Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴍᴇɴʏᴀᴛᴀᴋᴀɴ ᴘᴇʀᴀsᴀᴀɴ


__ADS_3

"Ya tau, tapi kan harus hati-hati Rik. Sampai luka gini" Ucap Ardit mengelus dahi Rika pelan.


"Maaf"


"bisa ceritakan semua?" Tanya Ardit.


Rika mengangguk ragu, menarik nafas dan membuangnya perlahan. Setelah cukup tenang akhirnya Rika menceritakan semuanya, dia tak ingin masalah tambah memanjang nantinya.


Tak ada tanggapan dari Ardit, dia hanya menatap Rika yang sulit diartikan, Rika tau Ardit kecewa. Yah mau gimana lagi semuanya udah terjadi dan pastinya tak akan terulang.


''terus" ucap Ardit.


"dan Bobby mau ngancem buat buka pernikahan kita" Ucap Rika.


"Terus kenapa? kamu takut? Bukannya memang ini udah dari awal? Kakak tau kamu belum siap. Tapi percuma lambat atau cepat semuanya akan terbongkar"


"iya kak Rika tau. Dan Rika udah berfikir kalau Rika akan buka semuanya" Ucap Rika yang membuat Ardit tersenyum.


"yakin"


Dan dapat anggukan mantap dari Rika, ya walaupun hatinya belum siap. Tapi kenapa gak di coba aja? ya mungkin aja ini yang terbaik.


"Alhamdullilah, ya udah nanti kita berdiskusi sama mama, papa, ayah sama bunda" ucap Ardit.


"Ya udah kita shalat yuk sebentar lagi isya" ajak Ardit menggandeng tangan Rika.


Mereka berdua naik keatas Rika membantu Ardit melepas jasnya. Ardit langsung ke kamar mandi sedangkan Rika menuju ke lemari pakaian mengambil pakaian serta celana untuk Ardit.


Rika tersenyum masalahnya sedikit-demi sedikit terselesaikan. Masalahnya yang berat kini mulai kembali ringan.

__ADS_1


Menaruhnya di atas kasur, Rika melihat handphonenya sambil menunggu Ardit selesai mandi. Ardit keluar dengan handuk yang melingkar pada pinggangnya menampilkan roti sobek milik Ardit.


Rika yang belum terbiasa melihat pemandangan tersebut, langsung menutup matanya. Ardit yang melihat itu dengan cepat memakai pakaiannya.


"Udah selesai, sekarang kamu wudhu kita shalat berjamaah"


Rika mengangguk berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu. Keluar kamar mandi dan berjalan menghampiri Ardit yang sudah siap dengan baju koko serta sarung yang membuat ketampanan Ardit bertambah.


"yuk"


Memakai mukena dan melaksanakan shalat isya berjamaah. Selesai shalat tak lupa mereka membaca Al-Qur'an bersama.


Menutup Al-Qur'an, Rika mencium tangan Ardit dan tak lupa Ardit mengecup kening Rika. Cukup lama Ardit mengecup kening Rika dengan lembut.


Kecupan tersebut membuat Rika menitihkan air mata, dirinya merasa bersalah kepada Ardit.


Ardit yang melihat Rika meneteskan air mata langsung menariknya kedalam pelukannya. Air mata Rika tambah deras.


"Maafin Rika"


"Iya aku udah maafin kamu sebelum kamu minta maaf, udah ya jangan nangis lagi"


"Makasih kak, makasih udah sabar sama Rika"


"Sama-sama"


"Rika sayang kakak, Rika gak mau kakak pergi. Kakak orang spesial buat Rika" ucap Rika dengan pelan yang. masih terdengar oleh Ardit.


"Apa? coba ulang kakak gak denger" goda Ardit.

__ADS_1


"Rika sayang kakak, Rika gak mau kakak pergi" Ucap Rika kembali.


"kakak juga sayang Rika. Iya kakak gak akan pergi, udah ya jangan nangis"


"iya kak makasih'' ucap Rika.


Akhirnya hati Rika terbuka untuk Ardit, walaupun awalnya bimbang tapi akhirnya Rika memutuskan untuk membicarakan semua.


"boleh kakak minta hak kakak?" tanya Ardit dan dapat anggukan dari Rika.


Malam ini, adalah malam paling bahagia untuk mereka. Mahkota yang Rika jaga selama ini dia berikan kepada orang yang dia cintai.


Mendekatkan wajahnya pada Rika, hembusan nafas Ardit menerpa wajah Rika. Rika menutup kedua matanya, gugup itulah yang Rika rasakan.


cup


kecupan mendarat ke bibir Rika, mengecupnya perlahan. Hingga akhirnya sampai pada puncaknya.


Malam ini hujan menguyur bumi membasahi setiap sudut bumi. Hujan menjadi saksi dimana Rika telah menjadi milik Ardit selamanya dan tak ada yang pernah memilikinya kecuali Ardit.


Setelah bermain bersama dan tentunya menguras kan tenaga tentunya, mereka akhirnya tertidur dengan berpelukan. Waktu telah menunjukan waktu subuh tapi Rika masih saja tidur.


"Rik ayo bangun" ucap Ardit sambil menepuk lembut pipi Rika.


"em nanti kak masih ngantuk" ucap Rika dengan suara khas bangun tidur.


"ayo shalat dulu terus kamu boleh tidur lagi yuk" ucap Ardit yang membuat Rika langsung membuka mata.


Rika pun langsung ke kamar mandi dan tak lupa mandi besar serta mengambil wudhu, setelah itu mereka melaksanakan shalat subuh berjamaah.

__ADS_1


Selesai itu Rika turun kebawah dan menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.


"


__ADS_2