Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Ternyata


__ADS_3

Pria itu menatap sekelilingnya dan matanya hanya tertuju pada Siska yang tengah mebggendong putranya. Dari kejauhan terlihat senyum tipis yang terukir diwajah pria misterius tersebut .


"Ku yakin pasti itu anakku" gumamnya pelan.


Tak disangka Nayla yang tak sengaja melihat kearah jendela sempat terkejut melihat pria berpakaian serba hitam menatap kearah villa yang kini mereka tinggali.


"Siapa dia?" tanya Nayla sedikit keras sehingga membuat semua orang menatap kearahnya.


"Maksudmu siapa Nay?" tanya Zidan heran.


"Itu mas, ada orang diluar villa sedang menatap kearah kita"


Zidan segera bangkit dan ikut melihat seseorang yang berada diluar villa. Terlihat sesosok pria berpakaian serba hitam tengah menatap kearahnya dan dengan segera Zidan pun melangkahkan kaki menuju luar untuk melihat orang tersebut.


Pria diluar villa yang mebyadari bahwa Zidan sedang berjalan kearahnya kemudian secepat kilat berlari meninggalkan villa tersebut dan melupakan apa niatnya datang kesana.


Zidan pun yang baru saja mencoba mengejar pria tersebut segera disusul oleh Nayla yang memanggil namanya dengan kencang.


"Mas, sudah biarkan saja dia. Cepat masuk lagi kedalam dan habiskan makananmu mas"


Zidan berbalik dan tersenyum melihat istrinya yang begitu cantik mengenakan gamis berwarna pink.

__ADS_1


"Kira kira siapa orang itu ya Nay?"


"Entahlah mas, aku pun tak terlalu melihat wajahnya karena dia menggunakan topi. Dari postur tubuhnya dapat dipastikan bahwa itu adalah seorang pria. Namun aku tak tahu dia siapa dan punya niat apa"


"Yang jelas kita harus selalu berhati hati Nay. Siapa tahu dia itu orang jahat suruhan ayahnya Frans" jawab Zidan serius.


Nayla dan Zidan yang baru saja sampai di ruang makan, segera duduk dan kembali menyantap makanan yang tadi dibiarkannya.


"Siapa tadi Dan?" tanya Hamdi penasaran.


"Entahlah Ham aku pun tak tahu"


Dengan santai Zidan merebut ayam tersebut dan memasukan semuanya kedalam mulut.


"Sudahlah jangan banyak bercanda Dan" ucap Ibu Widya dengan santai.


Akhirnya mereka pun melanjutkan sarapan paginya dengan Nayla yang menggendong bayi dipangkuannya. Setelah Siska selesai makan, sekarang giliran Nayla yang mulai sarapan dan memberikan bayonya kepada Siska.


"Makan yang banyak biar dede bayinya gendut" ucap Zidan seraya mengambilkan nasi yang banyak keatas piring milik Nayla.


"Sudah mas, jangan banyak banyak. Nanti aku yang gendut"

__ADS_1


"Tak papa sayang kan kalau kamu gendut bagus dong kaya donat" ucap Zidan seraya mencubit pipinya lembut.


*****


Disisi lain pria misterius yang baru saja pulang kerumahnya segera melepaskan jaket, topi dan juga masker yang sebelumnya ia kenakan untuk memantau kediaman Hamdi beserta semua keluarga Zidan. Ia tersenyum puas ketika berhasil melihat bayi Siska dan Siska yang begitu tampak lebih cantik.


"Akhirnya aku menemukan gadis yang selama ini selalu kucintai. Dan sekarang kami sudah resmi menjadi seorang ayah dan ibu"


Ya, dia adalah Andi. Dia masih bebas berkeliaran dan masih belum bisa ditahan karena penyelidikan atas kasus pelecehan yang Siska alami sebelumnya masih ditangani. Berbeda dengan Frans dan ayahnya yang harus mendekam dibalik jeruji besi sebab kematian Nikita yang sudah jelas jelas terjadi dan banyak bukti.


"Ku yakin bayi itu adalah anakku karena akulah yang berhasil menjadi pria terakhir yang menanam benih di rahimnya" Andi tersenyum membayangkan dirinya hidup bahagia bersama Siska.


"Untuk kali ini aku tak bisa mengalah Mas Hamdi. Maafkan aku. Cintaku pada Siska dan rasa tanggung jawabku pada anak tersebut sungguh besar. Aku rela ditahan bahkan dipenjara seumur hidup asalkan bayi itu dan Siska bisa menerimaku walaupun ia harus membenciku terlebih dahulu"


Tak berselang lama, pria bertubuh tegap tersebut membuka kacamata dan mulai membuka pakaiannya untuk segera pergi menuju kamar mandi.


Ia dengan santainya membersihkan diri dan terus bersenandung riang membayangkan kehidupan bahagianya bersama keluarga kecilnya. Ia bahkan melupakan jasa dan kebaikan Hamdi terhadapnya selama ini sebab Andi lebih menginginka Siska menjadi pendamping hidupnya terlebih lagi sekarang ia melihat anak yang sebelumnya Siska kandung.


Andi tak perduli jika Siska sudah dijamah oleh beberapa pria dan ia pun tak perduli jika memang bayi itu bukanlah anak biologisnya. Yang terpenting ia merasakan bahwa Siska memang harus hidup bahagia bersamanya bagaimana pun caranya.


Hai para readers, maaf di part ini saya membuat cerita pendek karena kondisinya sedang tidak stabil. Mohon maaf karena sudah menunggu lama kelanjutan cerita ini.🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2