
Kini dua sejoli itu memutuskan hubungan untuk kedua kalinya. ego dan juga sifat dari keduanya memang sangatlah berbanding terbalik satu sama lain. Hingga apa yang membuat mereka harus bertahan? Siska memang saat ini mulai menyesal dengan apa yang telah ia lakukan pada Hani kemarin. Namun penyesalannya justru tak berarti apapun karena kata terlambat.
ya, Siska yang memang masih terbilang cukup muda tak bisa menerima sikap dan sifat Hamdi yang cukup dingin. kesibukan yang Hamdi lakukan di Perusahaannya membuat Siska selalu saja berfikir negatif terhadap sang kekasih yang bahkan setia mencintainya.
mungkin ini adalah jalan yang terbaik, yang dirasa oleh Hamdi bersama Siska. Ia memilih untuk berpisah dengan Siska walaupun cinta di hatinya masih akan terus ada sampai waktu yang tak bisa ia tentukan.
Hancur sudah pasti. Tak ada perpisahan yang diinginkan oleh seseorang dengan cinta yang masih tersimpan di hati satu sama lain. Namun keadaan juga lah yang tak membuat mereka bersama dalam bahtera rumah tangga.
"cincin itu simpan saja untukmu Sis. kita tak tahu sampai kapan akan bertemu. Dan Aku berharap kamu bisa mendapatkan lalu laki yang baik dan bertanggung jawab pada Cleo. Oh ya tenang saja, aku akan terus bersama putra tampan itu sebab aku sangat menyayanginya seperti anakku sendiri. Dan jika kamu butuh apapun ataupun pertolong apapun jangan ragu untuk menghubungiku" ucpq Hamdi seraya menahan tangisnya.
__ADS_1
Siska menganggukan kepala pelan, dan berjalan menuju pria yang saat ini bahkan tengah terbaring di atas ranjang rumah sakit.
"Terimakasih untuk waktu yang kamu berikan untukku dan Cleo. aku minta maaf karena sudah membuatmu terluka dan kecewa beberapa kali. kau benar, ini mungkin takdir kita untuk tak pernah bersatu di dalam ikrar pernikahan. Ku harap kamu bisa menemukan cinta sejatimu, yang tentunya terbaik tak sepertiku yang seperti ini. Aku pamit Ham. Cepat sembuh ya"
Siska memegang erat tangan Hamdi sebelum keluar dari ruangan pria itu. Ini adalah keputusan yang sulit. Hanya saja Siska pun sadar akan ke egoisan yang ia miliki selama ini pada Hamdi sehingga pria itu pasti sangat tertekan dengan tingkah yang ia miliki.
Siska pergi berlalu meninggalkan tempat Hamdi di rawat dan berjalan menuju halaman rumah sakit yang tampak sunyi.
Kini dengan hati yang hancur Siska bahkan telah kehilangan pria yang selama ini mengorbankan segalanya untuknya. Hamdi adalah sosok pria yang tak pernah ia temui sebelumnya, yang mampu menerima semua kekurangan yang ada di dalam dirinya.
__ADS_1
***************
Waktu berlalu begitu lambat. Hingga sampai saat seminggu setelah perpisahan yang terjadi antara Siska dan juga Hamdi. Sekarang Siska lebih banyak diam dan mengurung diri didalam rumah tanpa ingin di temui siapapun.
Begitu pula dengan Hamdi. Pria itu kembali menjadi sangat dingin, ketus dan juga pemarah pada Siapapun tak terkecuali dengan Zidan. Sang sahabat yang telah lama bersamanya baik suka maupun duka.
Hari ini adalah tepat hari dimana acara empat bulanan kandungan Nayla yang akan mereka adakan di kediaman Atmaja. Pengajian dan juga syukuran akan segera berlangsung di ruang tersebut, sehingga Nayla, Siska dan Ibu Widya tampak sibuk di dapur tanpa memperhatikan tamu tamu yang satu persatu mulai berdatangan masuk kedalam rumahnya.
Sampai tiba, saat Hamdi masuk bersama dengan seorang wanita yang tak lain adalah klien bisnisnya bersama Zidan. Siska yang baru saja menaruh makanan di tengah tengah kerumunan orang orang, seketika terdiam dengan matanya yang tak lepas menatap gadis cantik yang tampak berjalan berdampingan dengan Hamdi.
__ADS_1
"siapa dia?" gumamnya dalam hati.
* Mohon maaf jika sebluan ini novel saya tak melakukan update dengan cepat dikarenakan akun saya sulit untuk diakses. Alhamdulillah sekarang baru bisa buka kembali akunnya🙏♥️Terimakasih yang sudah menunggu kelanjutan cinta Nayla Zidan.