Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Ketar ketir


__ADS_3

"Kau mencintai wanita yang bahkan memiliki anak haram Jo! Apa kau sadar itu! anak itu bukan hasil dari yang baik! Dan keluarga kita merupakan orang terpandang di sudut kota! Apa kau akan mempermalukan silsilah keluarga kita jika kau menikahinya hah?!"


Jonathan tampak melirik sang ibu dengan malas. Ia tahu sifat sang ibu yang posesif dan juga pengekang tak pernah ia butuhkan sejak dari kecil.


Ia tahu sang ibu terlalu pemilih dan juga penentu hidupnya yang harus selalu sempurna, padahal Jonathan pun tahu bahwa sang ibu dulu berasal dari keluarga kurang mampu sebelum menikahi ayahnya.


"apa ibu tak pernah sedikitpun menganggap orang lain itu berharga tanpa melihat harta hah? Sejak dulu ibu selalu menentang apapun keputusanku dan juga pilihan hidupku, termasuk dengan pasanganku. Dan ibu selalu memberikan alasan yang sama yaitu kasta! Harta! Dan juga kuasa! Apa ibu pernah berpikir kebahagiaan Jonathan selama ini hah? Pernah? Awshh"


Jonathan tampak meringis kesakitan seraya memegang luka di tubuhnya yang baru saja di perban. Sang ibu yang khawatir tampak berusaha untuk membantunya, namun dengan cepat Jonathan menepis tangannya dan hal itu tentu membuat sang ibu sedih.


"tak usah Bu. Jo bisa sendiri. Jo bukan anak kecil lagi yang harus selalu tunduk dan patuh dengan apa yang ibu katakan selama ini. Ibu selalu mendengarkan ceritaku selama ini dan terlihat tersenyum saat Jo bercerita, tapi nyatanya semua perhatian serta pengertian yang ibu tunjukan tetaplah palsu jika orang yang Jo ceritakan tak punya speak yang sesuai dengan kriteria ibu. Maaf Bu jika Jo bersikap seperti ini dan menyakiti hati ibu. Maaf Bu jika Jo berkata kasar Sama ibu. Tapi Jo melakukan ini agar ibu sadar bahwa sesuatu yang sempurna tak selalu menurut ibu, Bu. apa yang baik di mata ibu bukan berarti baik di mata Allah. Tapi apa yang baik menurut Allah itu adalah hal baik untuk kita termasuk ibu"


Siska tampak menunjukan wajah datar menatap pertengkaran sahabatnya dan juga ibunya. Sejak dulu Siska tak pernah bisa membiarkan siapapun mengatakan hal buruk tentang Cleo, baik itu teman, keluarga ataupun ataupun rekan bisnis kakaknya.


"aku pergi dulu ya Jo. Maaf karena telah membuatmu seperti ini. Dan maaf juga karena telah membuat keributan ini. Maaf"


Siska pergi meninggalkan keduanya yang masih saling diam satu sama lain.


Perempuan muda itu bahkan keluar ruangan dan di hadang oleh Zidan yang lantas bertanya melalui kode alis yang ia angkat.


Siska menarik lengan sang kakak dan menyeretnya menuju parkiran untuk segera pergi dari rumah sakit tersebut menuju tempat tinggalnya.


Kini mobil melaju dengan cepat membelah keramaian kita menuju rumah mewah dan megah yang menjadi tempat bernaung keluarga Atmaja.

__ADS_1


Siska tampak memasang wajah dingin dan datar, yang bahkan meninggalkan Zidan begitu saja di dalam mobil, saat keduanya telah sampai di rumah tempat Cleo berada.


"sis! Siska!" teriak Zidan memanggil adiknya, yang tetap saja tak mendapatkan respon sedikitpun darinya.


Siska berjalan masuk ke dalam rumah dengan keadaan hati yang begitu panas dan juga kesal akibat mendapatkan cacian dan makian yang ibu Jonathan lontarkan. Sehingga ia bahkan mengacuhkan sapaan dari Nayla dan juga sang ibu, akibat kekesalan yang ia miliki di dalam hatinya.


"Siska sudah pulang?" tanya Nayla dengan lembut yang tak mendapatkan sedikitpun lirikan darinya.


Nayla yang merasa cemas pun lantas mendekat ke arah Zidan yang baru saja muncul. Dan dengan cepat bertanya tentang keadaan Siska yang tampak memasang wajah masam.


"assalamualaikum sayang" ucap Zidan seraya mencium pucuk kepala Nayla dan mengelus perutnya yang semakin membesar.


Zidan bahkan tak lupa mencium punggung tangan sang ibu sebagai tanda takzim dan mulai duduk di atas kursi seraya membuka sepatu yang seja tadi ia kenakan.


"apa ada masalah di ruang sakit mas? Kenapa Siska tampak murung dan juga kesal? Apa dia mendapatkan respon tak baik dari keluarga Jonathan?"


Zidan menoleh dan tersenyum menatap Nayla. Pria itu tak tahu apa yang sebenarnya Siska alami. Namun ia pun punya tebakan bahwa memang benar adiknya itu mendapatkan umpatan yang ibu Jonathan lontarkan untuknya.


"Mungkin Siska cape Nay. Kita berikan dia waktu sejenak untuk berpikir lebih jernih dan mencairkan semua kekesalan serta penyesalan yang ada di dalam dirinya. Kita kasih dia waktu untuk sendiri dulu. Dan kita bisa tanya nanti ketika suasana hatinya sudah membaik ya" Zidan mengelus pucuk kepala sang istri dengan perlahan dan mencoba meyakinkan ibunya untuk tetap tenang.


*************


Disisi lain, Siska yang baru saja masuk ke dalam kamar dan menatap wajah Cleo yang sedang tertidur. Lantas menangis dan menghujani wajah mungil balita itu dengan ciuman dan juga pelukan.

__ADS_1


Wanita itu bahkan menangis tersedu sedu dan mengelus pucuk kepala Cleo dengan lembut seraya meminta maaf atas semua cacian yang harus bayi itu terima karena kesalahannya.


"kau tak salah apapun nak. Kau adalah pelita hatiku dan juga penguatku untuk bisa hidup sampai detik ini. Maafkan ibu karena kau terlahir dari rahimku dan kau bahkan harus memanggil wanita kotor ini sebagai ibumu selama hidupmu"


Siska menghapus air matanya dengan kasar dan mencoba menahan sesak yang ada di dalam hatinya.


"andai saja aku tak mengenal pria baji**n itu. Maka kau Takan MENDAPATKAN umpatan dari orang lain, yang bahkan tak pernah kau tahu apa masalahnya nak. Maafkan ibu sayang. Maafkan ibu"


Siska berbaring tepat di samping putranya yang masih dalam keadaan terlelap, dan detik kemudian Siska bahkan harus tersentak dengan notifikasi pesan yang membuat amarahnya kembali memuncak..


Ting!


Sebuah pesan singkat masuk ke dalam akun sosial media milinya dari Naura, yang isinya tentu saja membuat Siska kembali murka.


[Hai wanita penggoda. Apa kabar? Apa harimu cerah setelah Hamdi menikah denganku Siska? Oh ya, ku mohon tolong lupakan suamiku ya Sis! hari ini kami telah menjadi satu dan mungkin sebentar lagi ada tawa bayi yang akan menjadi pelitaku. Bayiku nanti punya ayah tak seperti anakmu. Jadi tolong ya, jangan sampai nanti kau hasut bayimu untuk terus menempel pada Hamdi setelah kami dikarunia seorang putra, sebab itu tentu saja akan mengangguku. Kau pasti tahu kan dimana letak yang pas untukmu di posisi hidupnya saat ini? Jadi tolong ya, jaga jarak dengan suamiku]


Naura mengirim sebuah pesan berisikan potret dirinya sedang bersama Hamdi di dalam kamar menggunakan selimbut. Dan tentu saja Hamdi yang saat itu tengah tertidur, tak sadar jika Naura menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, sehingga dalam foto tersebut nampak seperti sudah melakukan sesuatu.


Siska yang geram pun lantas membalas pesan telak pada Naura. Yang tentu saja membuat wanita itu tampak gemetar.


[selamat atas tumbuhnya benih yang Aryo tanamkan di rahimmu Ra. Aku ikut senang atas pencapaian yang kau dapatkan]


Ting!!

__ADS_1


Pesan yang Siska tulis berhasil ia kirimkan dengan cepat. Hingga tak lama kemudian pesan yang tadinya bercentang satu, kini berubah menjadi bercentang biru.


__ADS_2