Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ʙᴀᴋsᴏ ᴍᴇʀᴄᴏɴ


__ADS_3

Lea menyadarkan tubuhnya pada sofa, bosan itulah yang menggambarkan keadaan Lea. Menghela nafas perlahan, menatap jam yang bertengger manis di dinding.


Jam menunjukan pukul 13.45 WIB. Lea bangkit dari sofa naik keatas dan menggambil dompet. Lea ingin keluar sebentar untuk membeli minuman segar, udara hari ini lumayan panas.


...…...


Berjalan keluar apartemen, Lea menuju ke supermarket. Selesai dengan belanjaannya, Lea kembali lagi pulang tapi diperjalanan Lea tak sengaja menabrak orang.


bruk


"Eh so-sorry gak sengaja" Ucap Lea membantu barang orang tersebut yang berjatuhan.


"Lea"


"Kevin"


Ucap mereka bersamaan.


"Eh sorry Vin gak sengaja" Ucap Lea yang tak enak.


"Iya gapapa tenang aja"


"Em lo sendiri?" Tanya Lea.


"Iya gue sendiri, ada urusan di sini. Lo bukannya rumah lo gak di sini ya?" Tanya Kevin.


"Gue habis dari supermarket, mau balik. Iya gue main ke rumah tante di sini" Kevin mengangguk.


"Mau gue anter gak?" Lea menggeleng pelan dengan tersenyum.


"Gak usah, deket kok ya udah gue balik ya bye" Pamit Lea.


Lea tak peduli kalau kevin ada musuh bebuyutan Al suaminya. Karena apa? Karena mereka bertiga dahulu berteman lama dari SD hingga SMP kelas 7.


Tapi karena salah paham semuanya berakhir berantakan hingga akhirnya menjadi dendam diantara mereka.


...…...


Meminum susu yang dia beli di supermarket, Lea melanjutkan kembali menonton drakor nya hingga tak terasa waktu ashar tiba yang membuat dirinya berhenti sebentar untuk melaksanakan kewajibannya.

__ADS_1


Bel apartemen berbunyi, Lea buru-buru membuka. Al datang dengan membawa bakso pesanan Lea, Lea yang melihat tersebut matanya berbinar.


"Nih pesanan lo" Memberikan kresek plastik berisi bakso dengan kuah yang merah.


Lea menerima dengan senang hati "Makasih" Ucap Lea membawa makanan tersebut ke dapur.


"hm sama-sama"


Lea menghentikan langkahnya mendengarkan ucapan Al barusan, sebentar dia gak salah denger kan? Kenapa Al jadi beda gini, tumben banget biasanya mah cuma hm boro-boro makasih.


Lea menggelengkan kepala pelan melanjutkan ke dapur, mengambil mangkok dan menuangkan bakso tersebut kedalamnya.


"Mau gak?" Tawar Lea, dapat gelengan dari Al.


Lea mengangguk, memakan bakso terebut. Sesekali Lea mengibaskan kedua tangannya karena rasa panas yang menjalar ke tenggorokan.


"Udah gak usah dipaksa Le! Kalau lo sakit berabe nantinya" Ucap Al yang melihat Lea kasihan.


Udah tau gak kuat masih aja maksa, tapi kalau bakso gak pedes juga gak enak, gak mantap kayak ada yang kurang gitu. Namun, kalau kepedesan kan juga masalah nantinya.


"Gak mau" Menepis tangan Al pelan "Gue mau makan, mubazir tau" Melahap kembali bakso tersebut.


"Gapapa nanti kalau sakit lo yang ngurus" Masih dengan mengunyah bakso pedas tersebut.


...…...


Sudah lima kali Lea bolak-balik kamar mandi, Al hanya menatap datar Lea, sudah dibilangin beberapa kali juga masih aja ngeyel. Sekarang kena kan.


Bangkit dari kasur, Al menghampiri Lea yang senderan di depan kamar mandi. Jongkok di depan Lea, mengelus kepalanya yang membuat Lea membuka matanya perlahan.


"Apa?" Tanya Lea dengan suara yang pelan.


"Ke rumah sakit ya?" Dapat gelengan lemah dari Lea "Le! ayo dong lo sakit sekarang ke rumah sakit ya?" Ajak La kembali.


"Gak mau Al, gue gak mau di rawat di RS"


Al sangat khawatir dengan Lea, dirinya tak mau Lea kenapa-napa. Al tak tega melihat Lea yang menahan sakit diperutnya.


Menghela nafa kasar, mengendong Lea ala bridal style membawa Lea ke kasur dan menurunkannya perlahan. Mengambil handphone dan menelpon seseorang.

__ADS_1


"Tunggu sini" Lea hanya mengangguk dan menutup kedua matanya, kepalanya sangat pusing sekarang.


Beberapa menit kemudian, Al datang sambil membawa napan yang berisi bubur dan minuman serta tak lupa dengan obat diare.


"Le" Panggil Al pelan.


"Hm"


"bangun bentar, minum obat diare bentar biar mendingan" Ucap Al menaruh nampan pada meja.


Lea bangun perlahan, meminum obat diare untuk mengurangi perutnya yang terasa di peras. Setelah meminum obat Al mengambil minyak kayu putih yang berada di laci, mengoleskan pada perut Lea.


"Ngapain?" Tanya Lea menghentikan tangan Al yang hampir menyentuh perutnya.


"Tenang aja, gue cuma mau kasih ini doang biar perut lo anget" Lea mengambil alih botol minyak kayu putih mengoleskan pada perutnya.


...…...


Malam harinya, Lea terbangun. Perutnya sudah lebih membaik daripada tadi sore. Menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari keberadaan Al yang tak menampakan batang hidungnya.


"Al"


"Al lo dimana?" Panggil Lea mata mencari ke setiap sudut kamar.


"Kemana sih nih anak, kepala gue pusing banget lagi" Batin Lea.


Kenop pintu berputar, Al masuk kedalam dengan tangan yang tak henti memainkan handphone, menoleh kearah Lea.


"Masih sakit?" Dapat gelengan dari Lea.


Memastikan handphone dan berjalan menuju Lea "Kenapa lagi, mau makan gak biar gue pesenin" Tanya Al.


Lea menggeleng "Gak mau kepala gue tambah pusing"


Al bangkit menuju ke obat P3K dan mengambil obat sakit kepala "Makan dikit aja terus nanti minum obat, tunggu bentar gue buatin" Keluar kamar dan menuju ke dapur membuat makanan untuk Lea dan dirinya makan malam ini.


...…...


Jangan lupa buat Komen sebanyak-banyaknya dan juga vote nya. Sayang kalian banyak-banyak ❤

__ADS_1


__ADS_2