam menikmati keadaan alun-alun dan tak lupa dengan alunan musik.


Mata Ardit tertuju ke sebuah keluarga yang humoris, dengan dua anak kecil laki-laki yang mungkin saja kembar mereka berdua saling kejar-kejaran hingga tak sengaja menabrak ke arah Ardit dan Rika, yang membuatnya jatuh.


"HUAA CAKITT!" ucap salah satu dari mereka.


Rika dan Ardit sigap membantu.


"Adiknya gapapa?" tanya Ardit sambil membantunya berdiri.


"Aduh sayang kamu gak apa-apa kan, mana yang sakit" ucap Ibu tersebut khawatir.


"Aki dak papa Bu, Aki kuat tok" balasnya sambil menangis.

__ADS_1


"Makasih Mas Mbak, maaf menganggu kalian berdua" ucap Ibu itu tak enak.


"Nggak masalah, namanya juga anak kecil" sahut Ardit memaklumi.


__ADS_2