
Andi terdiam membeku mendengarkan perkataan yang Hamdi katakan.
"Tolong ajak aku bertemu dengan Siska dan bayinya" dengan pandangan yang kosong Andi berkata lirih pada Hamdi.
"Cih. Jangan mimpi kamu! Siska pasti takan mau bertemu dengan orang yang sudah membuat hidupnya hancur. Jangankan untuk bertemu, memandangmu saja dia pasti akan muak! sekarang kau akui saja perbuatanmu dikepolisian, biar semua pelaku dapat hukuman"
Hamdi kemudian duduk diatas sofa seraya memandang Andi yang menundukan kepalanya.
*****
Frans yang merasa kalut, hanya bisa terdiam memikirkan semua perkataan Nikita yang terasa menggema dikepalanya. Ingin sekali ia memukul wanita itu, namun ia sadar bahwa dia sangat mencintai Nikita dan tak mau untuk melukainya.
Entah ia yang memang salah, atau hatinya yang telah mati dan tak mau disalahkan. Yang jelas, Saat ini Frans begitu takut bahwa gadis gadis yang dulu pernah ia tiduri dan ia ancam, hamil dan memiliki anak dari hasil pelecehannya tersebut.
Frans kemudian segera berjalan menuju kamar Nikita untuk menanyakan apa maksud dari perkataannya. Langkah kakinya yang cukup besar, mampu membuat Frans dengan cepat sampai dikamar Nikita. Tanpa basa basi ia segera masuk kedalam kamar Nikita dan melihat wanita yang ia cintai sedang terduduk diatas ranjang dengan air matanya yang mengalir.
Dari dalam lubuk hati Frans yang paling dalam, ia sangat penasaran dengan wanita dihadapannya yang terkesan angkuh namun berhati rapuh didalamnya.
"Tuan kenapa masuk kesini tanpa mengetuk pintu? apakah tuan tak diajarkan tatak rama sama orang tua tuan? bagaimana jika aya sedang dalam keadaan tak berbusana? tuan bisa saya laporkan dengan kasus pelecehan" Dengan air mata yang diusap dengan kasar, Nikita mulai bangkit dan berjalan menuju arah Frans.
"Maafkan saya jika saya lancang. Saya sadar bahwa yang selama ini saya lakukan pdamu itu kurang ajar. Tapi tolong mengertilah bahwa aku sangat menginginkanmu menjadi pendampingku"
Nikita tersenyum getir mendengarkan perkataan Frans.
__ADS_1
"Kau bukan menginginkanku sebagai pasangan tuan. Tapi kau hanya menginginkaj tubuhku saja. Aku tahu aku adalah wanita tak baik. Aku adalah wanita penggoda sekaligus wanita murahan"
"Aku tak bisa pungkiri bahwa aku memang tergoda dengan tubuhmu itu. Namun, setelah berfikir cukup lama sekarang aku sadar, aku sudah terpikat dengan pesona yang kau tampilkan dengan keangkuhan serta rasa keras kepalamu. Kau bahwa berani menentangku yang notabene adalah sebagai majikanmu"
"Lalu apa yang kau mau dariku hah?"
Frans terdiam dan mulai berpikir tentang keinginannya untuk bersama Nikita.
"Berikan aku waktu untuk bisa berubah dan memperbaiki diriku kejalan yang benar. Aku takan pernah melarangmu untuk menghindar dariku. Dan akupun tak akan mebuatmu patuh pada perintahku yang tak sesuai aturan.
Nikita terdiam membisu mendengarkan penutiran yang Frans katakan padanya sat ini.
"Aku takan memberi tuan larangan ataupun waktu apapun untuk berubah. karena perubah itu terjadi atas dasar hati nurani sendiri tanpa paksaan sedikitpun. Selain itu, alangkah baiknya tuan untuk tak mendekati saya seperti yang ayah tuan katakan sebelumnya mengenai saya. Maafkan aku karena telah lancang nerkata kasar pada tuan. Mohon maafkan saya" Suara Nikita cukup terdengar bergetar.
Nayla dan Zidan saat ini tengah mencoba mencari informasi mengenai para alumni lulusan sekolah Siska dan mencoba membobol akses foto serta daftar nama yang tertera pada situs web sekolah Siska dengan tujuan menemukan foto para pelaku yang ada didalam dokumentasi para alumni sekolah kakak kelas Siska.
Zidan tak mencoba bertanya pada Hamdi sebab ia tahu bahwa Hamdi memiliki bisnis dikota ini yang tak bisa ia tinggalkan. Hingga tak lama kemudian Zidan dan Nayla yang sudah bisa mendapatkan mengenai informasi beberapa lelaki alumni yang merupakan teman Frans ia salin didalam ponselnya dan segera mengirimkannya kepada Hamdi.
[ Aku mendapatkan informasi mengenai nama nama serta foto para lulusan angkatan Frans hari ini. Kau bisa mencocokan data para pelaku dengan menerka nerka terlebih dahulu dari bentuk wajah yang mereka miliki dengan para pelaku yang ada didalam rekaman tersebut]
Tak lama kemudian, akhirnya pesan Zidan dibaca oleh Hamdi dan segera ia mendapatkan balasan yang sontak saja membuat Zidan keheranan.
[Aku sudah tahu nama para pelakunya Dan. Dan aku akan mengatakannya besok padamu. Kau bisa datang ke villa dengan Nayla dan kita akan menceritakan semuanya disana. Saat ini aku tengah fokus mencari informasi tempat tinggal para pelaku dari sosial media ]
__ADS_1
Zidan dan Nayla yang penasaran hanya bisa saling pandang satu sama lain merasa keheranan dengan Hamdi yang cepat sekali mendapatkan informasi.
[ kau memang temanku yang bisa aku andalkan Ham] puji Zidan pada Hamdi.
[ Aku melakukan ini atas dasar cinta serta keinginan untuk menegakan keadilan bagi Siska dan bayinya]
Zidan segera memegang tangan Nayla dan mulai mengatakan bahwa misi mereka sebentar lagi akan selesai.
"Nay, syukur alhamdulillah sebentar lagi kita akan keluar dari rumah set**n ini. Hamdi yang sangat cerdik bisa dengan cepat mendapatkan informasi mengenai identitas para pelaku hanya dalam waktu dua hari saja"
"Tapi bagaimana mungkin Hamdi bisa secepat itu yakin pada informasi yang ia dapatkan? dan apa yang harus kita lakukan setelah ini mas?"
"Kita tunggu saja rencana yang akan dibuat oleh Hamdi dan Nikita. Kita hanya bisa menjalankan apa yang mereka suruh karena merekalah yang tahu seluk beluk rumah ini. Oh ya, besok sesudah kita siapkan sarapan, kita akan minta ijin pada tua bangka itu beserta anaknya untuk pergi bertenu dengan Hamdi. Jangan lupa beritahu Nikita nanti malam mengenai masalah ini"
Nayla menganggukan kepala tanda mengerti dan segera memeluk tubuh kekar suami didepannya tersebut. Rasa nyaman yang selama ini hilang dikehidupan Nayla kini ia temukan pada diri Zidan yang senantisa berusaha menjadi yang terbaik untuk Nayla.
"Sebentar lagi kau akan bebas dan takan pernah melihat ataupun di sentuh oleh pria tua itu. Nay"
"Iya mas, sebentar lagi kita akan keluar dari rumah ini dan Siska serta anaknya akan mendapatkan keadilan"
"Semoga saja rencana kita lancar terus ya Nay. Lama lama aku kasihan juga sama Nikita yang terus terusan dihina serta dicaci maki oleh keluarga tak sehat ini. Aku takut Nikita memiliki masalah mental karen kurangnya sosialisasi dengan orang lain. Apalagi kata Hamdi dia merupakan seorang anak broken home"
Nayla tersenyum kearah suaminya dan mulai meneluk pelan tubuh suaminya tersebut.
__ADS_1
"Nikita takan kenapa napa Mas. Dia wanita yang pemberani dan tangguh. Ia takan bisa di sentuh oleh siapapun, karena ia tetap tegak pada pendiriannya untuk tidak memiliki suatu hubungan yang didasari dengan nafsu saja"