Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Sadar


__ADS_3

Pagi ini Hamdi di buat psnik oleh telpon yang berasal dari Siska. Bagaimana mungkin Siska dalam bahaya padahal Hamdi sudah memastikan semua penjahat yang melakukan pelecehan terhadap Siska serta pembunuhan terhadap Nikita sudah diadili.


Ini benar benar membuat kepala Hamdi terasa pening. Ia kini harus melawan rasa takutnya dan harus mulai menerima kembali kenyataan bahwa ia tak ingin kehilangan wanita yang ia cintai.


"Hallo, kau masih ada disana?" tanya Hamdi pada Siska.


"Ya, ak..aku masih disini"


Hamdi sedikit merasa lega dengan jawab Siska. Hamdi bahkan menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi karena tak ingin Siska serta bayinya terluka sekecil apapun. Sampai saat Hamdi mulai berada di persimpangan menuju rumah Siska, ia pun dikejutkan dengan sebuah motor yang hampur saja ia tabrak.


Ckkkkkkkiiiiiittttttt


Rem di injak sekuat tenaga oleh Hamdi. Hingga tak lama kemudian Hamdi pun segera melajukan kembali mobilnya menuju rumah Siska.

__ADS_1


Beberapa kali sempat terdengar ketukan di pintu kamar Siska dan membuat Siska terdnegar panik serta bayinya beberapa kali menangis. Namun tak lama kemudian, Siska pun terdengar mulai sedikit tenang hingga membuat Hamdi heran.


"Apa pria itu sudah pergi?" tanya Hamdi dengan ragu.


"Aku tak tahu, tapi sepertinya ia. Dia sudah pergi. Aku tak bisa membuka pintu kamar ini karena aku takut dia akan melakukan hala buruk pada Cleo. Maafkan aku jika aku menganggu waktumu" Siska yang memang sudah lama tak menghubungi Hamdi merasa sangat canggung.


"Aku sebentar lagi sampai. Kau jangan buka pintu sebelum aku yang mengetuk dan memanggil namamu"


"Baik"


Hamdi berlari menaiki anak tangga dan tak melihat siapapun di depan kamar Siska. Hamdi pun segera mengetuk pintu kamar tersebut dan memanggil nama wanita yang sangat ia cintai.


"Sis! Siska buka! Ini aku Hamdi Sis!" Hamdi menggedor pintu kamar Siska dengan kencang.

__ADS_1


Hingga tak lama kemudian pintu kamar tersebut terbuka dengan lebar dam tanpa basa basi Siska yang sejak tadi ketakutan memeluk tubuh Hamdi dengan sangat erat.


"Aku takut Mas. Aku takut. Dia memakai pakaian serba hitam dan wajahnya begitu mengerikan ketika tersenyum ke arahku"


Siska mulai menangis seraya memeluk tubuh Cleo yang kini sudah sedikit tenang. Siska bahkan terlihat sangat pucat menahan rasa takut yang ia alami.


"Siapa dia ? Apakah kau mengenalnya?" tanya Hamdi dengan penasaran


"Aku tak tahu siapa orang tersebut. Aku rasa, baru kali ini aku melihat wajahnya. Aku tak mengerti apa yang ia mau dariku dan dari rumah ini. Dia tiba tiba saja datang membawa sebuah kotak yang sangat besar dan tiba tiba saja berjalan ke arahku dan Cleo"


Hamdi mulai mencerna perkataan Siska. Hamdi bahkan masih belum pulih dengan rasa traumanya akibat tak bisa menjaga Nikita, namun kini ia sadar dengan menjauhi Siska justru ia malah membuat orang yang ia cintai dalam bahaya.


"Maafkan aku karena selama ini tak pernah menghubungimu. Aku terlalu takut karena tak bisa melindungi sahabatku, aku pun tak bisa melindungi kau dan Cleo. Aku sekarang tahu, bahwa kelemahanku bukanlah rasa takut, melainkan sikap pecundang yang aku miliki. Kini aku takan meninggalkanmu dan Cleo, aku akan terus bersama kalian bagaimana pun kedaannya"

__ADS_1


Hamdi segera memeluk Siska dan menciun kening Cleo. Kini ia benar benar sadar bahwa dengan menjauhi semua yang ia cintai justru akan mendatangkan bahaya pada orang tersebut.


__ADS_2