Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Agresif


__ADS_3

Hari ini, Siska yang sudah bangun sejak pukul lima pagi. segera bersiap siap memasukan semua barang barang yang akan dia bawa menuju kampus.


Tak lupa gadis belia itu tampak cekatan menyiapkan segala sesuatu kebutuhan Cleo yang akan ia tinggalkan bersama ibunya.


"doakan ibu ya nak, ibu akan belajar lagi biar bisa pintar dan cari kerja yang layak untuk kehidupan kamu nanti. ibu sayang kamu " Siska mencium kening Cleo yang saat ini bahkan tengah terbangun dan tersenyum menatap wajah ibunya.


************


Hamdi yang saat ini tengah bersama Naura menemui beberapa klien di restoran dekat kampus pelosok kota, sedikit mengerjapkan mata kala melihat sosok wanita yang selama ini sangat ia kenal.


Wanita dengan potongan rambut baru sebahu itu tampak begitu cantik dan manis bak tak seperti gadis yang belum memiliki putra.


"Siska" gumam Hamdi kala melihat gadis tersebut masuk kedalam restoran tersebut.


Naura yang mendengar gumaman Hamdi lantas melihat ke arah pria itu menatap , hingga ia pun terkejut kala melihat sosok Siska yang tempo lalu ia temui di rumah Zidan.


"bukannya itu adiknya Zidan ya Ham?" bisik Naura di telinga Hamdi.


Hamdi yang kembali tersadar tengah berbincang dengan klien bisnis, lantas terdiam dan berbincang kembali dengan orang orang disekitarnya tanpa lepas menatap Siska yang tampak cantik jelita.


Siska terlihat tengah memesan minuman pada seorang pelayan pria yang tampak akrab dan tertawa bersama dengannya.


"siapa pria itu?" gumam Hamdi dalam hati.


Siska tampak tertawa dan berbincang dengan pria yang usianya diperkirakan sepantar dengannya, sampai sampai tak sadar bahwa ada Hamdi yang tengah menatapnya dari jarak jauh.


wanita itu memang sangat cantik dan tampak muda apalagi potongan rambutnya yang begitu pendek bak seperti idol Korea.


Sungguh sangat menggemaskan.


Naura yang sadar tatapan mata Hamdi tak lepas dari sontak saja kesal dan merangkul pergelangan tangan Hamdi hingga pria itu tampak terkejut sekaligus risih dengan tindakan Naura dihadapan para kliennya.


"Tolong diam sedikit Ra, aku malu"


"Kenapa malu Ham? toh kamu itu memang kenal denganku"


Hamdi menghela nafas kasar dan beberapa kali mencoba melepaskan genggaman tangan Naura yang kian erat.


"Baik terimakasih atas pertemuan kerja sama kita kali ini. Saya harap kerjasama kita akan berjalan dengan baik dan bisa saling memperkuat hubungan bisnis diantara kita semua" Hamdi menjabat tangan satu persatu kliennya dan mulai tersenyum mengiri langkah kepergian mereka.

__ADS_1


Hingga saat para pria asing itu pergi, Hamdi tak segan segan membentak sikap Naura yang begitu kekanakan dan juga berlebihan terhadapnya.


"Ra, kumohon jaga sikapmu ketika kita sedang berhadapan dengan klien! aku tak ingin mereka ikut merasa risih dengan tindakanmu yang seperti anak kecil. ku tahu kamu adalah partner Bisnisku, tapi tak seharusnya kamu bersikap seperti itu dihadapan orang banyak"


Naura kesal. Ia memayunkan bibirnya dan merajuk pada pria bertubuh tegap di sampingnya.


"Aku hanya merasa nyaman dekat denganmu Ham. Apa aku salah jika ingin dekat dengan sahabatku hah?! apa aku salah?!"


Hamdi menarik nafas dalam dalam dan mulai meluapkan kekesalannya dengan memutar kepalanya menghadap ke arah lain.


"Kau memang sahabatku sekaligus rekan Bisnisku Ra, tapi tak seharusnya kamu bersikap seperti itu"


Samar samar, Siska yang tengah berbincang dengan temannya sontak saja tersentak kaget ketika melihat Hamdi yang saat ini tengah berduaan dengan Naura di dalam restoran tersebut.


Ia menatap nanar pada pria yang dulu pernah ia sangat cintai, dan tersenyum getir pada pria di hadapannya.


"Are you okay Sis,?" tanya Jonathan yang saat ini tengah duduk di hadapan Siska.


Siska tersenyum dan menggelengkan kepala dengan cepat.


"IM fine Jo"


"Hei Sis, kita ketemu lagi disini ya" sapa Naura dengan senyumannya.


Jonathan lantas menatap Siska penuh tanda tanya dan Siska mengedipkan mata seolah memberikan kode bahwa ia memang kenal dengan sosok perempuan yang kini tengah berdiri di dekatnya.


"Ya, kota bertemu lagi disini" jawab Siska ramah.


Tak lama kemudian Hamdi datang dan berdiri di samping Naura hingga membuat hati Siska sedikit berdenyut nyeri.


"Ka..kamu sedang apa disini Sis? ap..apa kamu sedang berkencan?" tanya Hamdi to the point'.


Siska pun dengan cepat menggelengkan kepala dan bangkit mencoba memperkenalkan Jonathan sebagai sahabat kuliahnya dulu.


"Ah, kami hanya teman kuliah saat di kampus dulu. Dan kebetulan kini kami bertemu di restoran ini saat aku ingin makan siang di jam istirahat kampus"


Sejenak Hamdi terkejut mendengarnya perkataan Siska yang menyatakan dirinya sebagai mahasiswa di kampus dekat restoran tersebut.


"Jadi kamu bersekolah lagi Sis?" tanya Hamdi meyakinkan.

__ADS_1


"Iya, dia bersekolah lagi di kampus ini dan kebetulan aku pun melanjutkan studi di kampus ini juga sebab aku kini magang di restoran ini" jawab Jonathan dengan cepat.


Hamdi terdiam. Wajahnya tampak cuek dan acuh mendengar penjelasan yang Jonathan katakan padanya.


"Ayo Ham, kita pulang" rengek Naura dengan manja.


sontak saja Hamdi kembali merasa tak nyaman ketika Naura memeluk tangannya dengan cepat.


"Kamu bisa diam sedikit gak Ra?" tanya Hamdi dengan pelan sebisa mungkin.


"Kurasa pacarmu sudah ingin pulang Ham" ucap Siska dengan senyuman terukir indah di wajahnya.


"Tuh lihat Siska aja peka Aku ingin pulang. Ayo"


Hamdi menarik nafas dalam dalam dan segara berpamitan pada Siska dan Jonathan yang saat ini kembali duduk di kursinya.


"Emh aku pamit dulu ya Sis. kamu jaga diri baik baik. Salam untuk Zidan, Nayla dan juga Ibu. Kapan kapan tolong ajak Cleo saat Zidan akan meeting. Aku sangat rindu bocah kecil itu"


Hamdi dan Naura pergi berlalu meninggalkan Siska yang saat ini tengah menatapnya dengan nanar.


Walaupun hatinya masih terluka dengan apa yamg menimpa hubungannya, namun sebisa mungkin Siska tersenyum kala Hamdi dan Naura tampak bermesraan di depan matanya.


"Siapa mereka Sis? apa kau mengenalnya?"


"Dia adalah mantan tunanganku Jo"


Jonathan tampak salah tingkah ketika mendengar fakta bahwa Siska telah bertunangan dengan pria lain.


"Jadi kau sudah pernah bertunangan dengan pria lain sis? tapi kan dulu kau berpacaran dengan Fr...."


belum sempat Jonathan mengucapkan Nama Frans, Siska langsung memotong percakapan pria itu dengan menutup telinganya.


."sudah cukup Jo jangan katakan nama itu di hadapanku. Aku sudah muak dengan pria itu"


Jonathan yang tahu kasus yang menimpa Siska lantas terdiam. ia tahu trauma yang dialami Siska akibat Frans pasti sangatlah mendalam, terlebih lagi ia bahkan harus hamil diluar nikah akibat perilaku bejat para pria tak bermoral itu.


"Maafkan aku Siska. Aku sungguh tak maksud menyakitimu"


***** Hayo loh🫢Siapa kira kira Jonathan ya? 🤔apa dia seorang ultramen🫣atau dia jodoh saya yang masih dalam perjalanan 🤭Ikuti terus cerita dari Hamdi dan Siska ya🙏 terimakasih sudah bersabar menunggu othor yang jarang sekali up-nya karena kondisi yang tak memungkinkan 🙏🙏🙏minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin ❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2