Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴍᴀsᴜᴋ ʟᴀɢɪ


__ADS_3

Tanpa terasa liburan kali ini begitu cepat, Puasa dan Idul fitri tahun ini cukup berbeda, dulu mereka hanya ngabuburit sebagai teman sekarang menjadi suami istri.


Lea lumayan paham dengan sikap Al, Al cowok cool yang ngeselin plus bikin emosi. Itu hanya Al kasih pada orang yang Al suka dan sayangi. Hubungan Al dan Lea sudah lumayan ada perubahan walaupun hanya 2%.


Tapi lumayan lah ya sedikit ada perubahan daripada gak. Sekarang Lea sedang menata semua peralatan sekolah. Mereka akan kembali ke sekolah lagi setelah satu bulan lebih mereka libur.


Lea memasukan buku binder miliknya dan juga dua buku big bos. Setelah menyiapkan semua Lea mengecek kembali mulai dengan seragam, dasi, sabuk, topi, dll.


Menghela nafas sabar melihat kelakuan suaminya tersebut, sudah beberapa kali Lea menyuruh Al untuk menyiapkan semua tapi malah sibuk dengan handphonenya. Sesekali mengumpat karena kalah.


"Anjing, bego salah bangsat! Jo lo ke kanan bukan kiri setan!" Umpat Al.


"Ya ampun punya suami gini amat" Batin Lea.


"Al"


"Nanti Le nanggung nih" Masih memainkan gamenya.


Kesabaran Lea sudah habis, menghampiri Al dan langsung merampas handphone Al dari tangannya. Lea tak peduli dengan tatapan elang milik Al, kan bisa dilanjutin nanti.


Padahal nyiapin begituan juga gak sampai satu jam, daripada main game yang berjam-jam.


"Apa? Marah? Buruan beresin gak sampai satu jam juga kalau lo niat kalau gak ya urusan lo! Sekarang siapin semuanya gue gak mau tau ya, kalau besok lo sampai kelupaan" Ucap Lea memperingati Al.


Dengan malas Al mengikuti suruhan Lea. Wait Al turutin apa yang Lea omongin? Sejak kapan eh tapi kan udah dari kemarin juga sih, udahlah mumpung ada perubahan why not?.


Memasukan buku dengan acak kedalam tas, percuma juga kalau bawa banyak-banyak kan ujung-ujungnya Al juga bolos. Jadi percuma juga.


"Yang bener masukin nya"


Lea memperhatikan Al yang memasukan peralatan dengan acak, ya ampun padahal kan udah kelas 12 masa iya sih gini-gini aja? Ayolah berubah dikit gitu.


"Hm"


Membereskan pun selesai, Al kembali ke kasur dan tak mendapatkan Lea di sana. Katanya sih keluar sebentar buat ke dapur tapi kok belum balik juga?.


Mau ambil handphone juga, tapi masalahnya handphonenya ada di Lea, dia yang bawa dan Al sudah mencari ke mana-mana gak ketemu.


Lea masuk kedalam kamar, membawa roti entah roti apa yang Lea bawa dan tak lupa juga dengan susu.


"Nih ambil" Memberikan roti dan tak lupa susu putih segar.


"Lo ngapain buat roti? lo pikir sarapan" Ucap Al dengan bingung.

__ADS_1


"Lo pikir roti cuma buat sarapan doang? Temenin gue maraton dong hehe" Ucap Lea dengan puppy eyes.


"Jijik gue anjir! Gak, gak mau gue mending tidur daripada temenin lo nonton begituan, udah lah ngantuk bye" Ucap Al yang bersiap-siap untuk tidur.


Tapi lengannya ditahan oleh tangan mungil milik Lea "Apa lagi?" Tanya Al dengan sabar "Oke lo gak mau temenin gue maraton tapi seenggaknya lo minum gitu susu buatan gue"


Menghela nafas kasar, mengambil gelas berisi susu hangat Al langsung meneguknya hingga tandas. Dan menaruh kembali keatas nampan lalu merebahkan diri dan tidur.


Lea pun begitu, menjajarkan tubuhnya disampingnya Al dan tidur. Mereka berdua pun tidur.


...…...


Paginya Lea berdiri didepan kulkas dengan kepala digelengkan, miris banget masa cuma tinggal tahu doang.


Perasaan kemarin masih banyak kok, kenapa sekarang tinggal tahu doang? Entar masa iya ada jin atau gak setan di apartemen ini, gak mungkin lah ya orang setannya aja takut sama muka Al.


Lea berfikir masak apa ya dengan bahan tahu doang? hm masa tahu biasa sih kan terlalu biasa gitu. Buat apa ya? Oh iya buat bola-bola untung ada daun bawang serta yang lainnya.


Memakai celemek, tangan lentik Lea memulai aksi memasaknya.


...…...


Masakan Lea sudah selesai, bertepatan dengan Al turun dengan kaos yang dikeluarkan, dasi yang hanya di taruh di bahu serta dua kancing atas yang tak di kancing.


"Lo mau sekolah apa tawuran gue tanya" Ucap Lea yang melihat penampilan Al.


"Sekolah" Sambil memakan bola-bola tahu.


Lea hanya menggelengkan kepala, mereka pun makan dengan tenang. Sarapan telah usai Al bangkit dari kasur tapi tangannya ditarik oleh Lea.


"Apa lagi sih?"


"Sini pakai tuh yang bener, sekali-kali gitu lo nurut sama peraturan sekolah apa susahnya sih? Lo itu pelajar bukan preman. Gue mau lo sehari gak buat masalah di sekolah bisa? Sekarang udah kelas 12 Al bukan kelas 11 lagi" Ucap Lea dengan panjang lebar.


Al menatap Lea yang sedang mengoceh sambil memasang dasi pada lehernya. Lucu kalau ngomel.


"Hm"


"Jangan ham hem ham hem dong, lakuin juga"


"Iya kalau ingat"


"Nih udah" Merapikan kembali dasi Al "Masukin bajunya, pakai sabuk nih topinya" Memasangkan topi ke kepala Al.

__ADS_1


Al mengambil kembali topi dan memasangkannya terbalik, Lea hanya bisa menggelengkan kepala pelan. Membereskan piring-piring lalu berangkat ke sekolah.


...…...


Motor Al memasuki kawasan SMA Trisatya, di lapangan banyak sekali anak-anak yang baru saja masuk, dengan pakaian SMP serta tak lupa dengan id card yang mereka pakai.


Banyak sekali siswi yang melihat ke arah Al. Banyak sekali yang memuji ketampanannya.


Lea turun membuka helm dan memberikannya kepada Al. Suara teriakan membuat Al menoleh kebelakang mencari sumber suara tersebut.


Acha, Danish, Ghea, Revan, Jojo dan juga Thony? Tumben akur apalagi Ghea sama jojo. Mereka berenam berjalan menghampiri Lea dan Al.


Semuanya yang berada di lapangan menatap mereka dengan tatapan berbeda, ada yang iri, ada juga yang membicarakan mereka dan masih banyak lagi.


"Kenapa?"


"Lo kemana aja sih kita chat gak lo bales, kita telpon gak lo angkat. Di spam juga gak di baca" Ucap Acha.


"Ya sorry, kemarin gue seharian gak sempet pegang HP gue sibuk nyiapin peralatan sekolah" Ucap Lea.


Suara motor terdengar, banyak siswa-siswi yang membicarakan orang tersebut. Memarkirkan tak jauh dari tempat Alvarebos. Al serta yang lain langsung merubah wajah mereka menjadi datar.


Lea menautkan kedua alisnya bingung, anak baru kah?.


Orang tersebut membuka helm perlahan, Lea langsung menganga lebar melihat siapa orang tersebut. Kevin ketua geng Vellix, Musuh Alvarebos.


"Kevin" Ucap Lea dengan pelan tapi masih terdengar oleh mereka semua.


Kevin turun dari motor, berjalan meninggalkan parkiran tak lupa menyapa dan tersenyum manis pada Lea. Yang membuat Al menggenggam tangannya kuat.


"LEA!" Panggil Semuanya yang membuat Lea tersadar.


"Lo mah kalau liat orang gak diragukan lagi, noh ada suami lo"


"Gak gitu, Kok kevin sekolah sini?" Tanya Lea dengan bingung.


"Mana gue tau"


"Al lo tau gak?" Hanya gelengan kepala sebagai jawaban. Al serta yang lain langsung pergi meninggalkan Lea dkk.


"Udah yuk ke kelas" Ajak Acha.


Mereka berempat pun pergi ke kelas meraka.

__ADS_1


...…...


Jangan lupa buat Komen sebanyak-banyaknya dan juga vote nya. Sayang kalian banyak-banyak ❤


__ADS_2