Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Penasaran


__ADS_3

Clara melambaikan tangannya pada Hamdi yang saat ini bersiap akan pergi menuju kantornya. Clara yang pernah mendengar nama sahabat dari Zidan tentunya tampak begitu senang ketika melihat dengan jelas pria bertubuh tegap itu telah membantunya dari pria yang bersikeras meminta pelayanan lagi darinya.


Entah kenapa jantung Clara berdegub dengan sangat kencang kala ia kembali memikirkan bagaimana gagah dan beraninya Hamdi saat berada di jalanan tadi.


"Aku harus mendapatkannya" gumam Clara dengan pelan.


Berbeda dari Clara, Hamdi justru merasa sangat gundah kala ia mengingat kembali wajah wanita yang baru saja ia selamatkan. Hamdi ingat bahwa dirinya pernah bertemu dengan wanita itu di Jakarta dan pernah melihatnya di suatu tempat. Namun ia bahkan lupa bahwa dulu ia melihat Clara saat bersama dengan Bian di mall dan kala itu Hamdi tengah bersama Zidan memata matai adik dari sahabatnya.


"Aku akan mencari tahunya nanti setelah aku menyelesaikan tugasku disini. Yang terpenting sekarang aku harus fokus bekerja untuk masa depan Siska dan Cleo"


Hamdi mengemudikan mobilnya menuju tempat pembuatan pabrik baru usaha milik Zidan. Ia bahkan terlihat sangat bersemangat saat menyuruh para pekerja mendekor seisi pabrik yang akan di muat oleh mesin mesin besar.


Zidan bahkan tak lupa melakukan panggilan video pada Siska saat waktu istirahat tiba. Dengan senyumnya yang menarik dan rupawan, Hamdi bahkan berhasil memenangkan banyak gadis yang menjadi karyawan baru di pabrik tersebut hanya dengan sekali pertemuan saja.


****


malam ini Hamdi berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh badannya yang sudah basah dengan keringat. Dengan setelan kaos putih dan celana hitam olahraga, kini Hamdi sudah bersiap untuk pergi turun menuju salah satu restoran yang berada tepat di samping hotel tersebut.


Dari kejauhan tampak dengan jelas wanita yang tadi pagi ia selamatkan kini tengah menggendong seorang balita yang sangat tampan.


Dengan sekali tatapan saja, Clara bahkan berani memanggil Hamdi dan melambaikan tangan agar pria itu duduk tepat di depannya.


Hamdi yang memang penasaran dengan wanita itu pun mulai melangkahkan kaki dan berjalan ke arahnya. Namun, ia pun masih menjaga jarak dan memilih untuk duduk di depan wanita tersebut dibandingkan harus duduk di sampingnya.


"Kita ketemu lagi " ucap Clara dengan senang.


Hamdi hanya tersenyum sekilas dan lebih memilih menatap seorang bocah kecil di pangkuan Clara daripada harus menatap wanita di depannya.

__ADS_1


"Oh ya, kau sudah memsan makanan belum? kalau belum biar aku yang pilihkan makanan yang enak di tempat ini"


Hamdi tersenyum kecil menanggapi ucapan Clara.


"Ku rasa kau sudah biasa makan di tempat ini, oh bahkan mungkin kau terbiasa makan di tempat mewah"


Clara tertawa dengan keras menanggapi ucapan Hamdi. Ia bahkan tak tersinggung dengan ucapan Hamdi yang sebenarnya tengah menyinggung pekerjaannya sebagai wanita penghibur yang sering pergi dengan pria pria kaya.


"Hahahah, kau belum tahu seleraku tuan. Aku handal dalam memilih. Lidahku takan pernah salah mengecap sebuah rasa. Dan aku pun tak pernah salah untuk menentukan apapun"


Hamdi kembali mengukir senyuman tipis di wajahnya. Ia benar benar muak dengan wanita seperti Clara yang dengan bangga serta tenangnya mengatakan hal yang sungguh diluar nalar. Bahkan Hamdi ingin sekali mengatakan bahwa jika benar Clara tak pernah salah memilih, lalu apakah pekerjaan yang selama ini ia lakoni adalah hal benar. Tentu tidak. Tidak ada pembenaran dalam hal apapun tentang perjual belian harga diri bagi Hamdi.


"Silahkan kau pesan makanan. Aku akan memilih makanan untukku. Kau tak perlu repot repot"


Clara terdiam. Ia mencoba mencairkan suasana dengan mengajak bicara Algi di pangkuannya untuk menarik perhatian Hamdi.


Hamdi menunjukan jemarinya yang sudah melekat cincin putih yang sangat cantik di jari manisnya.


"Aku sudah memiliki tambatan hati yang sangat cantik dan pengertian. Dan mungkin bulan depan aku akan menyandang gelar sebagai ayah"


Sontak saja Clara mengerutkan kening mendengar jawaban Hamdi yang mengatakan bahwa akan menyandang gelar ayah padahal bulan depan ia baru akan menikah.


"Emh apakah kalian melakukan hubungan...."


Belum sempat Clara menanyakan hal yang dianggap ganjil baginya, Hamdi justru memberikan jawaban secara menohok.


"Tentu tidak. Kami memang saling mencintai dan ku akui aku kerap tergoda dengan kecantikan bidadariku. Namun, aku bukan lelaki mesum dan pengecut yang akan merusak masa depan wanitaku sebelum kami menikah dan mengikat janji suci di hadapan tuhan"

__ADS_1


Clara mengangguk nganggukan kepala dengan perasaan kesal. Ia baru saja merencanakan strategi untuk memikat hati Hamdi agar mau menikahinya namun ia ternyata kalah cepat dan harus menerima kenyataan yang pahit.


Tapi, bukan Clara namanya jika ia belum bisa merusak wanita lain dan mendapatkan pria yang ia mau. Clara akan terus mengejar Hamdi sampai dapat bagaimana pun caranya dan apapun resikonya. Sebab ia pun dulu telah berhasil memikat hari Bian dan menghancurkan Nayla serta keluarganya.


Clara melambaikan tangan pada seorang pelayan restoran untuk meminta makanan. Hingga terlihat salah satu wanita berpakaian rapih kini berjalan menghampirinya.


"Mbak saya mau makan ini dan ini ya" ucap Clara seraya menunjuk menu yang ada di hadapannya .


Tak disangka ternyata pelayan tersebut malah tertarik dengan paras lucu Algi dan memuji putra dari Clara di hadapannya.


"Putra anda sangat tampan dan lucu nyonya, persis seperti tuan dan nyonya yang".


Clara terlihat sangat senang dan segera tersenyum pada wanita didepannya. Lain halnya dengan Hamdi yang segera menampik ucapan pelayan tersebut dan mengatakan kebenarannya.


"Maaf mbak saya bukan ayah anak itu. Dan wanita di depan saya juga saya tak kenal. Kami hanya tak sengaja bertemu"


"Oh maaf tuan. Maafkan saya. "


"Tak papa. Lain kali lebih baik memuji anaknya saja, jangan sampai ada orang yang salah paham. Dan baiklah, saya ingin makan ini tanpa bubuk cabai ataupun minyak yang terlalu banyak" Hamdi melanjutkan pemesanannya dan memilih memaikan gawai di tangannya.


Diam diam, Clara menatap wajah tampan Hamdi dan tak lupa memotretnya dengan ponsel yang ia sembunyikan di samping meja makan. Hingga ia pun tersenyum ketika mendapatkan foto dari Hamdi dan segera kembali mengajak Algi berbicara walaupun hanya terdengar racauan serta senyuman saja yang keluar dari mulut mungil bayi tersebut.


Hamdi mendapatkan pesan dari Siska yang menanyakan aktivitasnya saat ini. Namun tentu Hamdi takan mengatakan bahwa ia kini sedang makan bersama dengan wanita asing sebab ia tahu Siska pasti akan marah dan tentunya semua gadis pun akan marah dengan kelakuan Hamdi yang terlalu penasaran dengan wanita yang baru saja ia temui.


[Aku sedang makan malam sendiri di restoran dekat hotel. Lain kali aku akan mengajak mu dan Cleo untuk makan disini] Hamdi mengirimkan pesan pada Clara dan memandang wanita di hadapannya.


Note: Mohon maaf jika cerita ini sering bolong bolong update dikarenakan ponsel othor sedang rusak. Mohon bersabar dan dimaklumi. Terimakasih sudah menunggu kelanjutan cerita ini ❤️😁🤗

__ADS_1


__ADS_2