Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴏʟᴀʜʀᴀɢᴀ


__ADS_3

Jam pertama adalah pelajaran olahraga, pelajaran yang paling Lea benci. kenapa benci? Karena gurunya selalu menyuruh para murid untuk membuat atau mengerjakan makalah/vidio.


Iya kalau jadinya bagus? Kalau gak?


Buang-baung waktu.


Sekarang Lea, Acha, Danish, Ghea dan Lidya sedang berjalan menuju ke lapangan. Mata Lea membulat ketika tau tak hanya kelasnya saja yang melakukan olahraga.


Sebenarnya memang tak hanya kelas IPS 3 saja melainkan ada adik kelas juga yang melakukan olahraga.


"What! I-itu kok ramai bener?" Ucap Danish ketika sampai ke lapangan.


"Telah lo ngomongnya! Baru sampe baru bilang" Kesal Ghea.


"Lo napa sih sama gue sat! Ribut yuk!"


Ghea siap-siap dengan kuda-kudanya "Ayok mau dimana? Gue ladenin"


"Ayo! Sini lo maju" Danish tak kalah juga, dia siap-siap dengan kuda-kudanya.


"Stop!"


Teriak acha yang membuat mereka berdua diam, rasain kena kan sama amukan Acha gak tau aja kalau Acha marah gimana.


Makan hidup-hidup kau!


Acha berkacak pinggang "Terus aja berantem, sampai gue liat ada yang diem gue colok tuh ginjal! Buruan berantem! Gue jadi panitia"


"Buru!"


"Lo sebenarnya dukung apa gimana?" Tanya Ghea.


"Bunuh lo!"


"Njir gak deh gue belum nikah sama Taehyung" Ghea dengan haluannya yang tinggi.


"Halu lo tinggi bener! Jatuh gue ketawain lo!"


"Bodo amat!"


"Alah gak mon aja sok-sokan!"


"Gak usah bawa-bawa gak move on ye! Enak aja gue udan move on ye sama dia"


"Hilih, ya udah move on tapi chat nya masih disemat sama aja bego!"


"Kata siapa?"


"Gue lihat di HP lo, dan lo nyemat chat dia hah gamon! Duar!" Ucap Acha asal.


"Setan! Gak usah fitnah ye" Ghea menyaut tak Terima.


Enak aja dibilang gak move on tapi emang bener sih! Ghea belum bisa move on dari Jojo.


Dasar bambang!


Ada kesempatan gak mau Terima, giliran gak ada nangis-nangis. Dasar Ghea!


"Woy berantem mulu, tuh Pak Sugeng panggil, ngoceh mulu!" Ucap Lidya melerai pertengkaran diantara mereka berdua.


Semuanya menuju kelapangan, kali ini tak hanya kelas IPS 3 melainkan IPS 2 juga ada di sana. Ya kelas Al! Hari ini olahraganya digabung, karena besok Pak Sugeng ada kegiatan.


"Selamat pagi anak-anak! Gimana kabarnya?" Ucap Pak Sugeng sambil memegang map absensi.


"Baik pak!"


"Syukur kalau begitu, bapak absen sekarang ya!"


Pak Sugeng yang ingin mengabsen dibuat kaget dengan keberadaan Al, Revan, Thony dan Jojo. Tumben ikut? Biasanya bolos ketika jam olahraga hanya beberapa kali saja mereka ikut.


"Tumben Al ikut olahraga ada apa nih" Ucap Pak Sugeng.


"Ada istri saya Pak" Ucap Al sambil melirik kearah Lea.


Semuanya ribut mendengar penuturan dari Al. Sedangkan Lea menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

__ADS_1


"Istri-istri emang kamu punya istri? Belajar yang bener, kerjaan kamu bolos mulu!"


"Pak mau dikeluarin dari sini gak?" Tawar Jojo.


Al adalah anak dari penyumbang terbesar di SMA Trisatya. Jadi jangan salahkan kalau Al bisa saja mengeluarkan murid yang tak pantas.


"Kamu mau buat saya keluar! Udah sekarang kita pemanasan materi sekarang Basket. Bapak sudah bilang kemarin untuk kalian latihan jadi hari ini bapak akan meminta kalian praktek"


"Lho Pak kok praktek!"


"Aduh Pak kemarin saya lupa."


"Lho Pak saya gak tau kalau hari ini praktek"


Dan masih banyak lagi yang tak Terima.


Pak Sugeng ya pak Sugeng, mau nilai ayo gak mau nilai ya udah gak usah naik, selesai!.


"Gak ada bantahan! Lakukan pemanasan. Setelah itu bapak akan ulangi lagi materinya sebentar"


Mereka pun membagi menjadi beberapa kelompok. Semuanya melakukan pemanasan sesuai instruksi ya walaupun ada yang petakilan.


Selesai melakukan pemanasan anak-anak duduk setelah mendengarkan instruksi Pak Sugeng untuk duduk.


Menjelaskan beberapa materi, semua murid mendengarkan tak dengan Al dkk mereka dari tadi tak berhenti mengoceh. Entah ocehan apa yang mereka bahas.


Mata Jojo dari tadi tak henti-hentinya menggoda para hawa yang ada di sana.


"Hay cantik, mau A Jojo ajarin untuk latihan basketnya?" Ucap Jono sambil mengedipkan matanya sebelah.


Semua hanya menggeleng melihat kelakuan Jojo yang tak henti-hentinya menggoda wanita.


"Ih A Jojo, neng mau dong" Thony berucap sambil menirukan suara wanita.


"Njir, Jojo sama Thony gay"


"Mata lo! Gue normal bangsat"


"Ih A Jojo kok gitu, kan kemarin A Jojo yang nembak neng" Ucap Thony kembali.


"Bodo amat!" Ucap Thony menjulurkan lidah mengejek.


Al menggeleng melihat Thony dan Jojo yang memang kurang asupan dini. Jadinya begini, untung mereka sabar!.


Lain halnya dengan Lea dan yang lainnya. Mereka sedang memerhatikan penjelasan dari Pak Sugeng. Lidya dia izin ke UKS katanya perutnya sakit, mungkin saja lagi haid.


"Gue ke toilet bentar" Ucap Lea pada Danish.


Danish hanya mengangguk, dirinya malah mendengarkan ucapan Ghea yang dari tadi mengoceh tentang cogan.


Lea pergi ke kamar mandi, mau izin ke Pak Sugeng tapi tuh guru tadi pergi bentar mencari buku, dan di depan adalah temannya yang menjelaskan.


Lea berjalan menuju ke kamar mandi, sepi satu kata yang menggambarkan kamar mandi sekarang.


Menggelengkan kepala untuk menghindarkan pikiran negatif, Lea masuk kedalam kamar mandi. Saat dirinya masuk kedalam tiba-tiba dari luar ada yang mengunci pintu Lea.


Dan mematikan lampunya membuat Lea kaget.


"Lho kok mati!" Panik Lea dengan cepat menguyur dan membuka pintu.


deg


ke kunci!


Lea panik setengah mati, siapa yang berani kunci dirinya?.


"Tolong.... "


"Tolong... siapapun di luar! Gue ke kunci"


Dok. Dok.. Dok.


Lea berusaha mendobrak tapi apa daya disini gelap, air mata Lea menetes dengan deras. Dirinya takut dengan gelap.


"Tolong... hiks"

__ADS_1


"Gak-gak gue harus tenang" Guman Lea walaupun begitu hatinya begitu panik.


"HP ya HP" Lea merogoh sak nya, dia lupa dia tak membawa handphone.


So?


Dirinya di jebak?


Dengan cepat Lea meminta tolong dari dalam, teriak mendobrak pintu.


Takut? Jangan bilang.


"Tolong.. Gue ke kunci di dalam. Siapa pun tolong buka!" Teriak Lea dari dalam.


Keringat dingin Lea rasakan, nafasnya memburu. Air matanya tak berhenti mengalir deras.


Lea masih saja teriak, naas di luar tak ada siapa-siapa. Karena toilet berada di ujung jadi sedikit terjauh dari kelas.


Lea berdoa agar ada seseorang diluar yang bisa membantunya.


Di lapangan, ternyata semuanya sudah melakukan praktek mereka. Dan hampir setengah dari mereka menyetor nilai.


Acha yang tak melihat keberadaan Lea, dibuat kalang kabut. Ada firasat buruk dalam dirinya tapi tak tau itu apa.


Acha menghampiri Ghea dan Danish yang sedang latihan "Lea mana?" Tanya Acha dengan panik.


"Gak tau" Jawab mereka berdua dengan cepat.


Hati Acha makin menjadi-jadi, perasan enak makin memuncak.


Dengan cepat Acha mencari di setiap sudut tapi masih tak menemukan keberadaan Lea.


Nafas Acha naik turun. Menghampiri Al dan yang lain yang sedang duduk di pinggir lapangan dengan botol minum mereka masing-masing.


Al yang juga tak melihat Lea ada, menatap kearah Acha yang berjalan menghampiri dirinya ekspresi panik.


"Lea mana?"


"Lea mana?"


Ucap mereka bersamaan. Membuat yang lain saling tatap.


Al mengerutkan dahinya, kok malah Acha yang tanya, sebenarnya kan dirinya yang tanya dimana Lea.


"Lea dimana?" Tanya Acha sekali lagi.


"Gak tau"


"Seriusan lo! Lea gak ada gue udah cari ke mana-mana!" Acha berucap dengan panik.


Jangan bilang Lea ilang?


"Hah! Gak usah becanda lo!" Ucap Al menatap dingin Acha.


"Bangsat! Ngapain juga gue becanda, Lea gak ada dari tadi"


Al bangkit perasaan nya mulai tak enak. "Lo udah cari?" Tanya Al dengan dingin.


"Udah, tapi masih aja gak ketemu"


Al dengan cepat melangkahkan kaki, berlari mencari setiap sudut sekolah. Tak hanya Al tapi yang lainnya juga.


Mereka mencari keberadaan Lea, entah dari kelas ke kelas. Mulai lantai bawah hingga lantai tiga.


...…...


Akhirnya up juga!


Sapa tuh yang ngunci Lea dari luar?.


Nana bikin ini panik sendiri wkwk becanda gaes.


Bentar lagi puasa nih, yuk yang belum bayar di bayar guys!!


Komen lanjut yuk! Tinggal kan Like, Komen dan Vote nya 😆

__ADS_1


see you next episode guys!!!


__ADS_2