Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Mengejutkan


__ADS_3

Malam telah tiba, Nikita, Nayla dan Zidan kini sudah sampai di kediaman Frans. Untung saja pria yang sudah merusak Siska saat ini masih berada entah dimana sebab tadi sebelum mereka berangkat, Frans dan ayahnya tengah perhi menghadiri sebuah acara keluarga besarnya.


Mereka pun sempat menguping bahwa ayah Frans dan Frans tengah membicarakan soal pernikahan sepupunya yang akan terjadi minggu depan disalah satu hotel ternama yang harga sewa satu harinya cukup fantastis.


Nikita berjalan mendekati kamar Frans dengan kamera kecil ditangannya dan saat ia masuk kedalamnya, Nikita mulai menaruh kamera tersebut dibalik kaca rias yang berada disamping tempat tidur majikannya tersebut. Tak lupa Nikita pun mengaktifkan terlebih dahulu kameranya dan mulai menghubungkannya kedalam ponsel Hamdi.


"Aku akan mencoba memancingnya malam ini. Walaupun diriku yang akan menjadi taruhannya. Aku sungguh menyayangimu Ham" guman Nikita pelan.


******


Nayla dan Zidan yang tengah berada didalam kamarnya mulai menyiapkan semua berkas berkas yang mereka kirim kepada ayahnya Frans. Seblumnya ia sudah mencari informasi mengenai kasus suap yang dilakukan ayahnya Frans serta kasus korupsi yang dilakukan majikannya tersebut disalah satu perusahaan milik negara.


Informasi yang Zidan dapat, ternyata ayah Frans merupakan salah satu ketua pelopor tindak korupsi yang lumayan besar untuk pembangunan jalan disalah satu wilayah yang jika diperkirakan dana yang ia korupsi mencapai dua milyar rupiah.


"Malam ini kita akan ancam lelaki tua itu agar terkena serangan jantung dan segera masuk kedalam liang lahat" canda Zidan dengan wajah yang serius.


"Astagfirullah mas, jangan kaya gitu dosa tahu. Seburuk apapun dia pada kita dan pastinya masyarakat yang dirugikan, tapi kita tak boleh mendoakan hal buruk pada orang lain" balas Nayla.


"Aku sudah kesal Nay, dengan kelakuan pria tua itu yang terkesan terlalu mimikirkan harta serta kekuasaan tanpa memikirkan orang lain yang kesusuahan oleh ulahnya. Jika saja negara kita tak bisa bertindak adil atas kasus korupsi yang ia lakukan maka benar benar aku muak dengan situasi hukum yang tajam kebawah namun tumpul keatas"


"Aku juga paham mas, namun masalahnya kita pun tak bisa berbuat apa apa jika memang hukum seperti itu. Namun yang pasti, keadilan Allah akan datang kepada kita sebab Allah maha adil"


Zidan tersenyum kearah istrinya dan mulai kembali mengumpulkan data untuk bukti di kepolisian nanti.


******


Malam telah datang. Frans dan ayahnya yang baru saja tiba dirumah merasa aneh dengan keadaan rumah yang tampak begitu sepi.


" kemana babu yang sudah kau terima bekerja disini Frans? seenaknya tidur dan diam dikamar kaya yang punya rumah aja"


"Mereka sudah siapin makan sama beresih rumah yah. Udah lah jangan bikin ribut. Cape tau gak sih"


Frans melenggang pergi, berjalan meninggalkan ayahnya yang tampak kesal dengan kelakuan Frans yang selalu saja membela para asisten dirumah mewah miliknya.


Langkah kaki Frans saat ini tengah menuju kearah kamar pribadinya yang berukuran cukup besar. Hingga saat ia membuka pintu, tanpa ia sadari kamera kecil yang sudah Nikita simpan dikaca meja riasnya tengah merekan semua kegiatannya.

__ADS_1


Tanpa menunggu waktu lama, Nikita yang tahu bahwa sang majikan sudah pulang dari acara pertunangan sepupunya kini pergi menuju kamar Frans untuk menjalankan rencana selanjutnya.


Pakaiannya yang kini mulai sedikit tertutup walaupun tak memakai hijab, setidaknya Nikita saat ini sudah memakai pakaian berlengan panjang dan celana tidur yang menutupi kaki jenjang indah miliknya.


Tok tok tok


Pintu diketuk dengan pelan oleh Nikita.


"Maaf tuan apakah saya boleh masuk?"


Frans yang sedang merebahkan tubuhnya diatas kasur langsung terbangun menuju pintu untuk segera membukakannya agar Nikita bisa masuk.


"Silahkan masuk" ucap Frans seraya mulai tersenyum.


Rasa canggung yang ada didalam hati Nikita dapat terlihat oleh Frans hingga kemudian ia pun mengambilkan minum yang sengaja selalu tersedia diatas laci didalam kamarnya.


"Ini minumlah" ucap Frans seraya menyodorkan gelas berisi air putih.


Nikita yang menerima minuman tersebut tak langsung meminumnya karena takut bahwa Frans sudah memasukan sesuatu kedalamnya.


"Tenanglah. Aku tak memasukan apapun kedalam minuman itu. Aku sudah benar benar ingin menjadi orang baik untukmu"


"Maafkan saya tuan jika menganggu. Kedatangan saya kali ini hanya ingin menanyakan hal penting tentang pearasaan yang tua katakan pada saya"


Mendengar hal itu Frans kemudian nampak begitu senang, sebab mungkin Nikita sudah membuka hati untuknya.


"Ya tentu saja. Tanyakan apapun yang ingin kau mau"


"Apakah tuan benar benar mencintai saya dan akan melakukan apapun untuk saya? jika memang tuan bersedia maka katakanlah hal yang sejujurnya"


"Tentu, tentu saja aku akan mengatakan apapun yang ingin kau tanyakan dan ketahui dariku"


"Jadi, sebenarnya saya adalah kakak sepupu dari wanita yang sudah kamu rusak sebelumnya. Wanita itu bernama Siska dan sekarang ia sudah memiliki seorang putra"


Frans tampak begitu terkejut dan mulai menatap kearah Nikita.

__ADS_1


"Ya dia memang dulu adalah pacarku. Namun setelah dia dipakai oleh banyak pria, aku tak sudi untuk menerimanya kembali. Lagi pula anak yang ia lahirkan pasti bukan anakku sebab aku adalah orang yang pertama merengut masa depannya sedangkan teman temanku telah memakainya sampai pagi."


"Kenapa anda begitu jahat tuan?"


Frans tertawa mendengarkan perkataan Nikita yang mengatakan bahwa ia adalah seseorang yang jahat.


"Hahahahah, aku jahat? jahat? aku hanya ingin melihat anak dari baji**ngan itu sengsara dan menderita sama sepertiku"


Nikita mengerutkan kening tak tahu tentang apa yang Frans sedang bicarakan.


"Kau takan mungkin tahu bahwa ayah dari wanita itu sudah membuatku kehilangan sosok ibu yang selama ini sangat aku butuhkan. Ia tega teganya merebut ibuku dari ayah hingga membuat kehidupan kami perlahan lahan mulai berantakan"


"Jadi ibumu dan ayahnya Siska..."


"Ya! pria tua itu sudah berselingkuh dengan ibuku saat aku masih berusia 10tahun.Dan aku tahu mengenai hubungan mereka karena mereka melakukan hal seperti suami istri dikamarku! ya dikamarku. Aku yang masih sangat kecil harus melihat aksi tak senonoh yang dilakukan mereka saat ayahku sedang bekerja untuk menghasilkan uang lebih banyak untuk kami"


Frans yang mulai terpancing emosi kini mulai mengepalkan tangan dengan sorot mata yang merah menyala.


"Lalu kenapa kau ingin menghancurkan Siska ? bukan ayahnya? Siska pasti tak tahu apapun tentang itu"


"Ya, dia pasti tak tahu tentang kebejad**n ayahnya. Namun, ayahnya pun saat dulu tak pernah memikirkan aku yang saat itu jelas jelas berada didalam rumah. Bahkan sampai sekarang, ayahku pun tak tahu apa yang sudah anaknya lihat tentang istrinya sekaligus ibuku"


"Lalu kenapa kau melakukan hal itu pada Siska? dan kenapa kau memberikan pacarmu pada teman temanmu?"


Nikita yang mulai gencar memberikan pertanyaan terlihat begitu semangat karena Frans gampang sekali menjawab setiap pertanyaannya.


"Aku memiliki dendam pada pria breng**k itu dan ingin sekali melibat dirinya hancur. Dan sejujurnya aku tahu tentang kehamilan Siska seblum kau mengatakannya"


Nikita pun terkejut mendengar penuturan Frans .


"La..lau siapa saja yang sudah melakukan hal kotor itu pada Siska hingga kau yakin bahwa anak yang Siska lahirkan bukan anakmu"


"Tentu saja aku yakin. Sebab yang memakainya adalah Dika, Leo, Danil, Gilang, Nanda, Stevan, Brian, Wiliam dan Andi. Sudah pasti yang terakhir melakukan itu adalah ayah biologis anaknya"


Frans tersenyum dengan puas ketika menceritakan semuanya pada Nikita. Hingga detik kemudian dirinya harus dikejutkan dengan prilaku Frans yang tak terduga.

__ADS_1


"Dan aku pun tahu, bahwa kau bukan sepupu dari Siska, melainkan seorang mata mata yang disuruh untuk mengorek informasi mengenai pelecehan yang aku lakukan pada anak baji**n itu"


Frans mulai mencekik leher Nikita dengan kuat hingga perempuan dihadapnnya kesulitan untuk bernafas.


__ADS_2