Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Dijebak


__ADS_3

Hamdi terbangun dengan rasa sakit yang luar biasa di bagian kepalanya. Rasa sakit itu tambah terasa kala ia mulai bangkit dari pembaringan dan melihat pakaiannya yang tergeletak begitu saja di atas lantai. Sontak sorot mata tajam pria itu kini beralih pada sosok gadis yang tersenyum manis di samping tempat tidur.


Wanita itu tampak menggoda dengan lingr** berwarna merah menyala sedang menyisir rambutnya yang tampak basah.


"Sedang apa kau disini hah?!" teriak Hamdi dengan keras.


Clara bahkan tersenyum kala mendapat bentakan dari pria yang jelas jelas tak sedikit pun tergoda dengan tubuhnya yang menjijikan.


"Pagi sayang! kau sudah bangun ya" jawab Clara tanpa menoleh sedikitpun.


Hamdi yang sekarang tengah bingung, langsung membuka selimbut yang tengah menutupi seluruh badannya. Ia tampak terkejut ketika melihat celananya masih utuh pada tempatnya, hanya saja pakaian yang semalam ia kenakan memang telah terlepas dari tubuhnya.


Hamdi terdiam, ia tengah berusaha mencerna semua kejadian yang baru saja terjadi padanya. Semuanya tampak aneh dan membingungkan. Entah apa yang sudah di lakukan wanita asing itu padanya sebab Hamdi pun tak ingat apa saja yang sudah iya lakukan.

__ADS_1


"Kau sengaja menjebakku hah?!" Hamdi bangkit dan menyambar dengan cepat pakaiannya.


Tangannya bergetar mencoba meraih pakaian yang dulu pernah diberikan oleh Siska tepat di hari ulang tahunnya. Hamdi tak habis pikir, bahwa ada perempuan gila yang menjebaknya tanpa rasa takut seperti ini.


Tanpa basa basi, Hamdi langsung berjalan mendekati wanita yang masih fokus merias dirinya di cermin dan langsung menjambak rambut Clara dengan kasar.


"Kau ingin apa dariku jal**ng!? kau bahkan tak pantas memiliki seorang putra sebab jika ia tumbuh dewasa ia pun akan malu memiliki ibu sepertimu! kau kira aku akan tergoda dengan tubuhmu yanga menjijikan ini hah?! kau salah! targetmu kali ini salah! kau bahkan tak layak mendapatkan kasih sayang dari siapapun nanti"


"Hahahahah, kau memang membuatku sungguh tertantang sayang. Tapi, setelah pertempuran semalam, kau mungkin akan teringat bayang bayang wajahku ini"


Hamdi yang sudah naik pitam pun tak segan mencengkram kuat pipi mulus Clara. Dengan spontan Hamdi bahkan meluapkan semua amarahnya pada wanita itu sehingga tak segan menampar pipinya.


'Kau bahkan bukan seorang wanita! Kau rela menjebak pria yang akan menikah hanya karna nafsu saja! malang sekali ibumu memiliki putri seperti binatang"

__ADS_1


Kata kata pedas dari Hamdi berhasil membuat Clara terdiam. Ia tak menyangka bahwa Hamdi akan mengatakan kata kata yang tak ingin dengar selama ini.


"Aku bahkan tak punya ibu! jadi, untuk apa kau mengasihani ibuku?"


Clara menyingkirkan tangan kekar Hamdi begitu saja. Dengan santainya ia berlenggak lenggok dihadapan Hamdi dengan hanya menggenakan pakaian minim saja.


"Kau bahkan menikmati permainanku semalam. Dan kau mungkin akan mengingat saat saat kebersamaan kita"


Clara mulai memakai jaket dan celana panjang. Tanpa perduli sedikitpun Clara pergi keluar kamar hotel dan meninggalkan Hamdi yang masih terbakar emosi yang menggebu.


"akhhhhhhh!" teriak Hamdi frustasi.


Dengan langkah gontai ia mulai memakai kembali kaos sebelumnya dan mengambil ponsel di atas laci yang tersimpan rapi. Ditatapnya ponsel dengan banyak panggilan tak terjawab dari Zidan dan Siska hingga tak lama kemudian Hamdi pun melangkah pergi keluar hotel.

__ADS_1


__ADS_2