Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Terdiam


__ADS_3

Hamdi menatap nyalang pada Andi yang dengan mudah mengatakan bahwa anak yang Siska lahirkan bisa jadi adalah anaknya. Walaupun demikian, ucapan Andi memang ada benarnya juga. Samapi detik ini baik dia maupun Siska sendiri tak tahu bahwa ayah biologis dari anaknya tersebut.


"Cih! baru sekarang kau mengatakan hal itu. Harusnya kau sadar akan akibat yang kau perbuat pada Siska saat itu. Kau telah mengambil kehormatannya dan tak menutup kemungkinan bahwa perempuan yang kau lecehkan akan hamil, bukan? jika pun memang benar anak itu adalah anakmu, baik Siska maupun kekuarganya takan sudi untuk menganggapmu sebagai ayahnya setelah mengetahui perbuatan beja* mu itu"


Hamdi berjalan meninggalkan Andi yang terdiam membeku mendengarkan perkataan Hamdi.


"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Siska hamil dan sekarang ia telah melahirkan seorang putra. Tidak, tidak mungkin. Siapa ayah dari anak itu? apakah aku? ya mungkin aku. Karena yang terakhir menodainya adalah aku" gumam Andi.


*****


Nayla yang tengah memasak sarapan didapur sendirian karena Zidan sedang mencuci mobil dan Nikita sedang mandi, harus dikagetkan dengan kedatangan pria bertubuh gembal yang tiba tiba saja memegang pundaknya.


"Astagfirullah!" pekik Nayla yang spontan saja menjatuhkan baskom berisi air ditangannya.


"Kau kenapa kaget begitu cantik? aku tak melakukan apapun padamu tapi kau terkejut seperti melihat hantu" ucap ayah Frans dengan santai.


"Maaf tuan, saya adalah perempuan sekaligus wanita bersuami dan tuan tak bisa seenaknya menyentuh bagian tubuh saya. Dosa hukumnya jika anda menyentuh wanita yang bukan mukhrimnya"


Pria paruh baya didepan Nayla langsung tersenyum dan mendekatkan kembali tubuhnya kearah Nayla.


"Maaf tuan bisa jaga jaraknya"


"Memangnya kenapa jika saya mendekat? toh kamu itu adalah pembantu disini. Jadi kamu harus menuruti semua perkataan yang saya ucapkan, serta harus menerima semua perlakuan yang saya berikan"


"Saya memang pembantu disini tuan. Tapi maaf, saya bukan wanita yang bisa anda perlakukan seenaknya. Saya juga punya harga diri. Anda tidak bisa melakukan hal yang bukan menjadi tugas saya sebagai pembantu!" jawab Nayla tegas.


Ayah Frans kemudian berdecak kesal dengan perkataan yang dilontarkan oleh Nayla. Hingga kemudian ia nekat mencengkram tangan Nayla dengan kencang hingga membuatnya meringis kesakitan.


"Beraninya kau menentang perkataan saya hah!"


"Lepaskan saya tuan! sakit!"


"Kau takan bisa lepas dari cengkramanku!"


Dengan kekuatan serta keberanian yang Nayla miliki, ia kemudian mengigit tangan serta menendang bagian bawah perut majikannya.


"Set*! wanita tak berguna!" maki ayah Frans dengan kesal.


Sesaat kemudian Nayla yang akan berlari kencang dihadang oleh Nikita yang sedang menatap kearahnya. Ia kemudian memegang tangan Nayla dan tersenyum kearahnya.


"Bagus Nay! kau memang wanita yang cerdik" puji Nikita dengan keras hingga membuat ayah Frans bisa mendengarnya.


Dengan langkah yang besar, ayah Frans kemudian berjalan kearah Nikita dan mencoba untuk menjambak rambut wanita tersebut. Namun Nikita yang memiliki kelihaian dalam bela diri, dengan spontan memegang tangab majikannya dan membuatnya jatuh tersungkur.


"Ops, maafkan saya tuan. Mari saya bantu berdiri"

__ADS_1


Nikita yang mengulurkan tangan seraya membungkuk ditepis keras oleh majikannya yang terduduk dilantai rumahnya sendiri.


"Dasar pembantu kurang ajar! saya pecat kamu ya!"


"Maaf tuan tak bisa pecat saya tanpa persetujuan tuan Frans" ucap Nikita lantang.


"Dia adalah anak saya dan dia mendapatkan semua uangnya dari saya. Rumah ini beserta harta yang ia miliki berasal dari saya, jadi saya berhak memecat wanita mur**n seperti mu!"


Perkataan ayah Frans sontak saja membuat Nikita terdiam dan kini kepalanya berdenyut nyeri memikirkan perkataan yang dia lontarkan.


Hingga tak lama kemudian Frans datang dan membela Nikita.


"Ya memang senua hartaku berasal darimu! tapi kau tak bisa memecatnya karena aku yang ingin tetap mempekerjakannya serta sebagian harta yang kupunya berasal dari harta ibuku!"


Frans yang memiliki niat licik segera membela Nikita dan menentang perkataan ayahnya tersebut.


"Kau membelanya hah! membela wanita murah**n sepertinya?! ku tahu kau membelanya karena kau belum mendapatkan tubuhnya yang selama ini menggiurkan untukmu" ayah Frans mulai berdecak merendahkan putra kandungnya.


"Aku mencintai dia dan kau tak usah ikut campur urusanku. Aku bukan anda yang senang bergonta ganti wanita hanya untuk menikmati belaiannya saja! aku memang putramu tapi kau tak berhak untuk ikut campur serta mengatur segala urusanku!"


Frans menyeret tubuh Nikita agar segera keluar dari dapur. Namun Nikita memegang tangan Nayla hingga ia pun ikut keluar dari dapur.


Tak lama kemudian, Zidan yang akan menghampiri istrinya didapur, seketika terkejut melihat pemandangan dimana tangan istrinya sedang dipegang oleh Nikita sedangkan tangan Nikita yang satunya dipegang oleh Frans. Matanya menatap tajam kearah pria dihadapannya hingga Zidan pun menghampiri Frans dengan tatapan nyalang.


"Ada apa ini? kau kenapa Nay?" tanya Zidan panik.


"Pandai juga kau berbohong!" cibir Frans sehingga membuat Zidan merasa heran.


Zidan segera manarik tangan Nayla dengan pelan dan membawanya kekamar mereka.


"Katakan sebenarnya Nay? apa yang sudah terjadi padamu?"


Nayla terdiam mendapatkan pertanyaan yang keluar dari mulut suaminya. Ia takut bahwa Zidan akan melakukan hal yang tidak tidak sehingga membuat rencananya gagal.


"Ak..aku..aku tadi"


"Katakan Nay, jangan takut"


"Aku..aku tadi..Kau harus berjanji takan marah"


Zidan menghembuskan nafas dengan kasar dan mencoba mereda rasa penasaran yang menggebu dihatinya.


"Iya aku janji Nay. Sekarang kau katakan yang sebenarnya"


"Sebenarnya tadi aku sedang memasak sarapan, namun ayahnya Frans datang dan membuatku terkejut karena ia tiba tiba saja memegang pundakku"

__ADS_1


Nayla tertunduk tak mau melihat amarah yang meluap diwajah suaminya. Ia paham betul bagaimana jika Zidan marah, ia tak bisa mengontrol emosinya.


"Pria tua bangka itu berani menyentuhmu Nay! Aku akan memberi dia pelajaran!"


Zidan yang berjalan dengan cepat segera Nayla hadang dan membuatnya segera meredam emosi.


"Dia hanya menyentuh pundakku mas. Kau tak boleh gegabah seperti ini. Kau tak boleh emosi sebab rencana kita bisa gagal jika kita samapi dipecat"


"Walaupun hanya pundak, tapi dia bukan muhrimmu dan kau tahu itu dosa. Jika sekarang dia berani menyentuh pundakmu maka tak menutup kemungkinan bahwa ia akan menyentuh tubuhmu yang lainnya!"


"Maafkan aku mas. Aku hanya tak mau rencana kita yang selama ini berjalan gagal."


Zidan yang frustasi segera mengacak kasar rambutnya dan mulai terduduk dilantai.


"Jika saja bukan karena keadilan untuk Siska, maka aku sekarang akan memberikan pelajaran yang mungkin takan bisa terlupakan oleh pria tua bangka itu!"


*****


Nikita yang sedang bersama Frans kini mulai melepaskan tangannya yang dipegang erat oleh majikannya tersebut. Hingga membuat Frans begitu geram dengan sikap Nikita yang ia rasa terlalu angkuh.


"Kau begitu keras kepala sekali hah! aku sangat mencintaimu ! dan ingin kau menjadi kekasihku"


Nikita tersenyum getir mendengarkan pernyataan cinta yang diucapkan oleh Frans.


"Kau tak mencintaiku tuan. Kau hanya menginginkan tubuhku. Cinta itu datang tanpa ingin merusak tubuh wanita yang ingin kau cintai. Tapi kau? hah, kau hanya memikirkan tentang ranjang! ranjang! ranjang saja dengan ku"


Nikita yang mulai muak dengan segala tingakh Frans meluapkan segala kesakitan yang ia miliki dihatinya selama ini.


"Aku sungguh menginginkanmu Nikita! aku tak menepis fakta bahwa aku menginginkan tubuhku, tapi aku juga ingin kau terus bersamaku dan berada disampingku. Aku rela menentang ayahku demi kau!"


"Cinta memang didasari dengan hawa nafsu. Aku memang wanita tak baik tapi aku tahu sedikit tentang agama walaupun tak pernah diamalkan dikehidupanku. Aku adalah wanita rusak dan kau pasti sadar akan hal itu. Bukan aku egois, hanya saja aku menginginkan pendamping yang akan menuntunku kejalan yang benar. Aku adalah wanita tak tahu diri yang menginginkan pria alim sedangkan aku tak berkaca diri. Tapi apakah salah jika aku menginginkan pria yang terbaik dihiudpku nantinya?"


Frans terdiam mendengarkan perkataan Nikita yang membuat dirinya begitu buruk.


"Kau tahu, wanita wanita yang telah tidur bersamamu apakah mereka memberikan kabar kehidupannya sekarang setelah kau merusak kehormatannya? aku tak bodoh Tuan. Aku tahu kau seorang mahasiswa yang kaya raya dan pasti digilai oleh banyak wanita. Dan kau yang seorang maniak s*** pasti memanfaatkan uang serta ketampanan untuk menjerat mereka agar mau tidur denganmu. Apakah kau pernah mencari tahu bagaimana kehidupan mereka sekarang? bisa saja wanita yang kau rusak hamil dan memiliki anak setalah berhubungan dengamu"


Frans yang semakin malu dengan ucapan Nikita yang memang benar adanya segera meninggalkan perempuan itu sendirian begitu saja. Kesal, murka dan malu menjadi satu. Perkataan Nikita sontak saja membuat Frans merasa tertampar dengan semua itu.


Sesampainya dikamar, Frans kemudian membanting semua buku buku serta barang yang berada diatas laci serta mengacak ngacak semua tempat tidurnya.


"Wanita tak berguna! " teriak Frans dengan kencang.


"Aku memang seorang baji*ngan yang haus akan belaian seorang wanita"


"Aku tak pernah tahu dan tak pernah ingin tahu nasib para gadis yang telah aku nikmati seblumnya!"

__ADS_1


Frans kemudian terduduk dan memikirkan perkataan Nikita yang mengatakan bahwa mungkin gadis yang sebelumnya ia hancurkan, hamil dan memiliki anak. Frans tak pernah membayangkan jika sampai semua gadis yang ia tiduri hamil, mungkin saat ini ia pasti memiliki banyak anak dari hasil hubungan tak sehat.


__ADS_2