Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Geram


__ADS_3

Malam kian larut. Clara yang masih dalam posisi terikat hanya bisa terdiam dengan rintihan sendu yang tak bisa terdengar oleh siapapun. Tak ada yang tahu bahwa saat ini seorang wanita dalam keadaan memprihatinkan di dalam rumah mewah tersebut sebab Hamdi sangat dikenal sebagai orag yang ramah dan sopan oleh warga sekitar. Hanya saja mereka tak tahu jika pria itu akan berubah menjadi brutal apabila ada yang sengaja bermain main dengannya.


Clara, sang wanita penghibur kini berada dalam kurungan Hamdi di rumah mewah tersebut dengan keadaan mengigil karena seluruh tubuh serta bajunya masih dalam keadaan basah seperti tadi.


"Maa..maafkan saya tuan apa yang akan tuan lakukan pada saya sekarang?" tanya pria suruhan Clara yang kini nampak ketakutan menatap Hamdi yang masih santai dengan camilan di tangannya.


"Apa kau ingin pulang hah?! kenapa kau buru buru sekali? tenang saja putrimu sudah ada yang menjaga sehingga kau tak perlu khwatir da lihatlah permainanku kali ini" Hamdi tersenyum dengan penuh kemenangan.


uang yang ia miliki mampu membuat semua perkataan yang ia perintahkan pada setiap orang mampu terkabul dengan cepat. Begitu juga dengan pria yang saat ini hanya mampu terdiam dengan tatapan memelas. Ya, pria itu merasa sangat khwatir degan ke empat putrinya yang masih kecil, terlebih lagi mereka ditinggalkan dalam keadaan kelaparan di rumah sehingga membuatnya takut bahwa mereka tak mendapatkan makanan sedikitpun.


"Saya mohon maaf tuan. saya berjanji akan menjadi orang yang lebih baik lagi. tapi saya mohon kali ini bebaskan saya. kasihanilah putri putri saya yang saat ini mungkin tengah berharap saya pulang"


suara pria itu terdengar bergetar menahan tangis di matanya. Hamdi tahu benar pria itu hanya melakukan kejahatan karena sebuah keterpaksaan. Namun baginya kejahatan adalah sebuah tindakan kriminal. tak ada toleransi bagi setiap pelaku kejahatan baik itu di sengaja ataupun tidak. maka dari itu ia ingin sekali memberi pelajaran pada pria di hadapannya saat ini.


Krinngggg!!

__ADS_1


Dering telpon pada ponsel Hamdi cukup membuatnya terkejut dan mengambil gawai di dalam sakunya dengan cepat. Pria itu menatap sekilas sebuah nama yang tertera di layar benda pipih tersebut sebelum mengangkatnya.


"ya ada apa?" ucap Hamdi dengan datar.


"Ham kau kemana saja? Siska mencarimu dan ingin mengatakan sesuatu padamu. Saat ini ibu sudah siuman dan tetlihat mulai membaik. Ku harap kau mau memaklumi sifat Siska yang masih kekanakan" Jawab Zidan dengan pelan.


Pria itu tampak tersenyum tipis mendengar perkataan sahabatnya tersebut. Ia sangat mencintai Siska, hanya saja sejak dulu Siska bahkan tak mau memahami setiap tindakan yang Hamdi lakukan dan wanita itu kerap sekali meragukan arti cinta dan ketulusan yang Hamdi berikan padanya. Sampai saat ini Hamdi masih memiliki cinta yang sama namun ingin membuat Siska mengerti bahwa cintanya tak seperti yang ia pikirkan.


"Aku sedang ada urusan Dan. Aku akan segera membuat Siska sadar bahwa apa yang ia katakan tentangku itu semua tidak benar. Aku lelah Dan, terus saja di salahkan olehnya. Ku tahu cintaku padanya terlalu besar, maka dari itu aku tak ingin sampai ia terus saja mempertanyakan arti kesetiaan di dalam diriku ini. Aku ingin dia membuka mata hatinya untukku dan melihat setiap tindakan yang kulakukan padanya benar benar tulus. Saat ini aku tengah berusaha membuatnya percaya dan yakin dengan arti cintaku padanya. Ku mohon jaga dia dan katakan padanya jangan sampai ia menyesal karena telah meragukan kesetiaanku'


Pria itu pun lantas bangkit dan membawa sebuah kamera tepat kehadapan Clara yang saat ini sedang menggigil karena kedinginan. Hamdi yang geram pun langsung menarik rambut Clara dengan kasar dan mengusap pelan wajah wanita itu dengan lembut seraya berbisik tepat di telinganya.


"aku tak sebodoh Bian yang mau melepaskan orang yang ku cinta hanya untuk wanita ular sepertimu! Kau bahkan sangat tak punya harga diri di hadapan banyak pria sebab kau bahkan rela memberikan tubuhmu di saat suamimu sendiri saat ini tengah terjerat dengan hukum! Wah Clara, kau memang wanita ular yang begitu liar. Harusnya kau ku tawarkan pada para pria hidung belang agar kau bisa mendapatkan uang banyak serta kenikmatan dari mereka"


Clara tersenyum getir. Wanita itu saat ini sudah kehilangan akal sehatnya sehingga tertawa mendengar setiap kata yang diucapkan Hamdi yang penuh dengan amarah. Sontak saja Hamdi yang melihat senyuman terukir di wajah Clara terdiam dan membuka penyumpal di mulutnya.

__ADS_1


"kenapa kau tersenyum jal**Ng?!" tanya Hamdi dengan geram.


Clara tersenyum dengan licik. Ia sudah tahu sebenarnya apa yang akan Hamdi lakukan padanya sehingga ia pun memiliki rencana terhadap Siska dan juga putranya.


"Apa kau tak tahu jika wanita yang kau cintai juga sama kotornya denganku? bahkan dia melayani banyak pria hanya dalam satu malam?"


Mata Hamdi berubah memerah mendengarkan ucapan wanita di hadapannya. Ya, Hamdi kembali teringat akan kejadian mengerikan pada Siska, dimana wanita itu telah dilecehkan oleh tujuh orang pria termasuk oleh pria yang ia anggap sebagai adik sendiri.


Plak!!


Hamdi memukul pipi Clara dengan keras. Gambar tangan Hamdi tercipta dengan jelas di pipi mulus wanita yang kini tampak pias karena kedinginan.


"Berapa kali pun kau menampar pipiku, kenyataan tentang Siska Takan pernah berubah sayang"


*Mohon maaf jika terlalu lama up atau jarang sekali up part baru dikarena saya belum pulih total. Mohon maaf dan terimakasih ❤️🙏🙏🙏🙏❤️❤️❤️❤️Terimakasih banyak karena sudah menunggu kelanjutan cerita ini🥰

__ADS_1


__ADS_2