Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Sah


__ADS_3

Hari ini adalah hari bahagia untuk Nayla dan Zidan. Perjalanan cinta yang mereka lalui sebelumnya hanya sebatas ikatan kerja sama mencari bukti perselingkuhan Bian serta misteri kematian Arumi yang dulu belum terungkap.


Jas berwarna hitam dengan dasi senada membuat Zidan tampak begitu mempesona dan tampan. Ibu dan Siska yang sudah bersiap menggunakan baju yang sama tampak begitu anggun dan cantik. Hamdi yang menginap pun tak kalah keren memakai pakaian yang senada dengan ibu dan Siska yang sengaja sudah disiapkan oleh Zidan.


"Ayahmu tak ada kabar nak?" tanya Ibu Widya dengan perasaan sedih.


"Tak ada bu. Tapi gak papa, Zidan baik baik saja tanpanya. Selama ini Zidan selalu bedjalan dan mengambil keputusan sendiri tanpa ayah. Jadi untuk apa Zidan mengharapkan dia hadir diacara bahagia ini. Toh gak ada untung ruginya juga."


"Ya sudah kalau begitu. Pangeran yang tampan sekarang mari kita berangkat menuju singgah sana dipanggung pelaminanmu. Waktunya tinggal sebentar lagi dimulai, jangan sampai membuat calon pengantin wanita menunggu lama kehadiran pangeran bercelana putihnya" canda Hamdi.


Mobil dengan dekorasi bunga didepan kacanya berjalan dengan sangat santai. Hamdi yang bertugas sebagai supir kini bersenandung senang seraya sesekali menatap Siska yang berada dibelakangnya melalui kaca diatas depan kemudi.


Zidan yang duduk bersebelahan dengan Hamdi hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah laku sahabatnya itu.


"Jika sudah mau menikah, lebih baik menikah saja. Tak baik memandang wanita yang bukan mukhrim lama lama. Contoh dong aku, yang hari ini akan halal menatap Nayl bahkan memeluknya"


"Eleh, kau itu memang sudah ngebet pengen tidur disamping Nayla. Aku mentap kagum pada Siska yang semakin hari terlihat semakin cantik bukan kerena nafsu Dan. Kau kira aku sama sepertimu apa"


Zidan tak menimpali perkataan sahabatnya itu sebab pipi Siska sudah terlihat merah merona menahan malu. Gedung dengan hiasan serta dekorasi yang indah sudah terlihat didepan sana. Zidan menarik nafas panjang agar rasa gugup dihatinya bisa menghilang sedikit saja.


Ketika kakinya turun dari mobil, suara teriakan dari belakang membuatnya menoleh seketika.


"Mas tunggu!"


Siska dan Ibu Widya mentap tak percaya pada wanita dihadapannya kini. Clara dengan Algi dipangkuannya.


"Mas tunggu aku. Aku juga kan keliarga kalian, jadi aku harus ikut mengantar mas sampai ke kursi pelaminan"


"Dasar ja*lang tak tahu diri! sudah kubilang jangan pernah menampakan wajahmu dihadapanku. Aku jijik melihat dirimu yang kotor itu!" ucap Siska ketus.


Hamdi memegang pundak Siska dan mulai menenangkan wanita yang tengah berbadan dua itu.


"Apa hak kamu ngelarang aku kesini. Toh Mas Zidan sendiri yang mengundangku untuk datang keacara dia. Ya kan mas"


"Sudah bu, Sis. Aku memang mengajaknya untuk hadir dipernikahan ini. Tapi aku hanya mengundangnya sebagai tamu biasa bukan sebagai keluarga. Jadi kamu wanita tak tahu malu! sekarang kau masuk duluan saja, biar aku melakukan penyambutan mempelai hanya dengan Ibu, Siska dan Hamdi saja. Dan jangan pernah membuat kekacauan diacaraku ini, afau kau akan menanggung semua konsekuensinya!" ancan Zidan pada Clara.

__ADS_1


Bibirnya yang tertekuk kebawah, menandakan bahwa ia sangat tak senang dengan perlakuan Zidan padanya saat ini. Clara menghentakan kaki masuk kedalam gedung dan duduk dibangku didalam sana.


"Nanti biar Zidan jelaskan alasannya. Sekarang Zidan mohon sama ibu dan Siska, jangan oernah buat keributan diacara istimewa hari ini. Kumohon"


Dengan berat hati Siska dan Ibu Widya menganggukan kepala kearah Zidan yang kini sudah tampak tak sabar masuk kedalam gedung.


Prosesi penyambutan oleh Ibu Aisyah dan ustadz disana cukup membuat Zidan bahagia dan merasa istimewa hari ini.


Senyum yang teroancar dibibirnya tak henti henti membuat kagun seluruh tamu undangan yang melihat ketampanan wajah Zidan.


Kini Zidan duduk berhadapan dengan wali hakim yang akan menikahkannya dengan Nayla. Degup jantung yang tak karuan duhati Zidan membuatnya beberapa kali terlihat menarik nafas dengan dalam.


Nayla yang belum nampak terlihat dihadapan Zidan serta semua orang, membuatnya penasaran dengan wajah Nayla yang saat ini akan segera menjadi istrinya.


Wali hakim yang menjadi wali pernikahan antara Zidan dan Nayla mulai memegang tangan Zidan dan mengucapkan perkataan ijab qabul yang akan di ulangi oleh Zidan.


Dengan sekali tarikan nafas, Zidan mengikuti arahan dari penghulu untuk mengucapkan ijab qabul dan akhirnya diakhiri dengan teriakan kata sah oleh seluruh orang didalam gedung.


Rasa bahagia dihatinya hanya dapat tergambar dengan sikapnya yang segera mengepalkan tangan dan berdiri dengan girang.


"Yes, Yes, yes, Zidan sah nikah sama Nayla bu"


Disana terlihat juga Anyelir dan Rio yang tersenyum kearah Zidan seraya mengucapkan selamat atas pernikahnnya dengan Nayla.


Hingga pada akhirnya, Ibu Aisyah datang kembali keruangan tempat diucapkannya ijab, Nayla yang tampak begitu cantik dengan kebaya berwarna putih serta hijab yang menutupi kepalanya, membuat seluruh mata terpaku memandang kecantikan yang dimiliki Nayla.


Zidan tak henti hentinya menatap Nayla yang kini akan segera berjalan kearahnya.


"Masyaallah" gumam Zidan pelan.


Wanita yang sudah memiliki kecantikan natural kini terlihat lebih mempesona dengan make up tipis diwajahnya.


Seluruh guru ditempat Nayla bekerja, keluarga, serta tetangga dekat yang hadir diacara pernikahan tak henti hentinya berbisik satu sama lain memuji kecantikan Nayla.


Saat ini Zidan bersiap memegang tangan istrinya untuk naik ke singgah sana pelaminan.

__ADS_1


Tangannya yang baru kali ini merasa gemetar, membuat seluruh tamu tertawa dengan kegugupan Zidan.


Tangan lentik Nayla kini telah bersentuhan dengan tangan Zidan yang menuntunnya untuk naik keatas panggung pelaminan. Seluruh tamu satu persatu mulai bersalaman dengan Nayla dan Zidan.


Amar dan Nadia dengan suka hati menyalami Nayla dan Zidan seraya memberikan kado pernikahan yang terlihat cukup besar.


"Barakallah Bu Nay. Kami ikut senang atas pernikahan ibu bersama Pak Zidan. Kalian tampak serasi seperti raja dan ratu hari ini" ucap Nadia seraya mulai memeluk Nayla dan bersalaman dengan Zidan.


Amar yang juga ikut bahagia mulai bersalam dengan Nayla dan juga menyalami Zidan yang berdampingan disebelahnya.


"Barakallah Pak Zidan, Semoga kaliana jadi keluarga yang sakinnah, mawaddah, warrahmah. Amiin. Saya harap bapak bisa menjaga Nayla dengan baik dan jangan buat dia menangis karena bapak"


"Tentu saja Mar. Aku pasti akan membuatnya selalu tersenyum hidup bersamaku. Terimakasih sudah datang"


Sore menjelang, Zidan dan Nayla kini berangjak pergi menuju kediaman Atmaja.


"Ibu, Nayla pamit. Mohon doa restunya agar Nayla dan Mas Zidan senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan dalam hubungan pernikahan yang sakinah, mawaddah, warahmah. Nay janji akan sering sering datang menjenguk ibu"


"Iya Nay. Ibu pasti doakan yang terbaik untukmu. Kalau saja kalian ingin menginap disini, pintu rumah ibu akan selalu terbuka untuk kalian"


Dengan sengaja Zidan ingin segera memboyong Nayla agar menuju rumahnya karena pasti akan sangat sulit mendekati Nayla jika berada dipanti asuhan. Rencana malam ini, Zidan akan melakukan hal romantis yang telah ia siapkan dikamarnya.


Siska dan Ibu hanya tersenyum mendengarkan percakapan antara Nayla dan ibunya.


"Bu Aisyah, masa anda gak tahu kalau pengantin baru inginnya selalu berdua ditempat sepi. Ibu tahu kan kalau disini mana mungkin bisa Zidan memberikan cucu untuk ibu dan saya"


Pipi Nayla langsung memerah mendengar perkataan Ibu Aisyah. Hingga saat Anyelir dan Rio akan pergi pulang. Zidan menahannya dan mengajak mereka untuk menginap dulu sehari di rumahnya.


Note: Menurut salah satu artikel disini menjelaskan Imam Nawawi di dalam kitabnya Al-Majmû’ Syarhul Muhadzdzab mengutip pendapat Imam Syafi’i sebagai berikut:


إذا كان للمرأة أب أو جد فغاب الاب وحضر الجد ودعت المرأة إلى تزويجها نظرت، فان كان الاب مفقودا بأن انقطع خبره ولا يعلم أنه حى أو ميت فان الولاية لا تنتقل إلى الجد، وانما يزوجها السلطان، لان ولاية الاب باقية عليها، بدليل أنه لو زوجها في مكانه لصح، وانما تعذر بغيبته فناب الحاكم عنه‎


Artinya: “Apabila seorang perempuan memiliki ayah dan kakek, lalu sang ayah pergi dan yang ada adalah kakeknya, kemudian perempuan itu meminta sang kakek untuk mengawinkannya maka dilihat; apabila sang ayah tidak diketahui keberadaannya (mafqûd) di mana kabar tentangnya terputus dan juga tidak diketahui hidup dan matinya, maka perwalian tidak pindah kepada sang kakek. Yang bisa mengawinkannya adalah penguasa, karena perwalian sang ayah masih tetap atas diri perempuan itu. Dengan alasan bila sang ayah mengawinkan perempuan itu di tempatnya maka sah akad nikahnya, hanya saja ketidakadaannya menjadikan ia tak bisa mengawinkan maka hakim bertindak menggantikannya.” (Yahya bin Syarah An-Nawawi, Al-Majmû’ Syarhul Muhadzdzab, [Jedah: Maktabah Al-Irsyad, **.], Juz XXVII, hal. 259)


Dari penjelasan Imam Nawawi di atas bisa dipahami bahwa seorang wali yang tidak diketahui keberadaannya dan juga tidak diketahui masih hidup atau tidak ia masih berhak menjadi wali nikah bagi seorang perempuan di bawah perwaliannya yang hendak menikah. Ketidakberadaannya pada saat ijab kabul tidak menjadikan hak perwaliannya berpindah ke orang lain yang juga bisa menjadi wali pada urutan berikutnya. Karenanya ketika sang wali tak dapat mengawinkan karena ketidakberadaannya itu maka perkawinan tetap dapat berlangsung dengan penguasa sebagai walinya atau yang biasa disebut dengan wali hakim.

__ADS_1


Ini apabila sang wali tidak diketahui keberadaannya.


Pengertian Wali Hakim itu sendiri adalah wali nikah yang ditunjuk oleh Menteri Agama atau pejabat yang ditunjuk olehnya, yang diberi hak dan kewenangan untuk bertindak sebagai wali nikah. Wali hakim baru dapat bertindak sebagai wali nikah apabila wali nasab tidak ada atau tidak mungkin menghadirkannya atau tidak diketahui tempat tinggalnya atau gaib atau adlal atau enggan.Dalam hal wali adlal atau enggan, maka wali hakim baru dapat bertindak sebagai wali nikah setelah ada putusan Pengadilan Agama tentang wali tersebut." Syarat Menjadi Wali Nikah


__ADS_2