Perjodohan Berakhir Cinta

Perjodohan Berakhir Cinta
ʜᴏɴᴇʏᴍᴏᴏɴ


__ADS_3

Rika pun kembali tapi masih dengan pikirannya tentang pakaian wanita. Rika melihat Ardit yang menyiapkan sajadah untuk mereka shalat.


Rika pun memakainya dan mereka berdua melaksanakan shalat isya dengan khusyuk, setelah shalat seperti biasa Rika mencium tangan Ardit, begitu pun Ardit mengecup puncak Rika.


Setalah selesai mereka melipat dan menaruh kembali, Rika yang memang penasarannya sudah tinggi pun langsung tanya, dari pada pusing sendiri.


"pakaian cewek sebanyak itu punya siapa?" ucap Rika yang membuat Ardit menoleh.


"ba-baju cewek apa?" tanya Ardit.


"ya baju cewek yang ada di lemari sebanyak itu punya siapa?" tanya Rika.


Ardit yang baru sadar pun langsung menepuk jidat, bagaimana bisa lupa bahwa itu adalah pakaian Rika, dan buat apa juga dia pinjam pakaian bundanya yang membuat Rika menunggu di dalam kamar mandi.


"oh itu, pakaian kamu" ucap Ardit.


"ha pakaian? sebanyak itu?" tanya Rika.


"ya jadi, itu baju aku beli buat kamu, biar kamu gak usah bawa baju banyak-banyak" ucap Ardit.


"entar kalau kakak tau berarti kakak.. " selidik Rika.


"eh jangan ngadi-ngadi, itu emang pake uangku tapi yang beliin itu semua mama" ucap Ardit.

__ADS_1


"bohong!"


"gak ngapain aku bohong" ucap Ardit.


Rika ingin membalas perkataan Ardit namun ucapannya terhenti ketika ada suara ketukan. Ardit langsung menuju ke pintu dan membukanya daripada masalah makin melanjut.


"eh bi, ada apa?" tanya Ardit.


"ini den udah ditunggu di bawah sama bunda dan ayah" ucap Bi Jeni.


"ya bi ini mau turun makasih" ucap Ardit.


"sama-sama den kalau begitu saya permisi" Pamit Bi Jeni dan mendapatkan anggukan dari Ardit.


Ardit pun berbalik dan langsung mengajak Rika, Rika yang melihat tersebut langsung mengubah ekspresi jadi bete, gimana enggak sang mama aja gak memberitahunya kalau Ardit membeli baju sebanyak itu.


blush


"bodo" ucap Arika dan jalan duluan untuk keluar kamar.


Mereka berdua turun kebawah dan menuju ke meja makan.


"ayo sini sayang keburu dingin" ucap Veni.

__ADS_1


Menu makan malam di sini cukup membuat Rika senang karena masakan malam ini ada makanan favoritnya, ya ayam asam manis, yap Rika memang suka sekali dengan ayam asam manis.


Mereka pun duduk Bunda menyiapkan untuk ayah, dan Rika menyiapkan untuk Ardit, bunda dan ayah yang melihat tersebut saling lirik dan tersenyum bahagia, semoga ini awal dari kebaikan mereka.


Setelah selesai makan, Rika membantu Veni membersihkan meja makan dibantu juga Bi Veni, setelah selesai menata dan mencuci piring Veni dan Rika menuju ke Ardit dan ayah yang ada di ruang keluarga.


Mereka pun mengobrol, Rika tersenyum dalam hati. Dia merasa bahwa bisa terkumpul kembali dengan keluarga walaupun bukan dengan sang papa dan mama. Tiba-tiba senyum Rika luntur ketika sang ayah membicarakan tentang Honeymoon.


"kalian gak honeymoon?" tanya Ardi yang membuat Rika diam dan menatap Ardit.


"mm-masih belum kepikiran yah, soalnya sebentar lagi Rika mau masuk kampus dan mau ujian jadi untuk honeymoon nya nanti aja" ucap Ardit sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"ya bunda tau nak, tapi jangan lama-lama kalau emang udah dikasih sekarang jangan ditunda" ucap Veni.


jleb


ucapan Veni membuat Rika tersadar, dia memang belum memberi kan haknya pada sang suami tapi, kalau iya Rika belum siapp..


"udah tuh kasian Rika, udah ah bun di goda mulu menantunya" ucap Ardi.


"sayang gak usah pikirin bunda cuma becanda" ucap Veni.


"iya bun" ucap Rika.

__ADS_1


mereka pun melanjutkan mengobrol yang lain, tanpa terasa waktu malam sudah tiba, Rika maupun Ardit pamit untuk kembali ke kamar begitupun dengan Bunda dan ayah.


hari ini mereka berdua menginap di sini, untuk besok mungkin ke rumah Rika tapi kalau masalahnya sudah kelar.


__ADS_2