Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Berhasil


__ADS_3

Tak lama kemudian, Siska dan Nayla yang baru saja tiba dikamar Zidan langsung menghampirinya dan bertanya mengenai apa saja yang mereka berdua lakukan didalam kamar tersebut.


"Sedang apa Mas? berduaan didalam kamar tanpa memberitahu ku keterlaluan!" ucap Siska seraya tertawa.


Hamdi dan Zidan yang mendengar ucapan Siska segera saling pandang dan kemudian keduaanya bergidik ngeri.


"Kami lagi coba buka sandi laptop milik Nikita. Apa iya ada clue tentang sosok pria misterius yang sedang kita cari cari selama ini" ucap Zidan yang masih tetap menatap fokus kearah laptop Nikita.


"Tentu saja mas, pasti ada sebuah petunjuk mungkin juga sebuah identitas mengenai sosok pria yang dicintai Nikita. Aku sebagai wanita tahu bagaimana rasanya mencintai pria dalam diam dan tak bisa mengungkapkannya" jawab Nayla seraya menatap punggung Zidan.


"Oh begitu? jadi kau mencintai pria lain Nay?" Zidan mengerucutkan bibir dan mulai kesal dengan ucapan Nayla.


"Bukan begitu mas, aku tak pernah sedikitpun memiliki pria lain yang aku cintai. Aku justru mencintaimu sampai kapanpun dan oleh sebab itu aku mengerti perasaan Nikita karena aku juga mencintaimu diam diam dan tak tahu caranya menunjukan cintaku itu"


Zidan yang mulai luluh pun segera menghampiri Nayla dan memeluk tubuh istrinya tersebut.


"Sudah sudah, disaat seperti ini kalian jangan dulu bermesraan. Yang terpenting saat ini kita harus mencari tahu apa kata ataupun nomor yang mungkin Nikita pakai sebagai sandinya" Hamdi menyela aksi Zidan.


"Bilang saja jika kau iri karena kau belum bisa seperti yang aku lakukan pada istriku"


Hamdi menggeleng dengan cepat dan mulai kembali menatap laptop didepannya.


"Coba saja masukan tanggal lahir Nikita ataupun nama panjangnya mas" ucap Siska pada Hamdi.


"sejak tadi aku sudah mencoba memasukan semua nama anggota keluarga bahkan tanggal lahir mereka" jawab Hamdi yang mulai putus asa.


"Kalau begitu apakah kau sudah memasukan tanggal lahirmu?" tanya Siska dengan datar.


Hamdi bergeming, begitu juga Zidan dan Nayla.


"Kau jangan aneh aneh Siska, mana mungkin Nikita menjadikan tanggal lahirku sebagai kata sandi laptopnya"


Siska menghela nafas panjang dan mulai menepuk pundak Hamdi.

__ADS_1


"Tak ada yang tidak mungkin mas. Nikita adalah sepupumu dan kau adalah sahabatnya sejak kecil. Ia rela membantumu dan mengorbankan nyawanya demi membantumu. Tak ada pertemanan diantara pria dan wanita baik itu saudara, tetangga maupun sahabat sekalipun yang murni tak ada cinta diantara salah satunya"


Zidan menatap Nayla. Memang benar dulu ia dan Nayla hanya seorang kakak ipar dan adik ipar namun lambat laun keduanya saling memendam rasa setelah perceraian diantara Nayla dan Bian.


"Coba saja Ham, tak ada salahnya kok" Zidan menimpali perkataan Siska.


Hingga akhirnya Hamdi menuruti perkataan Siska dan mencoba memasukan tanggal lahirnya.


Success


Laptop Nikita terbuka hingga membuat Hamdi, Zidan ,dan Nayla membelalak karena tak percaya dengan sandi yang Nikita pilih pada Laptopnya.


Berbeda hal dengan Siska yang mungkin mempunyai insting bahwa memang sebenarnya Hamdi lah yang selama ini Nikita cintai.


"Aku takan menyalahkannya karena mencintaimu, justru aku sangat malu karena dia mencintaimu lebih dari cintaku" gumam Siska dalam hati.


Tak lama kemudian setelah laptop Nikita berhasil di akses, Hamdi segera membuka galeri yang ternyata kembali harus memasukan kata sandi. Ia kemudian memasukan lagi tanggal lahirnya dan berhasil.


Terpampamg jelas foto foto dirinya seorang diri yang selama ini ia upload melalui akun pribadi media sosialnya kini memenuhi layar galeri laptop Nikita. Hamdi terbelalak dengan pemandangan didepannya dan seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Tak mungkin! tak mungkin Niki mencintaiku!" Hamdi menggelengkan kepala dengan wajah yang pucat.


"Semuanya sudah jelas Ham, kau adalah pria yang dicintai Nikita" Zidan memperjelas semuanya seraya menepuk pundak sahabatnya tersebut.


"Aku belum mengerti Dan! tak mungkin Nikita mencintaiku sebab aku pun sudah lama tak bertemu dengannya"


Nayla hanya mampu terdiam dengab situasi ini. Entah karena Hamdi syok dengan kenyataan bahwa ia adalah orang yang Nikita cintai ataupun Hamdi benar benar sulit untuk melepaskan Nikita setelah ia tahu bahwa dirinya lah yang Nikita cintai.


Siska mengambil alih laptop Nikita dan mengakses aplikasi catatan. Disana terdapat beberapa catatan dan puisi cinta yang Nikita tuju untuk Hamdi.


Hingga satu puisi berhasil membuat Siska tertegun dan terdiam.


...Setiap aku melihatmu, kurasa aku akan bisa menggapai dirimu...

__ADS_1


...Setiap aku mendengar suaramu...


...Kurasa aku akan bisa menggapai ragamu....


...Kau jauh namun aku rasa tetap dekat dipelupuk mataku....


...Aku hanya sebuah debu di muka bumi...


...Dan kurasa kau adalah angin yang akan membawaku pergi....


...Kau tahu masa laluku ...


...tapi kau tak tahu masa depanku...


...Kau akan membuat diriku pergi dengan cinta dihati ...


...Dan kurasa kau akan bisa menjaga cinta ini...


...Tamparan keras mendarat dipipiku...


...Saat aku tahu kau adalah *insang untuk manusia lain...


......Kau adalah cinta untukku namun cintamu bukan untukku. ......


...Hahahah...


...Kurasa aku terlalu sangat menyedihkan untuk hidup...


...Tak ada cinta maupun ruang untukku dihidup siapapun...


...Atas nama cinta...


...Ku abdikan hidup serta nafasku untukmu...

__ADS_1


...Disaat banyak cacian dan kotoran terlempar kearahku ...


...Kau senantiasa menjadi tameng dihidupku*...


__ADS_2