
Empat bulan berlalu, kini Nayla dan Bian resmi bercerai. Sidang demi sidang Nayla hadiri dengan Ibu Aisyah yang senantiasa menemani serta memberikan dukungan kepada Nayla. Sedangkan Bian tak hadir dipersidangan dan mewakilkan semua urusannya pada ibunya serta anak sulung dari Tante Mirna sebagai kuasa hukum karena dirinya saat ini sedang berada didalam sel tahanan.
Tak ada tangis yang keluar dari mata Nayla. Kini dia lebih tegar menghadapi kehidupannya yang baru dengan status sebagai mantan istri dari Bian Mahardika yang saat ini mendekam dibalik jeruji besi.
Setiap hari Zidan akan datang kepanti asuhan milik Ibu Aisyah hanya untuk mengajak anak anak panti bermain dan tentunya untuk menghibur Nayla agar tak larut dalam kesedihannya.
Kebahagiaan Nayla berangsur hadir kembali dihidupnya. Dengan kehadiran Zidan, Anyelir dan Rio yang kini sering mengunjunginya membuat Nayla lupa akan semua masa lalu dan luka yang telah terjadi.
Hari berganti hari, Zidan dan Nayla lambat laun semakin dekat walaupun setiap pertemuannya pasti selalu ada Ibu Aisyah yang menemaninya jika tak ada Anyelir dan Rio. Nayla tahu bahwa selama ini Zidan lah yang selalu menghiburnya dalam kesedihan serta selalu ada disaat ia kesusahan dan dia percaya akan kebaikan hati seorang Zidan. Tapi, ia tahu bahwa ketika dirinya bertemu dengan Zidan, maka tak boleh sampai berduaan.
******
Hari ini adalah hari pertama dimana Nayla akan pergi menjadi seorang guru magang disalah satu sekolah dasar dipinggir kota. Gelar sarjana yang ia raih dari salah satu perguruan tinggi di kota, bisa membuatnya bekerja di sekolah dasar yang dulu juga pernah Nayla ajar. Ia mencium punggung tangan Ibu Aisyah serta meminta izin serta doa dari wanita paruh baya yang selama ini telah merawat serta membesarkannya.
"Ibu, hari ini adalah hari pertama aku mengajar. Tolong doakan aku supaya semuanya lancar dan aku bisa membuat ibu bangga"
"Tentu nak. Tanpa diminta pun, seorang ibu pasti akan mendoakan hal terbaik untuk putra putrinya. Kau hati hatilah dijalan. Jika selesai mengajar, maka cepatlah pulang kesini. Jangan lupa untuk memakan bekal spesial yang telah ibu buatkan untukmu" Ucap Ibu Aisyah seraya mencium kening Nayla.
Dengan stelan gamis berwarna coklat, Nayla pergi meninggalkan Ibu Aisyah yang tengah menatapnya sedang menaiki sepeda motor.
Zidan yang tahu bahwa hari ini Nayla akan pergi bekerja lagi setelah sekian lama berhenti karena menikah dengan Bian, akhirnya buru buru pergi menuju mobilnya yang terparkir dihalaman rumah.
"Astagfirullah, mengapa aku bisa lupa kalau hari ini Nayla akan pergi bekerja"
Zidan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Beruntung hari ini jalanan diibu kota terlihat lenggang oleh pengendara.
__ADS_1
Hingga tak butuh banyak waktu, kini Zidan sudah sampai dihalaman panti.
Terlihat Ibu Aisyah sedang duduk mengawasi anak anak yang tengah bermain dihalaman panti. Zidan yang terburu buru segera berlari menuju Ibu Aisyah yang kaget dengan kedatangan pria berkulit putih dihadapannya.
"Assalamualaikum bu. Nayla nya masih ada? hu..hu.." dengan nafas yang ngos ngosan Zidan mulai bertanya pada Ibu Aisyah.
"Waalaikumsalam nak. Nayla nya sudah berangkat dari tadi. Memangnya kamu tak tahu bahwa Nayla akan berangkat mengajar pukul enam pagi karena perjalanannya yang cukup jauh?"
"Aku lupa bu, sehabis shalat aku ketiduran karena semalam mengerjakan berkas meeting. Ya sudah, aku akan pergi menyusul Nayla dan memastikannya sampai dengan selamat. Wassalamualaikum" dengan cepat Zidan menyambar tangan Ibu Aisyah dan menciumnya.
Ibu Aisyah menggelengkan kepala pelan melihat Zidan yang begitu peduli dengan Nayla.
"Waalaikumsalaam" ucap Ibu Aisyah pelan.
Lama perjalanan yang Nayla tempuh untuk sampai di sekolah tempat ia mengajar kurang lebih satu jam, hingga dia memilik berangkat lebih pagi agar tak kesiangan. Motor yang ia pakai baru saja ia beli dari hasil jualan kuenya yang selama tiga bulan ia tekuni. Walaupun baru tiga bulan, Nayla sudah bisa mencicil motor tersebut dengan hasil dari berjualan kue dipinggir jalan serta mempostingnya dimedia sosial.
Memang modal yang ia pakai untuk pertama berjualan berasal dari hasil Ibu Aisyah menggadaikan cincin emas pernikahannya, karena cincin pernikahan Nayla sudah ia jual pada saat ia menyiapkan berkas perceraian dan membayar pengacara. Selain itu diminggu pertama ia berjualan, kue yang ia jual hanya laku beberapa pcs saja hingga harus pintar pintar memutar otak untuk membeli bahan bahan kue yang baru. Namun, berkat kegigihannya serta promosi yang ia lakukan dimedia sosial cukup menarik, beberapa pelanggan yang memiliki acara besar mulai berminat dan memesan kue buatan Nayla dalam jumlah yang besar hingga kerap kali Nayla banjur orderan dari pengusaha pengusaha yang mengadakan acara.
Usaha kue buatan Nayla cukup digemari dipusat kota. Hingga sampai ini usahanya tetap berjalan dengan bantuan anak anak remaja di panti asuhan yang sudah lulus sekolah namun belum bekerja. Bagi Nayla, membuka usaha sendiri bisa membantu biaya hidup serta sekolah anak- anak yatim piatu yang tinggal di panti Ibu Aisyah. Selain itu, ia juga bisa membuka lowongan pekerjaan bagi anak anak yang mulai lulus sekolah dan tumbuh dewasa dilingkungan sekitarnya. Walaupun upah yang Nayla berikan tak seberapa, namun Nayla selalu berharap jika usahanya bisa lebih maju hingga bisa memberikan upah yang besar untuk mereka.
Nayla sekarang bertekad untuk bisa menyekolahkan anak anak di panti sampai perguruan tinggi sepertinya. Walaupun dironya bisa menjadi sarjana karena mendapat beasiswa disekolahnya serta mendapat biaya transfortasi dari Ibu Aisyah, namun cita citanya adalah bisa membangun panti asuhan menjadi lebih luas dan bisa menyekolahkan anak anak disana sampai memiliki gelar sarjana.
Walaupun Ibu Aisyah hanya memiliki uang yang tak begitu banyak, namun Ibu Aisyah dapat menyekolahkan semua anak anak sampai jenjang SMA karena uang dari pensiunan almarhum suaminya serta uang dari beberapa donatur yang memberikannya ke panti asuhan.
Setelah lama Nayla mengendari motornya, akhirnya ia sampai juga tepat waktu. Halaman sekolah terlihat sangat bersih dan rapih. Juga banyak anak anak yang didampingi orang tuanya sedang duduk di bangku depan taman yang ada dilingkungan sekilah.
__ADS_1
Sekian lama ia berhenti mengajar karena biaya tranfortasi yang ia harus keluarkan ketika berangkat serta pulang kerja membuatnya sekrang bisa leluasa mengendari motor cicilannya dari hasil berjualan kue. Gelar sarjana yang Nayla dapat dengan susah payah membuatnya pernah bekerja juga disini. Sekarang dia bersyukur karena dapat bekerja kembali dengan mengajar disekolah ini lagi. Dan dia dapat bertemu dengan teman temannya yang sudah lama tak pernah ia temui.
"Assalamualaikum " ucap Nayla pelan pada ibu ibu yang sedang berkumpul duduk di bangku taman sekolah.
"Waalaikumsalam"
" Ibu guru baru ya ?" tanya salah satu orang tua murid.
"Iya bu, perkenalkan saya Nayla. Hari ini adalah hari pertama saya mengajar disekolah ini"
Senyum serta jabatan tangan dari para orang tua murid, membuat Nayla senang dengan sambutan hangat mereka.
"Salam kenal ya bu guru Nayla. Kami doakan semoga ibu betah mengajar anak anak kami disini"
"Amin bu. Semoga juga anak anak ibu senang dibimbing oleh saya. Ya sudah saya permisi dulu ya, Wassalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Ibu ibu yang sedang berkumpul pun mulai membicarakan Nayla yang mulai menjauh dari hadapan mereka.
"Bu guru Nayla cantik ya."
"iya cantik, selain itu bu guru Nayla baik pula. Baru pertama kali saya lihat guru yang mau memperkenalkan dirinya ke kita, padahal guru guru yang lain suka gak mau nyapa apalagi ngobrol sama kita"
"Iya bu, ku rasa bu guru Nayla berbeda dari yang lainnya. Doakan saja, semoga bu guru Nayla benaran orang baik. Bukan cuman pura pura aja kaya Bu Asti"
__ADS_1
"Iya, amiin" jawab ibu ibu serempak.