Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Masa Lalu Dan Akan Tetap Seperti Itu


__ADS_3

...Seberapa jauh kau melangkah...


...Seberapa jauh kau menghindarinya...


...Suatu saat kau akan bertemu lagi dengan dia...


...Tak ada rasa yang bisa hilang begitu saja...


...Baik itu benci ataupun cinta kau akan memilikinya....


...Jangan salahkan Tuhan yang memberikan rasa itu untukmu....


...Kau hanya perlu berjalan lurus kedepan tanpa mengingat semua sakitmu dimasa lalu...


...Aku hanyalah manusia biasa yang punya rasa sakit dan cinta. Anyelir adalah masa laluku dan akan tetap seperti itu. Kesalahan yang pernah kami lakukan akan tetap diingat walau sampai kapanpun....


Kalian pasti punya cinta untuk orang yang berada dimasa lalumu. Begitu pun Zidan, walaupun rasa cintanya lebih besar terhadap Arumi, namun ada sedikit rasa untuk Anyelir entah itu benci atau pun rasa penyesalan karna kesalahan yang dulu ia perbuat.


Cinta Zidan hanya untuk Arumi dan mungkin saat ini untuk Nayla. Bagaimanapun Anyelir nanti berada dihadapannya, dia akan tetap kukuh pada niatnya untuk memperjuangkan cinta Nayla.


Hari ini adalah hari dimana Zidan akan bertemu gadis itu. Dipakainya jas dengan dasi yang rapih, sebagaimana mestinya dia akan bertemu dengan klien. Tak ada persiapan spesial yang ia lakukan saat akan bertemu dengannya.


Zidan mengambil berkas serta koper yang berisi pakaiannya untuk seminggu kedepan. Tak lupa memberi kabar pada Nayla agar dia selalu menjaga kesehatannya karena Zidan akan pergi jauh darinya.


[ Assalamualaikum Nay, maaf jika aku menganggumu. Aku hanya ingun memberimu kabar bahwa aku hari ini akan pergi keluar kota untuk survei lokasi pembuatan pabrik baru. Jika ada apa apa hubungi Hamdi saja karena mungkin disana ponselku akan sulit dihubungi karena jaringan internet sangat terbatas]


Zidan mengirim pesan yang sama pada Hamdi agar dia menjaga Nayla dan membantunya jika dia ada perlu.


[ Ham tolong kau awasi Nayla dan jangan buat kesulitan dalam segala hal. Aku akan pergi dulu keluar kota untuk bisnis baru. Kau jangan macam macam]


Ponsel Zidan bergetar kala ada notifikasi dari sahabatnya itu.


[ Syukur alhamdulillah jika kau akan pergi. Akan ku jaga Nayla saat kau tak ada. Kau tak perlu khwatir, kau memberikan bidadari pada orang yang tepat] balas Hamdi dengan diakhiri emoticon tertawa.


[ Kau jangan macam macam ya. Akan ku patahkan tanganmu jika kau sampai menyentuh Nayla]

__ADS_1


[ Iya, iya baiklah. Aku gak akan macam macam sama calon permaisuri siluman kera. Kasihan sekali Nayla harus dicintai oleh pria jadi jadian]


Zidan tak menanggapi pesan sahabatnya itu. Jadwal penerbangan pesawatnya sudah dekat. Hari ini supir dari kantor menjemputnya dari rumah dan mengantarnya sampai bandara.


Anyelir yang merupakan partner bisnisnya kali ini tak terlihat di bandara. Mungkin saja dia belum sampai atau sudah sampai dilokasi lebih dulu.


Jadwal penerbangan pun tiba, dengan kacamata hitam, Zidan memasuki pesawat dan duduk dikursi VIP. Tak terasa perjalanan dipesawat sudah dua menit berlalu. Kini ia menatap pada sekelilingnya yang banyak sekali dengan orang orang berpakaian rapih dan sebagaian anak anak kecil.


Hingga saat dia tengah mengambil ponsel didalam sakunya. Suara seseorang membuatnya kaget dan menjatuhkan ponselnya.


"Bagaimana kabarmu? kau jauh terlihat tampan sekarang?" ucap Anyelir yang berada disamping kursi Zidan.


Zidan yang gugup karena takut salah bicara, hanya terdiam tanpa menimpali ucapan Anyelir.


"Kau masih sama seperti dulu. Masih pendiam dan juga kaku terhadap wanita yang berbicara padamu"


"Maaf nyonya saya hanya sedang ingin beristirahat. Jadi nanti kita bicara setelah tiba ditempat yang kita tuju"


Hembusan nafas wanita disampingnya terdengar begitu keras. Hingga akhirnya Anyelir pun membuka kacamatamya yang sedari tadi dipakai.


"Baiklah kalau itu mau mu. Kau memang masa laluku dan akan seperti itu. Maafkan aku atas kejadian dulu"


"Hei no problem ok! im fine! kamu gak salah dan aku pun gak salah. Dulu kita hanya terbawa suasana saja hingga lupa segalanya. Sekarang kita profesional bekerjasama bukan untuk membahas masa lalu. Lagi pula aku sudah menikah " jawab Anyelir seraya menunjukan tangan yang terdapat cincin melingkar dijari manisnya.


Zidan terkejut mendengar penuturan Anyelir bahwa dirinya sudah memiliki suami. Untunglah jika wanita itu sudah memiliki pasangan, sebab Zidan takut bahwa Anyelir yang dulu masih seperti dulu yang berusaha mengakhiri hidupnya kala dipisahkan dari Zidan.


"Aku sudah menikah dua tahun lalu. Dan sampai detik ini aku belum memiliki anak dari suamiku. Jadi kau jangan pernah berfikir untuk kembali lagi bersamaku apalagi berani berbuat mesum padaku" canda Anyelir seraya tertawa.


"Maaf ya, aku juga udah punya pasangan dan kami akan segera menikah. Untuk pernikahanmu ku ucapkan selamat, semoga pernikahanmu langgeng sampai kakek nenek"


Senyum terukir diwajah cantik Anyelir. Sifatnya yang dulu adalah seorang gadis manja dan cengeng kini berubah menjadi wanita dewasa yang anggun dan kharismatik.


Dua manusia yang dulu memiliki ikatan kini hanya diam membisu dalam lelapnya dan mimpinya masing masing.


Perjalanan pesawat yang ditempuh Anyelir dan Zidan memakan waktu empat jam penerbangan. Hingga saat pesawat mendarat, mereka keluar bersama dan beriringan.

__ADS_1


Rasa canggung yang tadi sempat ada dibenak Zidan kini menghilang begitu saja. Baginya Anyelir sekarang adalah wanita yang mandiri dan dewasa tak seperti dulu yang manja dan selalu ingin memegang tangan Zidan ketika berjalan.


mobil yang disewa perusahaan telah sampai di bandara. Anyelir dan Zidan pun masuk kedalam mobil dengan koper yang sengaja ditaruh didalam bagasi oleh supir. Tak ada percakapan diantara mereka. Hanya sesekali terlihat Zidan menguap dan kepalanya terkantuk.


"Kau kalau ngantuk tidur saja jangan malu, jangan samai nanti saat survei kau jatuh kedalam lumpur seperti dulu" Anyelir tertawa melihat Zidan yang sedari tadi menahan kantuknya.


"Aku takan pernah melakukan hal konyol seperti dulu. Lagi pula jika aku terjatuh, aku bisa mandi"


"Ya, ya pria dingin aku tahu. Kau masih sama seperti dulu menyebalkan"


Anyelir memakai kembali kacamata yang ia simpan disaku jaketnya. Baginya Zidan adalah pria yang menyebalkan namun membuatnya dulu selalu tertantang untuk mendekatinya.


"Ngomong ngomong, suamimu sekarang dimana? apakah dia tahu kalau kau bekerjasama denganku?"


"Suamiku berada di Singapura saat ini. Seminggu lagi dia akan datang ke Indonesia, kau harus menemui suamiku yang jauh lebih tampan dibandingkan dirimu. Dan mengenai masa lalu kita, tentu dia tahu karena dia adalah sahabat sekolahku disana. Aku selalu menceritakan semua kesakitanku ketika jauh darimu dan aku juga menceritakan malam yang pernah kita lalui berdua sampai warga desa megusir kita dan ayah pun murka .Hahaha"


Anyelir dengan santai menertawai aib yang dia miliki bersama Zidan dulu.


Zidan menatap gadis disampingnya seolah tak percaya dengan perkataan yang terlontak dari bibir Anyelir.


"La..lalu bagaiman mungkin suamimu bisa menerima semua kekuranganmu juga aib yang pernah kau lakukan bersamaku. Maaf mungkin bisa kubilang mahkotamu sudah ku ambil sebelum dia"


"Hahahaha... Zidan, Zidan. Dia adalah sahabatku, tempat aku mengadukan semua keluh kesahku. Dia adalah pria yang baik dan tak pernah mempermasalahkan kegadisanku. Dia mencintaiku walaupun aku dulu sangat marah ketika mengetahuinya. Tapi perjuangannya untuk meyakinkanku, hingga akhirnya akupun luluh dan justru sekarang aku yang lebih takut kehilangannya. Jika dipikir pikir dulu kita sangat bodoh, sampai bisa melakukan hubungan ba*an digubuk petani hingga kita digerebek warga. Hahahah"


"Itulah Nye, yang membuat aku merasa bersalah dan takut jika bertemu denganmu. Syukurlah jika kau mendapatkan pria yang baik dan mampu menerimamu. Untuk kejadian dulu, aku minta maaf"


"It's ok. Lagi pula aku gak hamilkan. Untung saja dulu kita gak sampai dinikahkan sama warga kampung karena Thania menelpon ayah tepat waktu. Ngomong ngomong, calon istrimu tahu gak kalau calon suaminya udah gak per*jaka lagi "


Zidan berpikir keras saat kata kata yang Anyelir lontarkan belum pernah diketahui siapapun. Bahkan Arumi pun tak tahu bahwa Zidan sebenarnya sudah melakukan zina dengan wanita yang bukan muhrimnya.


"Aku gak pernah bilang sama siapapun Nye, karena ini aib. Dan mungkin takan pernah dikatakan jika pun aku nanti menikahi calon istriku. Karena Allah menyembunyikan aibku dari siapapun dan aku pun takan pernah mengatakan aib yang Allah tutupi atas perbuatanku. Allah sebaik baik nya pelindung, dia menjaga aibku dan menutupinya dari semua orang lalu bagaimana mungkin aku bisa mengatakan aib yang Allah sembunyikan untuku. Biarlah kesalahan yang kita lakukan menjadi pelajaran dan juga hanya kau, aku ,ayahmu dan Allah yang tahu"


"Juga warga kampung dan orang orang kampus yang tahu" jawab Anyelir cepat.


Zidan tersenyum kearah Anyelir. Hingga beberapa menit kemudian mereka sampai dikampung tempat mereka akan melakukan survei lokasi yang rencananya akan dijadikan tempat pembuatan pabrik.

__ADS_1


Terdapat satu vila sederhana, yang selalu dijadikan penginapan bagi turis ataupun orang orang yang akan melakukan wisata kekampung asri dibawah bukit tersebut.


__ADS_2