
Sore ini Zidan pergi menuju kantor setelah ada telpon dari salah satu staf menyatakan bahwa ada sebuah kendala dalam kerjasama yang akan dilakukan bersama ayah Naura. Pihak kantor mengatakan bahwa ayah Naura ingin mendapatkan keuntungan lebih besar dari perjanjian awal yang mereka sepakati sebab proyek ini baru saja akan dimulai dan belum tentu dapat menghasilkan uang setara dengan dana yang ia keluarkan.
Zidan yakin bahwa ini bukanlah semata mata karena ketakutan dari produk yang akan dikembangkan tak lakukan dipasaran, melainkan ada kaitannya dengan hubungan yang terjalin antara Hamdi, Siska serta Naura. Zidan tahu bahwa Naura terobsesi sejak dulu pada Hamdi dan menginginkan pria itu menjadi miliknya seutuhnya.
Zidan berjalannya ke dalam ruang rapat dengan langkah yang sedikit cepat untuk membicarakan perihal bisnis nya dengan pria paruh baya tersebut. Dan saat Zidan mendorong pintu kaca dengan pelan, tepat sekali tebakannya. saat ini Naura tengah bersama ayahnya dan juga Hamdi berada di dalam ruangan tersebut.
"wah! bos besar kita sudah sampai!" ucap ayah Naura dengan senyum mengembang di wajahnya.
Zidan tak banyak bicara menanggapi ucapan pria di hadapannya. saat ini Zidan justru dengan cepat berjalan ke arah Hamdi untuk menanyakan apa yang sebenarnya ia inginkan.
__ADS_1
"Ham apa yang sebenarnya terjadi? kenapa keuntungan yang kita dapatkan harus di bagi secara aneh seperti itu? bukannya kau bilang kesepakatan sudah bulat dan tak bisa di ganggu gugat"
Hamdi menghela nafas dengan berat dan menghembuskannya secara perlahan.
"Aku juga tak tahu Dan. Aku juga mendapatkan telpon dari Naura jika ayahnya berubah pikiran dan menginginkan komisi lebih besar dari perjanjian awal. Tapi tak papa Dan. Kita akan bujuk dia untuk kembali menyepakati kesepakatan awal yang telah kita ucapkan dulu" Hamdi berbisik dengan pelan yang tentu saja membuat Ayah Naura serta perempuan itu tersenyum dengan tangan berkacak pinggang.
kini Zidan menatap manik mata Hamdi yang sejak tadi menundukan mata dan berusaha membujuknya untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.
"apa yang sebenarnya terjadi Ham? bukankah kesepakatan ini tidak bisa diubah begitu saja?"
__ADS_1
Hamdi mulai memberikan sebuah pesan dari Naura yang memintanya untuk menjadi calon suaminya. Hamdi tak kekurangan sedikitpun uang, hanya saja Naura terlalu nekat melakukan apapun yang ia inginkan untuk mendapatkan Hamdi.
"Naura mencoba bunuh diri dan mengatakan pada ayahnya bahwa dia mencintaiku Dan. Naura ingin aku menjadi suaminya dan ayahnya tentu saja tak ingin kehilangan sang putri sehingga memaksaku untuk menyepakati semua ini. Bisnisku akan dalam masalah jika tak menikahinya. Ayah Naura memiliki koneksi besar di dalam bisnis luar negeri, sehingga bisa saja menghancurkan semua usahaku yang selama ini telah dibangun susah payah"
Zidan mengerutkan kening merasa tak mengenal sosok Hamdi yang mudah sekali menyerah.
"sejak kapan kamu lemah Ham? jika Naura ingin b*nuh diri maka biarkan saja. toh bukan kamu yang membu**hnya" bentak Zidan dengan geram.
Hamdi terdiam. sebenarnya bukan hanya karena ancaman Naura tentang aksi nekatnya saja, melainkan ancaman dari Ayah Naura yang mengatakan bahwa Siska bisa saja celaka jika ia menolak apa yang putrinya inginkan. Hamdi akan mencari cara agar bisa menyelesaikan masalah ini sendiri. tanpa melibatkan Zidan ataupun Nayla seperti waktu lalu. Hamdi takut kejadian Nikita akan terulang kembali sehingga memilih bungkam untuk masalah yang sedang ia hadapi.
__ADS_1