Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Iba


__ADS_3

Hari sudah siang. Kini Hamdi mulai melajukan mobilnya menuju salah satu gubuk tempatnya menyekap pria bertubuh besar yang telah memukul kepalanya. Hamdi berjalan penuh dengan amarah sampai saat dirinya kini telah berada di hadapan pria yang sedang dalam keadaan terikat, Handi tak tanggung tanggung menendang tubuh pria itu hingga jatuh tersungkur. Pria itu merintih menahan sakit di sekujur tubuhnya akibat pukulan yang ia dapatkan sejak malam dari orang suruhan Hamdi.


"katakan dimana si jal**Ng itu berada ?!" bentak Hamdi dengan keras.


Hamdi mulai membuka kain yang ia gunakan untuk menyumpal mulut pria itu dengan sekali tarikan saja hingga membuatnya terluka. Pria itu bungkam dengan keadaan yang sudah lemah sebab tak diberikan minum sejak ia dibawa ke dalam rumah tersebut.


"katakan cepat!" bentak Hamdi hingga membuat pria itu menatapnya dengan penuh harapan.


"Berikan dia air!' titah Hamdi pada salah satu orang suruhannya.

__ADS_1


Pria itu tampak senang dan juga bahagia ketika mendapatkan sebotol air yang dilemparkan oleh salah satu orang disana. Hamdi tahu pria itu telah berbuat jahat padanya namun, pria itu mungkin saja melakukannya karena keterpaksaan. Dulu Hamdi memanglah orang yang keras dan juga terbilang cukup brutal. Namun setelah semua kejadian yang menimpa hidupnya, kini Hamdi berubah menjadi seorang yang lebih memiliki rasa kemanusiaan tinggi.


Hingga saat ia menatap pria di hadapannya yang tampak kehausan, Hamdi mulai membungkuk dan mendongakkan wajah pria itu dengan pelan.


"Dibayar berapa kau oleh si jalan** itu hah? katakan cepat dimana dia sekarang! aku sudah muak menatap wajahmu. Aku bahkan ingin melenyapkanmu namun hatiku masih ada sehingga aku hanya ingin kau jujur saja" Hamdi membuang muka agar tak melihat kearah pria menyedihkan dihadapannya.


"Aku akan membebaskanmu dan Takan melaporkanmu ke kepolisian. Aku tahu kamu melakukan ini karena uang bukan? maka jawab aku biar semuanya beres dengan cepat"


Pria itu menatap penuh iba pad Hamdi yang berdiri dengan wajah ketusnya. Ia bersujud di kaki Hamdi memohon ampun untuk membaskannya. Ya, selama ini memang menjadi orang suruhan karena hanya itulah yang bisa ia jadikan pekerjaan sebab badannya yang besar bak seorang preman. Namun, siapa sangka dibalik tubuhnya yang kekar dan berotot, pria itu justru sangat berarti lembut dan juga penuh dengan cerita sedihnya.

__ADS_1


"saya melakukan ini karena tergiur dengan uang yang nyonya itu berikan. Saya bukanlah orang yang arogan dan seperti yang ada pikirkan. Maafkan saya karena telah melakukan hal jahat pada anda kemarin. Tapi ketahuilah saya mengambil pekerjaan itu karena anak saya memiliki penyakit jantung dan saat ini dirumah sakit membutuhkan banyak biaya untuk operasi"


Hamdi tertegun, ia tahu cerita dan derita yang orang itu hadapi namun karena jalanya yang salah Hamdi memilih untuk memperlakukannya seperti ini.


"Saya akan bebaskan kamu dan memberikan biaya operasi anakmu jika kamu mau bekerjasama dengan saya. Beritahu saya dimana dia berada"


Dengan cepat pria itu menganggukan kepala dan mulai memberikan informasi mengenai satu rumah yang saat ini di tinggali oleh Clara. Pria itu kerap membantu Clara menjebak seseorang agar mereka bisa di peras oleh wanita ular tersebut.


"Baik, saya akan kirim orang untuk menjaga putri putrimu sementara waktu sebelum aku menemukan wanita itu bersamamu. Ingat! jangan berteriak saat ku bawa jika tak ingin mati sia sia dan putrimu yang malang akan semakin terlantar karena ayahnya pergi ke neraka" Hamdi mulai menarik tubuh pria itu untuk bangkit dan masuk kedalam mobil pribadinya.

__ADS_1


__ADS_2