
...Akankah awan kembali cerah setelah diguyur hujan?...
...Akankah mentari kembali menyapa langit yang pernah diguyur hujan?...
...Akankah cinta datang pada wanita yang sudah mendapatkan noda dihidupnya?...
Nikita mengendarakan mobilnya dengan cepat hingga tak sampai satu jam, mereka telah tiba di kediaman Frans. Rumah mewah bercat putih tulang dihadapan Nayla tampak begitu indah dengan pekarangan rumah yang dihiasi oleh berbagai macam bunga dan patung yang tersusun rapih didepannya.
Nayla dan Zidan terpukau dengan kemewahan rumah lelaki yang telah merenggut kesucian Siska dengan paksa. Hingga keduanya tak berhenti mengucap kekaguman didalam hatinya.
"Kita sudah sampai" ucap Nikita membuyarkan pikiran Nayla dan Zidan.
"Nanti kedtika dirumah katakanlah kalau kalian adalah sepasang suami istri yang berasal dari luar kota ini. Aku tahu pasti mereka akan curiga dengan penampilan Zidan yang terlihat begitu terurus hingga mungkin semua rencana ini akan sulit berjalan. Tapi setidaknya bertindaklah seperti orang kamlung pada umumnya. Aku akan mencoba meyakinkan pria tengik itu dengan kemampuanku. Dan kau Nayla berhati hatilah pada si tua bangka didalam sana. Aku tak bisa menjamin bahwa pria itu akan bersikap acuh padamu karena kau menikah, sebab dia adalah maniak wanita. Tapi aku akan jamin bahwa kau takan pernah disentuh olehnya"
"Aku pun takan pernah membiarkan lelaki manapun berani menatap istriku walaupun hanya semenit saja!" jawab Zidan ketus.
Nikita tersenyum menatap keromantisan yang ditunjukan oleh Zidan.
"Ya sudah. Ayo kita turun. Mereka pasti sudah menunggu kita disana. Ingat ucapanku baik baik. Jangan pernah membuat mereka curiga dengan kalian sebab aku tak tahu kalau mereka punya koneksi yang bisa mencelakakan kita didalam sana!"
Nayla dan Zidan mengangguk mendengar perkataan Nikita. Sampai saat ketiganya mulai melangkahkan kaki kedepan pintu, pintu utama terbuka lebar, menampilkan Frans yang tengah berdiri memakai kaos putih serta celana polos berwarna coklat.
"Kau lama sekali perginya hah!"
"Maafkan saya tuan. Sepupu saya baru saja tiba di tempat perjanjian kami. Jalanan ibu kita hari ini sedikit macet. Mohon maafkan kami tuan"
Dengan pandangan menunduk Nikita meminta maaf kepada Frans yang tengah berkacak pinggang menatap kearah Zidan dan Nayla.
"Ya sudah. Oh ya, apakah ini yang akan menjadi supirku dan pembantu baru dirumah ini? kulihat penampilannya seperti orang kaya, tapi sayangnya penampilan tak seberuntung keuangannya hahahahah"
Tawa mengejek keluar dari mulut Frans yang sedang menatap kearah Zidan. Zidan hanya bisa menatap pada pria dihadapannya. Amarahnya begitu menjalar disetiap relung jiwanya kala merasa terendahkan oleh omongan Frans yang begitu tak punya sopan santun.
"Perkenalkan nama kalian dan cepatlah masuk. Siapkan aku makanan!"
"Perkenalkan nama saya Nayla tuan dan ini suami saya Zidan" ucap Nayla santun.
Frans hanya bisa menganggukan kepala serta mulai melihat penampilan Nayla dan Zidan dari bawah sampai atas.
"Kalau dipikir pikir kamu cantik juga. Namun sayang, tubuhmu terlalu tertutup sehingga aku tak bisa melihatnya, hahahahah"
Zidan yang merasa istrinya direndahkan kemudian melangkah maju menatap Frans dengan tangan yang mengepal kencang. Nayla yang melihat kemarahan di mata suaminya segera mencekal tangannya mencoba menenangkannya.
Nikita yang mulai merasa tak beres, segera mengalihkan pembicaraan dan mulai mengajak majikannya untuk segera masuk kedalam.
"Tuan apakah tuan sudah lapar? ayo kita makan dan biarkan dia memasak makanan untuk anda"
Frans dan Nikita mulai melangkah masuk kedalam rumah, sedangkan Nayla dan Zidan saling pandang melihat tingkah Frans yang tidak punya sopan santun.
Tak lama, Nayla dan Zidan akhirnya masuk kedalam rumah, menatap sekitar.
"Cepat masakan aku makanan yang lezat! simpan pakaian kalian di kamar belakang dan jangan pernah masuk kedalam kamarku tanpa seizinku. Paham!"
__ADS_1
Frans melengang pergi menuju kamarnya dan menutup pintu dengan keras. Nayla dan Zidan segera pergi menuju kamar mereka dengan Nikita sebagai penunjuk jalan.
"Maafkan aku karena dia bersikap tak sopan pada kalian" ucap Nikita merasa bersalah.
"Tak papa Nikita. Kamu tak salah, kami sendiri yang ingin masuk kedalam rencana ini dan sudah merupakan konsekuensi kami untuk berhadapan dengan manusia seperti dia"
Nayla dan Zidan akhirnya sampai di kamar kecil berukuran 4×3 meter yang hanya berisikan satu lemari kayu yang sering digunakan sebagai lemari pakaian supir terdahulu.
"Kamarnya kecil sekali" gumam Zidan pelan.
"Tak papa mas lagian kan kamu tidurnya bareng aku. Jadi kan bisa tidur sambil meluk" canda Nayla yang berhasil membuat Zidan tersenyum ceria.
"Oh iya ya. Aku kan bisa dekat dekat dengan istri cantikku"
Nikita segera meninggalkan keduanya didalam kamar untuk membereskan semua pakaian merrka kedalam lemari.
"Ya sudah, cepat masukan pakaian kalian kedalam lemari itu dan segera lah memasak Nay biar bocah tengik itu tak kembali berulah. Aku tunggu kamu didapur"
Nikita melangkahkan kaki menuju dapur dan Zidan segera mengeluarkan pakaiannya didalam koper untuk segera dimasukan kedalam lemari.
"Maafkan aku karena kau harus terbenani seperti ini Nay" ucap Zidan merasa tak enak.
"Tak papa mas. Untuk apa minta maaf. Lagian Siska juga adikku, jadi aku harus memberikan keadilan untukknya dan memberikan pelajaran bagi para pelaku pelecehannya"
Nayla tersenyum seraya mengenggam tanmegan suaminya.
***
"Kau juga pandai memasak Nik" puji Nayla seraya tersenyum.
"Tentu saja Nay. Aku sedari kecil tinggal bersama ayah saja dirumah. Hamdi adalah sepupuku dan dia tahu kehidupanku dulu. Tanyakan saja pada dia betapa ahlinya aku ketika memasak belalang untuk kami makan malam" Nikita tertawa menceritakan masa lalunya.
"Maaf sebelumnya. Aku mau tanya kemana kah ibumu Nikita?"
"Ibuku? ibuku sudah lama pergi bersama laki laki lain. Dan ayahku pun menikahi wanita tak tahu diri yang ia pungut dari sebuah club malam. Hidupku berantakan Nay, tetapi aku harus tetap tinggal dan hidup bersama dengan mereka"
Nayla tertegun mendengarkan cerita yang keluar dari mulut Nikita. Begitu malang nasib Nikita. Nayla pikir Nikita adalah seorang anak dari keluarga yang baik baik saja namun nyatanya dia juga bernasib malang sepertinya.
"Nanti malam aku akan membuat Frans kembali tergoda denganku. Aku akan membuatnya tergila gila sampai dia mengatakan semuanya tentang Siska. Aku juga akan perlahan lahan masuk kedalam kamarnya untuk memeriksa ponselnya. Siapa tahu ia masih menyimpan rahasia besar tentang kejadian malam kelam itu"
"Tapi kau harus hati hati. jangan sampai dia melakukan hal yang tidak tidak padamu"
"Tenang saja Nay. Aku tak mudah jatuh cinta pada siapapun. Aku masih setia mencintai pria yang selalu saja kusebut dirinya dalam doa. Walaupun cintaku bertepuk sebelah tangan" Nikita tersenyum kearah Nayla.
Masakan Nayla dan Nikita akhirnya sudah matang. Keduanya kini menyajikan makanan diatas meja makan. Frans sudah menunggu makanan dengan wajahnya yang ditekuk karena kesal menunggu.
"Lama sekali kalian masak. Membuat selera makanku hilang saja" ketusnya.
Nikita berdecak pinggang melihat kelakuan majikannya yang menyrbalkan. Hingga saat Frans menyuapkan makanan kemulutnya, ia tertegun dengan rasa masakan Nayla yang begitu enak.
"Ternyata pintar juga kamu masak"
__ADS_1
Frans begitu lahap menyantap makanan yang Nayla masak. Sampai sampai beberapa menu masakan yang Nayla buat habis tak tersisa.
Tak lama pintu utama terbuka lebar, menampilkan sesosok pria paruh baya dengan wanita cantik disisi kanan serta kirinya.
Frans kemudian bangkit dan pergi berjalan meninggalkan meja makan ketika melihat sosok ayahnya yang baru saja sampai.
"Siapa kalian?!" ucap Ayahnya Frans dengan ketus.
Nikita yang sudah kenal dengan ayahnya Frans kemudian berjalan kearah pria paruh baya tersebut dengan santai.
"Mereka adalah supir dan pembantu baru disini tuan. Tuan Frans sudah menerima mereka sebagai pekerja baru. Apakah tuan sudah makan? biar dia siapkan"
"Tak perlu! saya sudah makan. Cepat bereskan semuanya dan jangan pernah kalian sentuh barang barang mahal yang ada dirumah ini. Apalagi sampai kalian mencuri dirumah ini"
Zidan menarik nafas dengan kesal. Ia kemudian pergi berlalu menuju kamarnya, meninggalkan Nayla dan Nikita di tempat makan.
"Ayo kita bereskan, dan kau bisa istirahat Nay" ucap Nikita.
Tak lama setelah semuanya beres Nayla berlalu meninggalkan Nikita yang pamit untuk pergi menuju kamarnya Frans menjalankan rencananya.
"Aku akan menggoda bocah itu supaya ia mau melakukan apapun untukku"
Nayla mengangguk tanda mengerti.
"Hati hati ya. Jika terjadi apa apa cepat kasih tahu aku dan Zidan"
"Kau tenang saja Nay. Aku adalah ahli dalam bela diri"
***
Nikita berjalan menuju kamar Frans. Terdengar dari luar Frans tengah melakukan aktivitas menjijikan dengan dirinya sendiri.
Toktoktok
Pintu diketuk dengan pelan.
"Masuk!"
Nikita perlahan masuk kedalam kamar Frans dengan perasaan jijik karena melihat Frans yang menggunakan celananya dengan asal.
"Kau kesini sayang? apakah kau ingin kehangatan dariku?"
Nikita sangat jijik mendengarkan perkataan yang keluar dari mulut Frans.
"Maaf tuan saya hanya ingin berbucara dengan anda"
"Bicaranya kan bisa sambil melakukan hal yang mengasikan. Kau juga akan merasa puas denganku"
Perlahan Frans mendekatkan tubuhnya kearah Nikita dan mulai memegang bagian tubuh Nikita dengan tak sopan.
Note: Berhubung saat ini kita sedang menjalankan ibadah puasa, maka beberapa kalimat saya perhalus, walaupun masih ada sedikit kata kata yang tak sopan. Mohon maaf atas ketidak nyamanan ini🙏 Sebisa mungkin saya akan menghilangkan perkataan yang tidak pantas untuk mencegah hal hal yang bisa membuat pahala ibadah puasa kita berkurang 😊🙏 Maaf juga karena othor upnya bolong bolong dikarenakan kondisi badan masih beluk fit. Tapi akan saya usahakan agar pembaca tidak sampai menunggu lama. Terimakasih sebesar besarnya❤️🤗🤗
__ADS_1