Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Tak menyangka


__ADS_3

Malu. Hanya itu yang bisa tergambar di wajah ibu Jonathan saat ini ketika menatap manik indah milik Zidan yang menyeringai penuh kemenangan kepadanya.


Ia tahu saat ini perusahaan milik suaminya tengah goyah dan membutuhkan banyak sekali suntikan dana dari perusahaan lain. Namun ia tak mengira jika perusahaan besar yang menyokongnya melakukan proyek ini adalah perusahaan milik pria dan wanita yang sempat ia remehkan sebelumya..


"ja...jadi kau.. Pem...milik perusahaan Atmaja?!" tanya Ibu Jonathan dengan suara bergetar.


Zidan menatap nyalang seraya tersenyum lebar menatap wanita paruh baya yang sempat meremehkannya.


"Iya, saya pemilik perusahaan Atmaja yang saat ini tengah menggarap dibidang properti dan juga beberapa bisnis lainnya yang saat ini tengah berkembang pesat di antara perusahaan lainnya. kenapa Bu? apa ibu kaget?"


Ibu Jonathan hanya bisa terdiam dan menatap penuh malu pada pria di hadapannya.


"ka...kalau begitu silahkan berbincang dengan putra saya di dalam. Saya rasa saya akan pergi dulu mengecek surat perjanjian bisnis kita nanti. Permisi" ucapnya sopan seraya berlalu pergi dari hadapan Zidan.


************


Di dalam ruangan ini, Siska yang tengah menyuapi Jonathan tampak sedikit terpukau dengan ketampanan dan juga keberanian pria di hadapannya kala saat itu menyelamatkannya dari kebejatan Rafa yang akan merenggut kehormatannya.


Siska terkekeh pelan saat melihat Jonathan kesulitan menggapai sendok yang ia arahkan tepat ke depan mulutnya, hingga pria itu mengayunkan sedikit bibirnya sebagai tanda kesal pada wanita di depannya.


"ish Siska aku lapar" rengek pria itu seraya mulai menjauhkan wajahnya dari sendok yang masih terdapat makanan penuh di atasnya.


Siska kembali mendekatkan sendok tersebut ke arah Jonathan dan merayunya agar mau kembali memakan makanan yang ia berikan. Dan sedikit mengganggu pria itu agar tak marah lagi dengan sikap jahilnya.


"ini Jo makan. Ini aaaaa. Ayo buka mulutnya" bujuk Siska pelan seraya kembali membenarkan rambut yang sedikit menutupi bagia matanya.


Jonathan kembali menatap Siska yang tampak cantik mempesona di hadapannya.


Pria itu tampak malu malu saat melihat leher jenjang Siska yang tak memakai hiasan apapun di atasnya, hingga iapun berpikir jika nanti ia telah sembuh dari luka tusukan ini. Ia akan membelikan kalung liontin indah untuknya, sebagai ungkapan rasa kasih sayang dan juga cinta yang simbolkan untuknya.


"Jika sudah selesai makannya, aku mau pulang ya Jo. Kamu cepat sembuh. Nanti kita main lagi sama Cleo di rumahku. oh ya ibu titip pesan untukmu. terimakasih katanya sudah mau mengorbankan nyawanya untukku. Dan tentu saja aku pun tak henti hentinya meminta maaf dan juga berterimakasih padamu Jo, karena sudah mau melakukan ini untukku" ucap Siska seraya menundukan kepala.


Jonathan mengelus pelan pipi Sika yang tentu saja membuat pipi gadis itu merah merona.


"jangan katakan maaf ataupun terimaksih padaku Sis. Aku melakukan ini karena rasa cinta dan juga sayang padamu dan kau pun pasti tahu akan perasaanku. maaf jika ini akan membuatmu menjadi canggung kepadaku. Tapi ak benar benar menginginkanmu dan aku berniat serius padamu"

__ADS_1


Siska diam terpaku. Ia tak mampu menjawab perkataan yang Jonathan ungkapkan padanya, sebab ia pun masih bingung dengan perasaan di hatinya untuk pria yang telah menyelamatkan nyawanya.


"aku harus memikirkan ini lagi Jo. Tapi ku mohon jangan pernah berubah jika penolakan yang kau terima dariku nantinya. Kau pun tahu aku sangat sulit jatuh cinta dan aku sangat sulit melupakan seseorang yang begitu spesial di hidupku selamanya. Kau adalah sahabatku yang baik dan terbaik Jo. Dan aku pun masih perlu beberapa waktu lagi untuk meyakinkan hatiku padamu. Apakah aku benar mencintaimu ataupun tidak. Aku....aku merasa sangat sulit mengartikan semua rasa ini ketika berada di dekatmu. permisi" Siska tiba tiba saja pergi, namun dari manik mata wanita itu Jonathan pun mulai tahu apa perasaan Siska untuknya.


Jonathan tampak senang dan juga bahagia, kala melihat secercah harapan Siska berikan dari cara memandang wanita itu kepadanya..


"akkkhhh Siska kenapa hatiku selalu saja berdetak kencang ketika melihatmu"


***************


Hamdi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kediaman ayah mertuanya, yang tak jauh dari jembatan yang sebelumnya ia gunakan untuk bertemu dengan mantan tunangannya sendiri.


Pria itu membanting pintu mobilnya dengan kencang dan segera masuk ke dalam rumah besar dihadapannya tanpa ucapan salam ataupun permisi. Hingga tentu saja hal tersebut mampu membuat ayah mertuanya terkejut dan marah bukan main.


Brak!!


"ada apa ini?! kenapa kau masuk dengan cara seperti ini?! Apa kau tak punya sopan santun!? Dasar berandal!" umpat pria bertubuh gempal di hadapannya .


Hamdi menatap nyalang pada pria yang berdiri di dekat kursi mewah terebut. Dan mendekat dengan cepat saat kembali teringat akan proses penyembuhan dari kejadian keguguran yang Naura lakukan di rumah tersebut .


"dimana Naura?!" tanya Hamdi dengan wajah datar tanpa ekspresi.


"Dimana Naura saat ini?! " lagi lagi pertanyaan itu terucap dari mulut Hamdi yang tentu saja tak mampu membuat ayah mertuanya mengerti.


"Apa maksudmu mencari anakku?"


Hamdi yang kepalang emosi, menggebrak meja dengan keras, hingga kaca meja tersebut pecah berkeping keping..


Prang!!!


"Diamana putrimu itu Bapak Mahendra yang terhormat!" Teriak Hamdi kencang hingga membuat Naura yang sebelumya tengah duduk memainkan ponsel di dalam kamarnya, terkejut bukan main.


Langkah kaki Naura yang panik sontak saja membuat Ayahnya cemas dan mencoba menghentikan aksi Hamdi dengan memanggil ajudannya untuk mencekal lengan pria itu dengan kencang.


"cegah dia agar tak mendekati putriku!" teriak Pak Mahendra kencang hingga membuat lengan Hamdi di cekal kuat oleh dua orang pria bertubuh kekar dan tinggi..

__ADS_1


Naura yang saat ini berdiri di dekat tangga, mencoba mencerna keadaan yang ada. Hingga saat ayahnya sadar dengan kehadiran putrinya. Ia pun memberikan kode agar Naura segera pergi meyelamatkan diri dari Hamdi yang dikuasai emosi.


Hamdi yang melihat kehadiran Naura di rumah ini. Sontak saja melepaskan semua cekalan tangan pria yang ada di dekatnya, hanya dengan beberapa kali pukulan saja. Dan akhirnya pria itu pun bisa lepas dari kuatnya pertahanan ajudan ayah mertuanya sebab emosi di hatinya kian membludak kala teringat akan kemauannya menikah dengan Naura hingga membuat Siska bisa berubah sedrastis tadi.


Tap!!!


tap!!


Hamdi berlari menaiki tangga ini, dan dengan cepat mencekal tangan Naura yang akan pergi lari darinya karena rasa kesal dan juga amarah di dalam hatinya yang kian membesar kala menatap wajahnya.


"Mau kemana hah?! Kau mau pergi kemana jal**Ng sialan!" umpat Hamdi kencang seraya menjambak rambut Naura yang terurai sempurna.


.


Pak Mahendra mencoba mencekal Hamdi untuk tak melakukan aksi brutalnya lagi. Namun tubuh pria itu malah di dorong kencang olehnya hingga jatuh ke atas lantai marmer rumah ini.


"ayah!" pekik Naura kencang yang tentu saja tak mendapatkan respon penting dari pria yang saat ini masih menjambak rambutnya seraya terus menyeretnya untuk turun dari lantai dua rumah ini.


"lepaskan aku! apa yang kau lakukan Hamdi?! apa kau gila hah?! lepaskan!" teriak Naura beberapa kali yang masih saja tak di gubris oleh Hamdi.


.


Brughhhh!!!!


Hamdi melempar tubuh Naura kencang hingga tubuh sang istri terbentur ke dinding rumah ini. Sampai sampai suara teriaknya sang istri tentu saja membuat semua ajudan yang terkapar di atas lantai cukup panik.


Pria bertubuh tinggi, kekar yang selama ini tak bisa di kalahkan oleh siapapun. kini terkapar tak berdaya dengan beberapa pukulan yang Hamdi layangkan untuknya. Hingga mereka bahkan terluka parah dan mengeluarkan darah di bagian tertentu yang mendapatkan pukulan keras dari pria bertubuh lebih kecil dari mereka.


"akkkhhhh kenapa aku bisa sebodoh ini menikahi seorang wanita ular seperti dia!" umpat Hamdi keras hingga membuat Nuara terkejut bukan main.


"apa yang kau katakan Hamdi?! Apa salahku?!" tanya Nuara pelan seraya meringis menahan tangis.


Hamdi berjalan cepat dan menjambak kembali rambut wanita di hadapannya, seraya mengumpat beberapa kali tentang kehamilan yang di rahasiakan oleh sang istri dari benih pria lain..


"kau telah tidur dengan pria lain dan menyembunyikan kehamilan ini dariku agar kau bisa menjebak ku!"

__ADS_1


Naura kembali membulatkan mata kala mendengarkan fakta bahwa Hamdi telah mengetahui kehamilannya yang tentu saja membuat Hamdi bisa semurka ini.


Naura dan ayahnya tak mengira jika Hamdi bisa sekuat ini ketika marah dan juga emosi, hingga mereka sedikit tak menyangka jika pria lugu, pendiam dan juga acuh seperti Hamdi bisa semenakutkan ini.


__ADS_2