Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Belum sadar


__ADS_3

Siang beranjak sore, tak terasa kini mentari memancarkan cahaya terik diluar rumah sakit. Nafas yang memburu serta keringat disekujur tubuh Hamdi membuatnya terlihat sangat khawatir dengan keadaan Siska.


Dengan mobil yang ia kendarai, Hamdi mulai turun dari mobil setelah memasuki kawasan rumah sakit tempat Siska dirawat setelah ia tahu lokasi rumah sakit yang dikirim Zidan via pesan teks.


Hamdi berlari menuju tempat administrasi dan menanyakan dimana ruangan Siska dirawat.


"Maaf sus saya bisa minta bantuan?"


"Iya pak, ada yang bisa kami bantu?"


"Saya mau tanya ruangan atas nama pasien Siska Anjani ada disebelah mana ya?"


"Sebentar ya pak saya cek dulu"


Lama Hamdi menunggu jawaban dari sang suster, hingga saat suster mengatakan bahwa kini Siska ada di ruang oprasi, Hamdi segera berlari lagi menuju ruangan yang dimaksud.


Deru nafas yang memburu serta detak jantung yang kian cepat tak membuat Hamdi lelah untuk menemui Siska. Sampai saat dirinya melihat semua keliarga Siska ada didepan pintu ruang oprasi, Hamdi berjalan kearah Zidan yang tengah menunduk dengan Nayla disampingnya.


"Dan, Siska gimana?" tanya Hamdi sontak membuat Zidan menatap kearahnya.


"Kau kesini Ham?"


"Iya aku datang untuk melihat calon istri dan calon anakku. Aku tanya padamu Dan, bagaimana keadaan Siska?"


"Aku belum tahu Ham. Dia masih menjalani oprasi cesar untuk menyelamatkan dia dan bayinya. Kita berdoa agar mereka bisa selamat"


Hamdi mulai terduduk disamping Zidan dan menatap kosong lantai rumah sakit. Didalam hatinya kini diselimuti dengan emosi terhadap para bajin*gan yang telah merenggut kesucian Siska dan menghancurkan masa depan gadis yang ia sukai.


"Kau siapa?" tanya ayah tiba tiba.


"Saya Hamdi om, temannya Siska" jawab Hamdi singkat.


"Oh temannya. Punya apa kau bisa berteman dengan anak saya?"


Zidan menatap tajam pria yang ada dihadapannya tersebut. Pertanyaan ayah cukup membuat dirinya tak habis fikir dengan ketamakan yang selalu ada di pikiran pria tua tersebut.


"Pantaskah anda bertanya hal demikian pada orang lain? apa yang anda fikirkan tentang kehidupan ini? uang? harta? kekayaan? pertemanan serta hubungan tak bisa di ukur dengan harta! anda harusnya sadar dari mana anda berawal" kata kata Nayla sontak membuat semua mata tertuju padanya.


"Maaf karena saya sudah lancang mengatakan hal demikian. Tapi jika ada yang ingin menjalin silaturahmi dengan keluarga anda dan diri anda, jangan pernah tanyakan kekuasaan, jabatan ataupun harta yang ia miliki" sambung Nayla.


Anyelir yang duduk disamping Rio menatap takjub dengan perkataan yang dilontarkan Nayla pada pria tamak dihadapannya. Bukannya Anyelir tak berani membungkam semua perkataan ayah sahabatnya, namun dirinya masih mempunyai sopan santun dan tak mau ikut campur dalam rumah tangga orang lain.


"Kau pikir kau siapa berani menasehatiku hah!"


"Dia istriku dan dia berhak mengatakan apapun yang ingin ia katakan" jawab Zidan seraya bangkit dari duduknya.


"Sudah, sudah jangan bertengkar! pikirkan Siska yang ada didalam sana sedang berjuang antara hidup dan matinya. Kau sebagai ayah pikirkan hidup putrimu! jangan terus berbjcara tentang harta! harta! harta!" teriak ibu geram.


Tak lama Dokter keluar dengan wajah yang sulit diartikan.


"Bagaimana kondisi adik saya dok?" tanya Zidan dengan panik.


"Alhamdulillah adik bapak baik baik saja dan telah melewati masa kritisnya"


"Lalu bayinya bagaimana dok?"

__ADS_1


Dokter menghela nafas dan mulai membuka kacamata yang melekat di wajahnya.


"Alhamdulillah bayinya lahir dengan selamat, hanya saja detak jantungnya kadang tidak stabil akibat lahir prematur serta nafasnya yang begitu tidak teratur. Jadi untuk sementara akan kami pantau dulu perkembangannya dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruangan NICU"


Zidan dan seluruh keluarga tak henti hentinya mengucap syukur pada Allah karena Siska beserta bayinya selamat. Namun disisi lain mereka juga sedih sebab bayi Siska memiliki gangguan di jantung serta pernafasannya akibat terlahir prematur.


Hamdi dengan cepat mencoba menerobos masuk kedalam ruangan, namun dihentikan oleh dokter yang berada didepan pintu.


"Untuk sementara jangan dulu ada yang masuk dan menemui pasien sebelum ruangannya dipindahkan. Kami akan mencoba memantau dulu keadaan pasien beserta bayinya agar siap pindah ke dalam ruangan inap"


Dokter kemudian pergi berlalu meninggalkan semua anggota keluarga Siska didepan ruang oprasi.


Nayla menepuk pelan pundak Zidan yang berada disamping Hamdi. Sampai akhirnya Zidan mengerti apa yang dimaksud Nayla dan membawa Hamdi untuk segera pergi ke halaman rumah sakit.


Nayla mencoba menenagkan Ibu Widya yang sedang menangis diatas kursi dengan cara mengusap pelan punggung sang ibu mertua yang terlihat berguncang.


"Ibu sangat sedih dengan apa yang dialami oleh Siska Nay. Ibu telah gagal menjadi seorang ibu dan kini dia harus menanggung semua derita ini"


Nayla mengehmbuskan nafas dengan pelan. Ia paham dengan hancurnya hati Ibu Widya menerima fakta bahwa putrinya telah dilecehkan oleh pria yang tak bertanggung jawab. Serta saat ini entah siapa ayah dari anak yang putrinya lahirkan tersebut.


"Istigfar bu. Ini adalah ujian yang harus ibu hadapi. Ibu harus kuat demi Siska, buat Siska merasa percaya diri dan tuntunglah ia agar menjadi seorang ibu yang baik untuk anaknya nanti. Jangan sampai Siska merasa tertekan dan merasa bersalah walaupun apa yang ia lakukan memang salah, tapi saat ini kondisi mental Siska pasti sedang terguncang apalagi ia melahirkan diusianya yang masih terbilang cukup muda"


Ibu Widya berfikir sejenak dan mulai menghapus air matanya. Perkataan yang Nayla ucapkan memang benar. Dirinya harus kuat demi Siska. Jika bukan dia maka siapa lagi yang akan mengerti kondisi Siska dan kesiapan mentalnya menerima kenyataan bahwa ia sudah menjadi ibu di usia muda.


Walaupun tindakan yang Siska lakukan memang salah karena telah memakai pakaian yang minim hingga membuat kaum lelaki sampai tergoda dengan keindahan tubuh miliknya itu. Tapi Siska saat ini menjadi korban dari kecerobohan yang ia buat sendiri.


Dokter kembali datang dan segera membawa mengecek kondisi Siska yang saat ini masih tidak sadarkan diri. Bayinya yang berjenis kelamin laki laki, terlihat begitu tampan dengan kulit putih bersih didalam inkubator yang saat ini akan dipindahkan ke ruangan NICU.


Nayla, Anyelir, Ayah, Ibu dan Rio kini menatap bayi laki laki yang terlelap didalam inkubator. Dihati mereka begitu senang bisa melihat bayi yang Siska lahirnya bisa selamat walaupun memiliki masalah di jantung serta sistem pernafasannya.


Disisi lain, kini Zidan dan Hamdi sedang berjalan beriringan menuju halaman rumah sakit untuk membicarakan rencana yang akan dilakukan demi kehidupan Siska selanjutnya.


"Ham, maafkan aku karena telat memberi tahumu. Aku saat itu sangat panik dan langsung membawa Siska ke rumah sakit"


Hamdi tersenyum kearah Zidan.


"Tak apa Dan. Aku paham ke khawatiran mu. Kau sudah melakukan hal yang benar Dan. Aku pun jika berada di posisimu pasti akan membawa Siska terlebih dahulu ke rumah sakit sebab keselamatannya yang paling utama"


"Iya Ham"


"Lalu bagaimana nanti jika Siska sudah sadar, apakah aku bisa segera menikahinya Dan?"


Pertanyaan Hamdi sontak membuat Zidan terbatuk batuk.


"Kau ini terlalu terburu buru Ham. Sekarang pikirkan dulu kondisi Siska dan bayinya. Setelah itu kita cari tahu dulu siapakah baji**ngan yang telah menghancurkan hidup adikku itu. Aku sudah tak sabar ingin melihat mereka menderita didalam penjara dan akan membuat mereka ma*ti secara perlahan"


Hamdi mengangguk nganggukan kepala mendengar perkataan Zidan. Sebenarnya ia sudah tak sabar ingin bisa bersanding dengan Siska sebab ia tahu repotnya mengurus bayi sendirian apalagi di usianya Siska yang masih muda. Tapi memang benar adanya perkataan Zida, bahwa ia harus mencari tahu terlebih dahulu pria pria yang telah merenggut kesucian Siska secara paksa dan membuat hidupnya hancur berantakan.


info: Setelah dilahirkan, bayi prematur akan dirawat secara khusus di ruang NICU (neonatal intensive care unit). Perawatan akan dilakukan hingga organ dalam bayi berkembang sempurna dan kondisinya stabil tanpa ditopang oleh perawatan di rumah sakit.


Perawatan khusus yang dilakukan meliputi:


Memasukkan bayi ke dalam inkubator agar suhu tubuhnya tetap hangat


Memasang sensor di tubuh bayi untuk memantau sistem pernapasan detak jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh bayi

__ADS_1


Memberikan ASI melalui selang yang dipasang di hidung atau mulut bayi


Memasang infus pada bayi untuk memberikan cairan dan nutrisi


Menjalankan terapi sinar untuk mengurangi warna kuning pada bayi yang lahir dengan penyakit kuning


Memberikan transfusi darah untuk meningkatkan jumlah sel darah bayi, terutama jika proses pembentukan sel darah merah belum sempurna


Melakukan tes darah untuk mengukur kadar zat di dalam tubuh, seperti kalsium, glukosa, dan bilirubin


Melakukan pemeriksaan jantung bayi secara berkala dengan USG jantung atau ekokardiografi


Menjalankan pemeriksaan USG untuk memeriksa kemungkinan perdarahan atau kelainan di organ dalam, seperti saluran pencernaan, hati, dan ginjal


Melakukan pemeriksaan mata untuk mendeteksi cacat pada mata.


Selain itu ada juga Komplikasi Kelahiran Prematur


Kelahiran prematur bisa berdampak pada ibu dan bayi yang dilahirkan. Bayi prematur memiliki risiko terserang komplikasi penyakit lebih besar daripada bayi normal, antara lain:



Komplikasi jangka pendek, meliputi:



Gangguan fungsi organ, seperti jantung dan otak


Gangguan sistem pernapasan


Gangguan saluran pencernaan


Gangguan pada sistem kekebalan tubuh


Gangguan pengaturan suhu tubuh


Penyakit kuning, karena organ hatinya belum sempurna



Komplikasi jangka panjang, seperti:



Lumpuh otak (cerebral palsy)


Gangguan pendengaran


Gangguan penglihatan


Penurunan kecerdasan


Masalah pada gigi


Gangguan psikologis

__ADS_1


Kematian mendadak


__ADS_2