Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴘᴇʀᴍɪɴᴛᴀᴀɴ ᴍᴀᴀғ


__ADS_3

...Selamat malam semua!...


...apa kabar?...


...siapa nih yang nungguin PBC up?...


...Jangan lupa jejaknya!!!...


...Happy reading...


...----------------------------...


Pagi-pagi enaknya nyemil plus nonton film, ya itulah yang Rika lakukan sekarang, setelah mengantarkan Ardit berangkat kerja Rika duduk santai di ruang tamu sambil nyemil dan nonton film.


Tapi itu tak berlangsung lama, bel rumah tiba-tiba berbunyi Rika berdiri sedikit kesulitan memang tapi akhirnya bisa.


Bu Jum yang ingin membuka di hentikan oleh Rika, biar dirinya saja yang membuka dan bu Jum melanjutkan pekerjaan yang lain.


"udah bu, biar Rika aja yang buka. Ibu lanjutin aja yang lainnya" ucap Rika berjalan menuju ke pintu.


ceklek pintu terbuka.


"iya seben---" menutup kembali pintu, tapi di tahan.


"Zabrina" batin Rika menatap Zabrina dari atas hingga bawah.


"entar tunggu dulu gue mau ngobrol sebentar sama lo" menahan pintu.


"ngapain lo? kalau mau cari suami gue gak ada dia kerja. Mending sekarang lo pergi gue gak Terima tamu" usir Rika.


"please beri gue waktu buat ngobrol sebentar sama lo" mohon Zabrina.


Rika tersenyum miring "waktu? gue gak ada waktu buat ladenin cewek kayak lo! pergi! gue bi-"


"please gue mohon, lusa gue balik lagi ke London" mohon Zabrina.


"gue bilang pergi, jangan bikin gue pakai cara kasar buat usir lo dari sini ngerti!" ucap Rika menekan setiap katanya.


Zabrina terus memohon ke Rika, Rika dari tadi menatap manik mata Zabrina melihat apakah dia tulus apa tidak. Tapi semuanya nihil Rika tak menemukan kebohongan di sana.


... --------------------------------...

__ADS_1


Rika menatap Zabrina serius "mau ngomong apa? gue gak ada waktu buat ladenin lo"


Zabrina mengangguk "gue minta maaf, gue minta maaf sama apa yang gue lakuin ke lo. Maafin gue"


"gue nyesel, gue sadar bahwa gue gak akan dapet apa yang gue mau. Gue sadar yang gue lakuin selama ini salah. Gue ngelakuin ini semua demi apa yang gue mau, gue gak mikirin perasaan lo, perasaan orang lain"


Rika yang gak paham sama omongan Zabrina pun bertanya "maksud lo? gue gak paham"


"gu-gue yang suruh buat bikin lo celaka kemarin"


deg


Rika menatap tajam Zabrina maksud nya apa?


"oh, lo ternyata. Tapi sorry semua gak sesuai rencana" ucap Rika.


"iya gue tau, kemarin Ardit dateng marah ke gue dan dia yang sadarin gue tentang semuanya. Gue sadar cinta kalian gak akan pernah bisa buat di pisah. Gue minta maaf gue gak tau mau ngomong apa lagi selain maaf ke lo" ucap Zabrina menunduk.


"gapapa kok kalau lo gak maafin gue, gue sadar cewek kayak gue gak perlu lo maafin"


Kemarin setelah kepergian Ardit, Zabrina berlari menuju ke ruangannya. Dirinya merasa tertampar dengan omongan Ardit. Zabrina sadar apa yang dia lakukan itu salah.


Rika menghela napas perlahan, berfikir sebentar dan menghampiri Zabrina memegang kedua tangannya "gue, gue udah maafin lo, ya walaupun gue syok sih kemarin. Tapi untungnya gue gapapa. Gue tau apa yang lo rasain, lo berjuang demi cinta lo"


"tapi cara lo yang salah, lo cewek baik, cantik, pinter dan lo pasti tau mana yang bener dan mana yang salah tapi semua ketutup sama rasa iri lo" menunjuk hati Zabrina.


"kita perempuan, kita sama-sama ingin di cintai dan ingin mencintai tapi cara kita yang berbeda" ucap Rika.


"gue tau Zab, lo bakal paham sama apa yang gue omongin. Gue mohon sama lo jauhin Ardit, banyak cowok yang ngantri buat dapetin lo. Lo bisa bahagia dengan cara lo sendiri"


"iya Rik, gue paham. Lo cewek baik lo pantes buat dapatin semua, Ardit beruntung dapetin cewek kayak lo" ucap Zabrina "jadi lo maafin gue kan?" tanya Zabrina pelan.


Rima mengangguk dan tersenyum "jangan nunduk, gue udah maafin lo sebelum lo minta maaf. Jadi gak usah nunduk lagi" ucap Rika mengangkat dagu Zabrina.


"gini kan cantik" merapikan anak rambut Zabrina.


"makasih Rik" memeluk Rika.


Rika mengangguk sambil tersenyum, membalas pelukan Zabrina.


"udah ah gak usah sedih, gimana kalau kita ke kafe deket sini ada sih yang baru buka minggu kemarin. Gimana mau gak?" tawar Rika.

__ADS_1


Zabrina mengangguk mantab "boleh tapi emang Ardit ngizinin?" tanya Zabrina.


"entar gue mau telepon Ardit dulu" Zabrina mengangguk mempersilahkan Rika menelpon Ardit.


... ----------------------...


"kandungan lo udah berapa bulan?" tanya Zabrina sambil memasukan cup cake ke dalam mulutnya.


"lima bulan"


Mereka pun mengobrol bersama, rasanya seperti mimpi sih. Bukannya kemarin mereka sempet debat, eh sekarang baikan.


Rika tak mau memperpanjang masalah ini, cukup di masa lalu saja. Rika tak ingin nanti malah stress karena masalah sepele seperti ini, yang nantinya akan berujung fatal pada kehamilannya.


Rika menatap Zabrina, ternyata Zabrina tak seperti yang dia pikirkan. Zabrina tidak selicik dan seburuk seperti apa yang dia lihat.


Benar sebuah ungkapan don't judge a book by it's cover. Kita dilarang menilai seseorang dari luarnya saja.


Memang benar, kita dilarang menilai dari luarnya saja. Dan ya, sekeras apa pun kalian memperjuangan seseorang jika dia bukan untuk kalian maka semua hanya percuma.


Semuanya tak bisa kalian bayar dengan uang, tapi semuanya butuh uang.


Begitupun dengan perasaan jangan kalian merebut seseorang demi keinginan kalian sendiri. Karena apa karena semuanya tidak akan berjalan mulus seperti yang kalian inginkan.


... ----------------------------...


 


Zabrina



Arika



... -----------------------------...


Akhirnya mereka berdua baikan


Hayoo siapa yang kemarin berburuk sangka sama Zabrina, emang dia jahat licik tapi kita tak tau apa yang sebenarnya terjadi hanya dia dan yang di atas yang tau.

__ADS_1


__ADS_2