
..."Jika memang aku tak ada lagi bersamamu, ku mohon jadilah seseorang yang pernah aku kenal." -Alexa Louis...
...…...
"Ghe lo cari pertolongan sekarang, kita gak mungkin diam di sini"
"Terus gue ninggalin lo gitu? LO GILA! GUE NINGGALIN LO DENGAN KEADAAN LO YANG KAYAK GINI?" Ucap Ghea yang tak habis fikir dengan omongan Lea.
"Lo mau kita selamanya di hutan?" Tanya Lea menatap lurus ke depan.
"Siapa yang mau, tapi gue gak mungkin ninggalin lo dengan keadaan lo kayak gini" Lirih Ghea.
Lea diam. Mereka berdua diam.
Kaki Lea sudah tak mampu lagi berjalan, rasa sakit itu semakin menjadi, bukannya hilang malah menambah. Namun semangatnya tak putus, dirinya tak ingin terkurung di dalam hutan belantara ini.
Darah yang berada di keningnya mengering, perutnya sudah dari kemarin meminta jatah untuk diisi.
"Le kayaknya kita makin dalem deh. Lo liat ini tambah aneh malahan. Masa iya sih kita di sini terus" Ucap Ghea dengan nada seperti biasanya, dan sialnya benar.
"Terus gimana?"
"Kita duduk dulu ya, kepala gue makin pusing" Ucap Lea dengan pelan.
Ghea menoleh menatap inci wajah Lea, pucat, dengan darah kering yang berada di keningnya. "Lea lo gapapa kan?" Tanya Ghea, khawatir.
"Gue gapapa. Duduk dulu ya, kaki gue udah gak kuat"
Ghea membantu Lea duduk, dirinya juga sudah tak tahan. Kakinya begitu sakit apalagi mereka berdua habis jatuh. Untung selamat kalau tidak?
"Ghea"
"Ada apa?"
"Pinjam handphone lo" Ucap Lea masih menatap ke depan.
Merabah kantong celananya dan juga jaket, Ghea kaget handphonenya tak ada di saku, mencari kembali di dalam jaket. Sama saja Ghea tak menemukannya.
"Gak ada, kayaknya jatuh deh pas kita jatuh ke jurang"
Harapan satu-satunya hilang, padahal Lea ingin mencoba sekali lagi untuk menghubungi Al serta yang lain. Tapi keberuntungan tak berpihak pada mereka.
...…...
Di tempat camping, semuanya masih menunggu kabar dari tim SAR, semuanya tak diam, mereka membantu mencari, Danish masih menangis dirinya takut Lea dan Ghea kenapa-napa.
"Ghea dan Lea bakal baik-baik aja lo tenang ya" Acha memeluk Danish untuk menenangkannya.
Padahal dirinya juga parno sendiri, apalagi Ghea semua tau kalau Ghea punya maag, apalagi Ghea pernah pingsan gara-gara penyakitnya tersebut.
"Ca, mereka gak akan kenapa-napa kan?" Ucap Danish sambil menangis.
"Gak mereka gapapa, lo tenang aja" Hati Acha begitu cemas. Semoga Al dan yang lainnya bisa segera menemukan Lea.
__ADS_1
...…...
Al, Revan, Thony, Jojo dan tim SAR sudah mencari ke mana-mana. Al ingin lebih dalam lagi untuk mencari Lea, tapi kata tim SAR itu akan membuat semuanya semakin rumit.
Di dalam sana banyak orang yang ditemukan tewas, untuk selamat hanya beberapa persen saja. Al membantah, dirinya tak peduli bahwa nyawa adalah taruhannya.
Bukannya ini udah dari lama? Al ketua Alvarebos, dia selalu menaruhkan nyawanya demi temannya, Al tak peduli demi kebaikan akan dia lakukan.
"Al bener kata tim SAR kita gak bisa mau lebih dalam lagi masuknya. Lo tau kan, di dalam bahaya, di dalam banyak banget hewan buas" Ucap Thony.
"Terus gue diem gitu, di saat mereka berusaha keluar? Dan kita di sini cuma diem? Gitu maksud lo?" Tanya Al balik.
"Bukan gitu-"
"Lea kamu dimana?" Guman Al.
Mereka melanjutkan kembali berjalannya, hingga terhenti. di satu titik. Dimana Jojo menginjak sebuah benda pipih. Yang membuatnya ingin menggambil nya.
"Ini bukannya- punya Ghea" Jojo memegang benda pipih tersebut, membuat yang lain menoleh kearahnya.
"Mungkin punya yang lain"
"Gak-gak gue tau ini punya Ghea, gue tau gimana bentuk nya" Keukeh Joko, mencoba menyalakan handphone tersebut.
Menunggu beberapa menit, handphone tersebut menyala. Benar saja itu handphone milik Ghea, jadi bisa di bilang Lea dan Ghea tak jauh dari sini. Di tempat mereka berada.
"IYA! INI PUNYA GHEA" Ucap Jono dengan cepat.
"Tapi kok bisa jatuh ya?" Guman Thony bertanya-tanya.
"Kita cari lagi" Al meninggalkan yang lain berjalan mencari keberadaan Lea dan Ghea.
"Lea, Ghea! lo dimana?"
"Lea"
"Ghea"
...…...
"Ghe"
"Hm?"
"Kalau gue gak ada dan gue pergi gimana?" Lontaran tersebut keluar seketika dari mulut Alexa Louis.
"Hah? Maksud lo?" Ghea tak paham dengan ucapan Lea, maksudnya apa?
"Kalau gue gak ada dan gue pergi, gue mohon ya lo baikan sama kedua orang tua lo. Mereka sayang lo kok Ghe, orang tua mana yang gak sayang sama anaknya?"
"Gue"
"Pokoknya gue mau lo baikan sama mereka, selesaikan masalah dengan kepala dingin, gue tau mereka melakukan ini demi lo tercukupi,"
__ADS_1
"Dan gue mau, lo sama Jojo kayak dulu lagi. Lo tau gak Jojo selalu cerita ke gue, dia bilang kalau dia itu sayang sama lo, cinta sama lo dan mau lo jadi miliknya" Ucap Lea kembali.
"Tapi lo gak tau Le, gimana nyokap gue yang ngelarang abis gue sama Jojo hubungan" Batin Ghea.
"Lo ngomong apa! Gak usah ngadi-ngadi deh!" Ucap Ghea yang tak suka dengan ucapan Lea yang terlalu absurd.
Lea tak menanggapi ucapan Ghea. "Gue gak becanda Ghe" Ghea langsung menatap kedua bola mata Lea, iya. Lea jujur, tak dapat kebohongan di sana.
"Oh iya, Al kemarin bilang" Ghea hanya mengangkat satu alisnya.
"Dia bilang gue gak boleh pergi, tapi gue rasa itu mustahil. Dia suruh gue buat gak jauh-jauh dari kalian, dia suruh gue buat gak pisah dari kalian. Aneh gak sih? Gak ada angin, gak ada hujan. Al ngomong barusan" Lea berucap walaupun pikirannya masih tertuju omongan Al semalam.
Tapi entah kenapa yang di ucapkan Al benar, bahwa dirinya dan Al serta yang lain akan berpisah. Entah selamanya atau sementara.
Ghea diam, dia berusaha mencerna setiap perkataan Lea.
"Le! Lo jangan bikin gue takut dong ple
Lea tersenyum, "Janji lo turuti omongan gue" Lea mengangkat jari kelingking kearah Ghea.
"Lo apaan sih! Gue gak suka ya lo ngomong barusan. Seakan lo gak pernah hidup lagi" Ghea menggelengkan kepala, air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya, tinggal dia mengedipkan matanya air mata itu akan jatuh deras.
Lea tertawa. "Janji dulu" Ucap Lea masih dengan mengangkat jari kelingkingnya seakan tak mendengarkan ucapan Ghea barusan.
Please, ayo jangan buat Ghea makin takut, dirinya sudah takut dengan kedua orang tuanya yang ingin pisah. Terus ditambah dengan ini?
Ghea aja gak tahan sama ucapan Lea barusan, gimana dengan Al mungkin aja mereka akan berantem. Terkesan ini ucapan Lea terakhir kalinya.
"Gak!"
"Ghea, please" Ucap Lea kembali.
"Udah Le, lo makin lama makin aneh. Kalau mau becanda, becanda lo gak lucu. Seakan lo emang mau pergi dari kita. Please cukup gue denger ucapan perpisahan dari orang tua gue. Gue gak mau lo ucap kata-kata itu.," Ucap Ghea panjang lebar.
Lea menyandarkan kepalanya pada bahu Ghea, kepalanya semakin pusing sekarang. "Gue minta maaf ya Ghe, andai kalau kita gak satu kelompok mungkin lo sama yang lain bisa kumpul" Ghea tak mengerti dengan ucapan Lea, terdengar konyol menurutnya.
Ngapain juga minta maaf toh ini juga bukan kemauannya. Melainkan ini pilihan dari panitia.
"Stop! Stop ngomong yang gak jelas Lea! Jangan bikin gue takut, please" Lirih Ghea yang tak bisa menahan air matanya kembali.
Lea memeluk Ghea, tak tau pikiran itu muncul tiba-tiba didalam pikirannya. Entah apa yang merasuki Lea, sampai-sampai mengucapkan kata-kata tersebut. Yang pasti jika Al di sini ucapan Lea sangat dibenci oleh Al.
"Please Le, jangan ngomong kayak tadi ya? Gue gak mau kehilangan lo. Lo berarti buat gue dan yang lain. Gue mohon" Mohon Ghea mengeratkan pelukan.
Lea mengangguk, "Gue gak janji. Gue usahain"
...…...
Gimana episode kali ini, sedih? menegangkan? seru? atau kurang seru. Huhu maaf ya kalau absurd banget buat episode kali ini 🙏
Udah guys sampai sini dulu ya, author mewek buat episode ini 😭
Buat yang baca sabar ya, bukannya kelamaan emang Nana buat gini biar gak terlalu pendek, dan biar seru aja. Kalau gak suka ya gapapa Nana gak maksa.
__ADS_1
Semangat puasanya guys, semoga lancar.