
Hari ini adalah satu hari tepat sebelum Hamdi menikah dengan Naura esok hari. Siska terdiam. menatap langit langit yang gelap karena malam telah datang sejak tadi. Bulan bersembunyi, seolah tahu bahwa satu hati wanita tengah patah karena sebuah takdir yang begitu membuatnya menjauh dari belahan hati.
"Aku kuat. Aku bisa. Selama ini hanya aku dan keluargaku yang mampu membuat hidupku menjadi tenang dan lebih bahagia dari sebelumnya. Aku tak tahu bagiamana mengekspresikan perasaanku saat ini. Aku tak pernah menduga bahwa takdirku yang dulu pernah ku kira adalah Hamdi obatnya ternyata salah satu luka terberatnya. Aku Takan menyalahkanmu Ham atas kegagalan ini. Aku tak marah padamu dan aku tak membencimu sebab bagaimanapun kau adalah pria yang sangat berjasa di hidupku" Siska tersenyum dan menghapus air matanya dengan kasar seraya memandang langit yang begitu gelap.
Alam seolah mendukung kesedihannya, hingga tak berselang lama hujan turun secara perlahan dan hal itu membuat sesak di dalam hati Siska kian terasa. Diciumnya pelan wajah Cleo dan tertidur di sampingnya dengan Isak tangis yang mulai meluncur dengan deras.
Kini tujuan hidupnya hanya satu, bukan tentang cinta seorang pemuda ataupun cinta antar sebuah keluarga. Namun Siska saat ini memilih untuk fokus pada karir, sekolah dan juga perannya sebagai ibu yang telah ia nikmati beberapa bulan ini.
*******
Pagi telah tiba. Semua keluarga Atmaja telah bersiap menuju pernikahan Hamdi dengan pakaian khas berwarna senada. di urainya dengan cantik, rambut pendek Siska dengan pakaian berwarna merah muda. Wanita muda itu tak henti hentinya tersenyum ke semua orang di rumah, sampai sampai Nayla dan Zidan yang melihatnya sedikit terluka.
ya, kakak mana yang tak ikut sedih jika adiknya telah di lukai. Semua ini adalah jalan takdir, dan Zidan serta Nayla tak bisa menyalahkan Hamdi karena telah memilih Naura sebagai pendamping hidupnya.
Zidan berjalan mendekat ke arah Siska yang saat ini tengah menggendong balita lucu dengan pipi yang Cubi. Zidan mengelus pucuk kepala Siska dan mencium kening Cleo dengan lembut untuk menenangkannya.
"Apa kau yakin akan datang ke pernikahan Hamdi, Sis? Apa tak sebaiknya kita batalkan saja rencana kita ini"
Siska tersenyum dan memegang tangan Zidan dengan erat. Wanita berkulit putih itu tampak tersenyum dan seolah tak menampilkan sesak yang semalam ia rasakan.
__ADS_1
"Ku baik baik saja mas. Tak ada apapun yang akan menimpa Hamdi ataupun Naura di pernikahan nanti. Aku ikhlas. Aku ridho. Ini adalah pilihan Hamdi dan aku mendukungnya. Mungkin aku tidak di takdirkan untuknya dan mungkin dia memang pantas bersanding dengan Naura yang sama sama masih gadis"
Zidan menghela nafas panjang dan mulai menggenggam tangan Siska dengan erat.
"Baiklah kalau kamu baik baik saja. Sekarang kau bawa kado perniakahnnya, biar Mbak Nayla yang membawa Cleo" saran Zidan dengan lembut.
"Tidak mas, Cleo biar aku saja yang menggendongnya. kasihan mbak Nayla kecapean. Lihat, perutnya sudah besar dan beberapa bulan lagi bayi kalian akan lahir. Aku takan pernah membuat Mbak Nayla kelelahan dan juga keberatan dengan Cleo".
Zidan menatap Nayla yang saat ini tengah merapihkan kerudung nya dan memakaikan sebuah Bros bunga kecil di bagian samping kepalanya. Wanita itu benar benar sangat cantik, apalagi lesung Pipit yang ia miliki begitu pas memperindah wajahnya.
"ya sudah kalau begitu. ayo kita pergi"
*********
Hingga tak berselang lama, mobil yang Zidan kendarai mulai memasuki kawasan parkiran gedung, dan kini terparkir rapi di dekat mobil hitam milik ayah Naura.
Siska, Zidan dan Nayla perlahan mulai turun dari mobil dan di ikuti oleh Ibu Widya yang masih asik membenarkan lipstiknya yang mulai pudar. Mereka tampak bahagia tanpa sedikitpun air mata yang ditunjukan di perniakahn itu, sampai sampai dari kejuahan Naura yang tahu akan kedatangan keluarga Siska tampak menatap mereka dengan nyalang dan merangkul dengan erat tangan Hamdi seolah tengah berusaha membuat kondisi perniakahn semakin panas.
Saat ini satu persatu keluarga Atmaja mulai naik ke atas panggung pelaminan, tempat kedua pengantin serta pendamping pengantin berada. Zidan memeluk Hamdi dan memberiakn selamat padanya, diikuti oleh Nayla dan juga ibu Widya di belakangnya. Sampai saat giliran Siska yang akan bersalaman dengan Hamdi, Cleo yang berada di pangkuannya langsung mengulurkan tangan, seolah ingin di pangku oleh pria dengan jas hitam elegan itu dan tentu saja hal itu membuat Naura kesal.
__ADS_1
Tubuh Cleo belum sempat Hamdi raih, namun dengan cepat Naura memegang tangan pria di sampingnya yang sontak saja membuat Cleo menangis dan memeluk Siska dengan erat.
"Selamat ya Ra, Ham. semoga jadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah. Aku dan semua kelurag ikut senang atas pernikahan ini"
"Senang apa senang Sis? Kamu jangan membuat kekacauan di perniakahanku ini ya, jangan sampai bodyguard papah datang mengusir kalian dengan paksa jika kau melakukan sesuatu yang tercela!" ancam Naura dengan penuh penekanan yang sontak saja membuat Hamdi geram dan marah.
"Apa yang kau katakan Ra! Siska tak seburuk yang kau kira. Kau tak perlu mengatakan omong kosong itu di hadapannya. paham!"
Naura memutar matanya dengan malas menanggapi pembelaan Hamdi pada Siska.
Hingga saat Siska akan beralih menyalami Naura, Naura dengan cepat malah menciu* pipi Hamdi dengan tiba tiba dan sontak saja membuat semua orang bersorak dengan kencang.
"Aku benar benar meras muak padamu Ra" gumam Hamdi dengan pelan.
Siska yang melihat hal tersebut lantas turun dan pergi menuju kursi tamu. Wanita itu tampak menjadi pusat perhatian orang orang, sebab kecantikan dan juga auranya yang baik dapat membuat orang lain kagum.
Seorang pengusaha paruh baya tiba tiba saja mendatangi Siska dan keluarganya yang tengah menikmati hidangan yang ada. Pria itu meminta Zidan bekerja sama dengan perusahaannya dan menjadikan Siska sebagai model iklan produk yang akan ia keluarkan dengan bayaran yang cukup fantastis.
"Saya tertarik dengan adik anda dan mengajak kalian untuk bekerja sama dalam produksi iklan bisnis yang saya punya. Ini bukan tempat yang tepat untuk membahas bisnis ini, maka dari itu jika kalian berminat bisa hubungi nomor yang tertera di kartu nama ini. Permisi"
__ADS_1
mata Siska berbinar penuh semangat. Wanita itu sangat antusias dengan tawaran iklan ini sebab sejak dulu cita citanya adalah mejadi artis yang terkenal. Namun niatnya kembali urung kala sadar bahwa dirinya hanyalah seorang korban pelecehan yang pasti akan banyak orang tahu tentang kasus yang pernah ia alami. Ia takut kerugian akan di rasa oleh pria yang kebwari kerjasama dengannya dan tentu saja orang orang yang tahu tentang kasusnya akan kembali berusaha mengorek luka lama yang telah ia kubur dalam dalam.
*jadi apa yang harus dilakukan Siska? apa dia harus menerima tawaran dari pengusaha itu? atau lebih baik fokus pada kuliahnya? 🤔 Siska takut di.hujat gara-gara jadi korban pelecehan dulu.🥹