Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ᴄᴀᴍᴘɪɴɢ


__ADS_3

Hari ini seluruh murid kelas 12 mengadakan camping. Cukup banyak sekitar 130 anak yang ikut. Al dan Lea sudah menyiapkan semuanya dari jauh-jauh hari.


"Udah kamu siapin semuanya?" Tanya Al yang memasukan tas camping kedalam bagasi.


"Udah kok udah semuanya"


Cukup banyak memang karena mereka camping tak hanya satu hari melainkan tiga hari. Di sana tak hanya refreshing saja melainkan ada pembelajaran juga.


Setelah pulang mereka harus membuat makalah untuk nilai mereka. Jadi tak seenaknya saja.


"Ya udah kita berangkat sekarang" Al menutup bagasi dan berjalan menuju ke pintu supir.


Al menjalankan mobil dengan kecepatan sedang, meninggal akan arena apartemen.


...…...


Turun dari mobil. Di lapangan sudah banyak ada yang datang. Lea menghampiri Acha dan yang lain yang sedang mengobrol.


"Ca"


"Eh Le, lo naik apa? Mobil apa bus?" Tanya Acha.


"Naik mobil"


"Sama siapa naiknya?" Tanya Lidya yang penasaran.


"Sama Al"


"Berdua doang?" Tanya Lidya, Lea mengangguk sebagai jawabannya.


Jadi tak semuanya memakai bus, ada sebagian anak yang membawa motor dan juga mobil.


Acha, Ghea, Lidya dan Danish akan menaiki bus sedangkan Lea menaiki mobil dengan Al.


Pak Hartono selaku wali kelas IPS 1 dia juga termasuk salah satu panitia di sini. Menyuruh semuanya untuk berkumpul sebentar akan ada pengabsenan setiap kelas.


Takutnya nanti ada yang ketinggalan kan kasihan.


"Baik anak-anak silahkan merapat sebentar, kita lakukan absen sebentar ya. Untuk ketua kelas masing-masing bisa mengabsen temannya" Ucap Pak Hartono-panitia.


"Baik pak!"


Setelah cukup lama akhirnya absen selesai, para ketua kelas memberikan kepada wali kelas mereka.


"Oke semuanya sudah berkumpul. Sebelum kita berangkat marilah kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa mulai!"


Semuanya menunduk.


"Berdoa selesai"


"Ya udah sekarang masuk ke kendaraan masing-masing. Untuk yang bawa mobil bisa jalan terlebih dahulu lalu dilanjut dengan bus nya"


Semuanya bubar, masuk ke kendaran mereka masing-masing. Kendaraan mobil menjalankan mobilnya terlebih dahulu, dilanjut dengan bus.


Di mobil Al, Al fokus di depan sedangkan Lea fokus pada jendela luar yang menurutnya segar, pemandangan yang hijau bikin hati adem.


Beberapa kilometer kantuk menerpa Lea yang membuat dirinya beberapa kali menguap.


"Ngantuk?" Tanya Al yang melirik Lea sekilas.


Lea mengangguk. "Ya udah tidur nanti ku bangunin kalau udah sampai. Sini" Al menarik Lea agar bersandar pada bahunya.


Heh bikin Nana baper 😭


"Nanti pundak kamu sakit gimana?" Tanya Lea mendongak menatap Al yang fokus dengan jalanan.


"kalau kamu sandar kaca. Nanti kalau kepala kamu sakit gimana?" Tanya Al.


"Udah tidur!"


Lea mengangguk, menyandarkan kemabli kepalanya pada Al. Menatap kearah depan dengan mata yang yang sayu.


"Al"


"Tidur Le katanya ngantuk"


Al tau Lea sedang ngantuk, karena semalam dirinya hanya tidur beberapa jam untuk menyiapkan ini semua. Padahal udah di siapkan jauh-jauh hari.


Katanya 'biar gak ada yang ketinggalan sayang uangnya buat beli-beli'.


"Iya, tapi Lea mau tanya"


"Tanya apa?"


"Em.. Kamu tau siapa yang buat aku celaka?" Tanya Lea dengan pelan.


"Hm"


"Siapa?"


"Tidur!" Ucap Al dengan pelan tapi penuh tekanan.


"Siapa dulu"

__ADS_1


"Tidur Lea!"


"Iya tidur tapi siapa dulu yang lakuin itu"


Menghela nafas kasar. "Mau tau?" Lea mengangguk dua kali.


"Sandra"


Lea yang mendengarkan ucapan Al di buat kaget, Sandra oh jangan-jangan yang kemarin itu bagian dari rencana dia dong..


"Sandra yang suka sama kamu?" Al mengangguk. "Pantesan" Ucap Lea sambil menahan tawanya.


Mengingat kejadian waktu itu, Al menoleh "Maksudnya?" Tanya Al dengan bingung.


Lea menceritakan semuanya, tawanya kembali terdengar jelas. Al hanya menggelengkan kepala, dirinya tersenyum melihat Lea yang tawa tanpa beban.


"Tidur Lea"


"Gak ngantuk" Ucap Lea sambil mengelap air matanya yang hampir jatuh.


Di bus, Lidya hanya diam. Dirinya menatap kearah mobil Al. Fikiran buruk merangsang ke otaknya membuatnya memikirkan hal aneh-aneh.


...…...


Akhirnya mereka semua sampai puncak dengan selamat, sekarang Lea tertidur setelah tertawa puas dirinya kembali tertidur.


Al menoleh ke arah Lea "Le bangun yuk, udah sampai" Al mengelus lembut pipi Lea.


Lea yang merasa terusik mau tak mau membuka matanya perlahan.


"Udah sampe?" Tanya Lea sambil memandang sekitar.


Setelah mengambil tas mereka, mereka semuanya di suruh berkumpul untuk diberitahu info-info apa saja yang akan mereka lakukan di sini.


Setelah itu mereka semua memasang tenda, satu tenda berisi sekitar lima orang. Semuanya mulai membangun tenda masing-masing.


"Danish itu kebalik!" Tegur Ghea.


"Apanya kan bener kayak gini" Ucap Danish.


"Salah Danish"


"Bener kok, mana yang salah?"


"Itu bego! lo kebalik, nih kebalik" Ucap Acha membenarkan.


"Jangan ngegas dong, ngerem gitu"


"Kok gue sih, kan gue gak tau" Danish berkata jujur.


"Terus apa yang lo tau?" Tanya Acha dengan berkacak pinggang.


"Lo lupa dia mana ada yang tau, kan dia otak nya setengah" Timpal Ghea.


Acha baru ingat bahwa temannya yang satu ini sedikit bermasalah. Kenapa bisa lupa sih, tapi kan salahkan Danish dia tuh yang ngajak ribut.


Danish mengerucutkan bibirnya "Enak aja setengah, otak gue itu full" Ucap Danish yang tak Terima.


"Terserah lo dah terserah"


Tak berapa lama akhirnya tenda pun telah siap, memasukan semuanya kedalam tenda. Mereka semua di izinkan untuk istirahat terlebih dahulu.


...…...


Semuanya berkeliling ke sawah untuk bercocok tanam, tak semua hanya sebagian saja. Lea tak ikut dia hanya melihat saja, bukannya apa-apa hanya tak minat saja.


"Danish ish lo mah, itu kedekatan jauhin dikit"


"Kayak gini?"


"Iya, buset jauh amat"


"Heh lo ngajak ribut ye dari tadi, jauh salah dekat salah kek pacaran aja lu"


"Njir ngapa malah ngomong itu dah"


"Ya lo, aneh bener. Deket salah gak deket salah. Kayak lo sama Jojo" Ucap Danish dengan polosnya.


Bener deh, polos dan bego beda tipis:v


Ngajak gelud nih si Danish, Acha yang di samping mereka tak bisa menahan tawanya. Apalagi melihat muka Ghea yang salting.


"Bener kan dugaan gue lo gamon" Ucap Acha.


"Dih gue punya yang lain kali buka dia doang. Ada taehyung"


"Udahlah halu lo tinggi bener"


"Terserah gue ngapa lo yang sewot sih ah"


Acha hanya menggelengkan kepala "Gue tanya sama lo"


"Tanya Apa?"

__ADS_1


"Emang idol lo tau kalau lo idup atau gak? Emang dia tau kalau lo nafas apa gak?" Tanya Acha yang membuat Ghea tertampar.


Sial


Ghea tertampar.


"Sial gue tertampar" Guman Ghea.


...…...


Setelah bercocok tanam dan berkeliling semuanya kembali ke tenda masing-masing, tak terasa hari sudah malam. Malam ini para panitia akan melakukan game dimana game ini mencari setiap sudut hutan yang sudah diberi jejak.


Setiap kelompok akan berisi 5 sampai 10 anak. Semua murid sudah berada di tengah tempat dimana patokan untuk start.


Tapi karena cuaca kurang mendukung membuat acara ini harus di tunda besok.


Semuanya di suruh beristirahat ke tenda masing-masing. Walaupun begitu tak semuanya masuk banyak anak yang izin keluar ataupun ke toilet.


Sekarang tak jauh dari tempat camping, tempat dimana bisa melihat suasana kota yang begitu ramai. Bisingnya suara motor dan mobil mengisi keheningan mereka.



Hening..


Mereka berdua diam, tak ada yang membuka suara. Lea yang menatap senang dengan pemandangan Al yang menatap kearah Lea dengan senyum yang terbit di wajahnya.


"Lea"


Lea menoleh kearah Al "Apa?"


"Jangan pergi" Dua kata yang singkat tapi memiliki makna terdalam.


"Pergi?" Al mengangguk.


Lea tersenyum menatap kembali jalanan. "Emang aku mau pergi kemana?"


"Pergi jauh"


Al menunduk, entah pikiran dari mana hingga Al merasa dirinya dan Lea akan terpisah jauh. Walaupun dia sudah membuang pikiran itu jauh-jauh tetapi pikiran itu kembali lagi.


"Gak usah ngaco! Ngapain aku pergi"


"Le!"


Lea menoleh kearah Al, menatap Al dengan wajah yang berbeda, menatap manik mata Al yang menyiratkan kekhawatiran.


"Look at me" Ucap Al menyuruh Lea untuk menatapnya.


"Aku mohon jangan jauh-jauh dari yang lain, jangan pernah ke pisah dan jangan pernah sendirian"


"Iya Al, lagian mau jauh-jauh kemana? Gak ada"


Menarik Lea kedalam pelukannya, mengelus rambut Lea yang terurai. Sesekali mengecup puncak Lea.


"Al"


"Hm"


"Kenapa ngomong kayak tadi"


"Gak tau"


Lea langsung melepas pelukan dan mendongak menatap kearah Al bingung.


"Gak tau Le yang pasti kamu bakal celaka nantinya"


Lea berfikir, sumpah dirinya gak paham sama maksud dari Al.


Pergi?


Celaka?


Maksudnya?


...…...


Apa nih yang dimaksud sama Al?


lanjut gak nih?


Selamat puasa semua semoga puasanya lancar 💪


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya!


...…...


...Alvaro Aldebaran...



...Alexa Louis...


__ADS_1


__ADS_2