
Hari hari telah berlalu dengan cepat. Kini Siksa mulai lupa dengan kehadiran sosok Hamdi di hidupnya dulu dan kini ia pun lebih menyibukan diri di kampusnya juga di dalam rumahnya untuk mengerjakan tugas tugas sekolah serta tugas kewajibannya sebagai ibu.
semakin hari semakin terlihat cantik rona wajah Siska yang tampak awet muda bak seorang remaja yang baru saja lulus sekolah. Banyak sekali pria yang mencoba mendekati Siska dengan perasaan cinta dan juga kagum yang mereka miliki, namun dengan sekejap mereka pun merasa enggan dekat sebab Jonathan selalu saja berada di dekatnya.
"malam ini kamu sibuk gak Sis?" tanya Jonathan dengan pelan.
"Emh, aku sibuk Jo. kamu tahukan peranku sebagai mahasiswi dan juga ibu cukup menguras tenaga serta waktuku lebih banyak di rumah dibandingkan untuk sekedar bercengkrama ataupun nongkrong sana sini gak jelas"
seketika nyali Jonathan ciut ketika mendengar jawaban yang Siska katakan.
"ya sudah kalau begitu Sis. kapan kapan aku boleh main ya kerumahmu. aku ingin bertemu dengan putramu yang selalu kamu ekspos di media sosial"
__ADS_1
Siska tersenyum dan menganggukan kepala. Wanita muda itu tak merasa canggung sedikitpun pada seluruh siswa di kampus tempat ia belajar dengan statusnya yang seorang janda. Bahkan dari mereka telah tahu tentang tragedi pelecehan yang Siska alami sehingga kerap kali Siska mendapatkan Bullyan ataupun ejekan secara langsung dari murid wanita yang iri padanya karena telah dekat dengan pria tampan, kaya dan pekerja keras seperti Jonathan.
"apa kamu gak malu Jo dekat dekat denganku? secarakan anak anak tahu kasus yang menimpaku dulu" tanya Siska dengan tatapan mata memandang ke arah sekitar.
Jonathan lantas tersenyum dan tak menghiraukan ejekan yang kerap kali terlontar untuk gadis di sampingnya. Jonathan tahu aoa yang dialami Siska sangatlah mengenaskan dan bahkan juga memilukan. Tapi pandangan Jonathan tentang apa yang dialami Siska itu sangatlah berbeda dari yang lain.
Bagi Jonathan Siska adalah korban dari kebejatan beberapa pria dan Siska seharusnya mendapatkan keadilan, perlindungan dan juga dukungan moral dari banyak pihak akibat trauma yang pasti ia alami dan mungkin sangat sulit untuk ia hilangkan. sehingga tak pantas jika ia pun bersikap sama seperti orang orang yang hanya bisa menghujat tanpa tahu perasaan Siska yang sangatlah hancur setelah mendapatkan tragedi pemer***san itu.
Siska menatap manik indah pria itu dan sedikit tersentuh dengan ucapan yang Jonathan katakan padanya.
"Aku tak sekuat yang kau kira Jo bahkan aku pernah berusaha untuk bunuh diri dan melenyapkan bayiku saat aku masih belum sadar bahwa ujian berat yang ku alami adalah anugrah yang kumiliki saat ini. Aku sempat muak dan tak mengharapkan bayi itu lahir di rahimku. Aku bahkan berusaha untuk pergi dari dunia ini agar para pembullyku puas terutama para pelaku pelecehan itu merasa sangat senang sebab tak mendapatkan hukuman. Tapi saat itu aku pun sadar dengan kata kata seorang pria yang mengatakan bahwa Allah Takan menguji manusia melebihi kemampuannya sendiri, sehingga aku pun bangkit kembali dan melanjutkan hidupku sampai sekarang"
__ADS_1
Jonathan terdiam, ia tahu siapa yang Siska maksud sehingga membuatnya memilih untuk bungkam sebab ia tahu pasti Siska akan kembali sedih.
"Ah maafkan aku Jo, aku terlalu banyak bicara ya"
Jonathan menggelengkan kepala dan tersenyum manis seraya mengacak rambut Siska dengan pelan.
"kamu bahkan boleh berbicara Sepanjang hari nanti saat sudah menikah denganku" ucap Jonathan dengan spontan.
sontak saja Siska terdiam dan menatap Jonathan dengan perasaan terkejut
"apa maksudmu Jo?"
__ADS_1